Kuliah ke Luar Negeri, Tak Hanya Sebatas Mimpi

Yovita Viananda Sari berhasil menggondol prestasi di Tingkat Internasional. Mahasiswa semester 8 (delapan) Jurusan Ekonomi Akutansi Universitas Tadulako ini meraih kesempatan untuk mengikuti program beasiswa IELSP. IELSP atau Indonesia English Language Study Program merupakan beasiswa untuk belajar Bahasa Inggris (English for Academic Purposes) melalui program immersion dalam kelas-kelas internasional selama 8 (delapan) minggu di universitas ternama di Amerika Serikat. Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa S1 (masih aktif – belum sidang kelulusan) dari berbagai jurusan universitas manapun di seluruh Indonesia. Seluruh biaya mulai dari keberangkatan ke Amerika hingga pulang ke Indonesia akan ditanggung, kecuali pembuatan paspor. Program ini disponsori oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat dan dirancang serta dilaksanakan oleh The Indonesian International Education Foundation (IIEF) yang bekerja sama dengan The Institute of International Education (IIE) yang berpusat di New York, Amerika Serikat.


Sari, begitu sapaan akrabnya, termasuk satu diantara 70 penerima beasiswa dari seluruh universitas di Indonesia yang beruntung mendapatkan beasiswa IELSP. Dia adalah satu-satunya mahasiswa asal Palu yang berhasil mendapatkan beasiswa IELSP cohort 9. Tepatnya Oktober hingga Desember 2011 kemarin, dia mengenyam pendidikan di Virginia Tech University, Blaksblurg, Virginia, Amerika Serikat (AS).

Selama di Blaksblurg, Sari tak hanya mengikuti program pelatihan bahasa Inggris intensif. Dia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya. Salah satu kegiatan yang dilakukannya bersama para penerima beasiswa IELSP lainnya yaitu menyelenggarakan pementasan kebudayaan Indonesia. Jadi selama di sana, Sari tak hanya sekedar menjadi mahasiswa untuk belajar bahasa Inggris tetapi juga menjadi duta bangsa dari Indonesia, khususnya provinsi Sulawesi Tengah.

Selain itu, tak ketinggalan pula melakukan kunjungan ke tempat bersejarah atau ke tempat-tempat yang menakjubkan, seperti museum, house white di Washington DC., dan lain-lain. Bagi Sari, semuanya merupakan pengalaman yang sangat berkesan selama di Blaksblurg.

Sari juga begitu senang mengikuti proses pembelajaran di Virginia Tech University, yang menurutnya begitu “out the box”, berbeda dengan proses pembelajaran yang selama ini dia peroleh di Indonesia. “Proses pembelajaran bahasa inggris di VTU sangat fun. Tidak boring! Mahasiswa digenjot untuk selalu aktif selama pembelajaran” Ucap Sari. “Bahkan kami sebagai mahasiswa, diajarkan layaknya anak TK, selalu diisi dengan game-game menarik” tambahnya.

Hal ini lah yang seharusnya dicontohi oleh para pengajar di Indonesia, yaitu senantiasa meng-upgrade metode pembelajaran yang digunakan, serta melakukan terobosan baru, agar pembelajaran bias lebih menyenangkan bagi siswa/mahasiswa.

Tak hanya Sari yang memperoleh kesempatan emas, bisa belajar bahasa Inggris di Amerika. Sebelumnya Riska Fitrah Sari, mahasiswa FISIP Universitas Tadulako juga telah mendapatkan beasiswa ILESP cohort 8. Beruntungnya juga, Hilya Ariyani, mahasiswa FEKON Universitas Tadulako juga mendapatkan beasiswa IELSP cohort 10. Jika tak ada arah melintang, di bulan Mei hingga Juli 2012 mendatang, Hilya akan bertolak ke Kansas, Amerika Serikat.

Sudah banyak mahasiswa Universitas Tadulako yang merasakan pendidikan di luar negeri, baik melalui program exchange, internship, fellowship, dan lain-lain. Itu membuktikan bahwa mahasiswa asal UNTAD tak kalah saing dengan mahasiswa dari universitas ternama. Sesungguhnya, setiap mahasiswa mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh beasiswa luar negeri. Salah satunya beasiswa ILESP, yang membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi mahasiswa Indonesia untuk mencoba beasiswa tersebut.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk apply beasiswa IELSP yaitu pertama, disyaratkan harus mempunyai TOEFL ITP minimal 450. Kedua, memiliki prestasi di bidang akademik maupun non akademik. Ketiga, turut aktif di kegiatan kampus atau ekstra kampus.

Banyak mahasiswa UNTAD yang gagal memperoleh beasiswa IELSP, karena memang kurang persiapan. Bila memang dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dari awal kuliah, seperti TOEFL® dan persyaratan yang lainnya, maka kesempatan mendapatkan beasiswa tentu juga akan menjadi lebih besar, dan tentunya kuliah ke luar negeri itu tak hanya sebatas mimpi.

*Reported By Pujiati Sari

About these ads

7 thoughts on “Kuliah ke Luar Negeri, Tak Hanya Sebatas Mimpi

  1. sayangnya cuma untuk negeri, yang dapat peluang untuk itu…kasian banget yang swasta.
    apakah swasta juga dapat???

  2. DJ YOVI/Announcer of SKIP FM RADIO adalah salah satu orang yang menginspirasi saya mudah2-an saya bisa ikuti jejaknya amin :)

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s