Our Journey In “Kota Angkringan”

@Gedung Purna Budaya UGM

@Gedung Purna Budaya UGM

Alhamdulillah, akhirnya terlaksana juga kegiatan Sarasehan Nasional Aktivis Dakwah Kampus Indonesia yang diselenggarakan oleh Jama’ah Shalahuddin UGM. Kegiatan yang dihelat pada tanggal 28-30 oktober 2011 ini, bertemakan “Revitalisasi Peran Lembaga Dakwah Kampus Dalam Membangun Karakter Pemuda Islam”. Sepenuhnya kegiatan ini bersentrum di Gedung Purna Budaya UGM, Yogyakarta. Dipekirakan ada 700-an mahasiswa/i muslim se-Indonesia yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Peserta kegiatan sarasehan yang berasal dari Universitas Tadulako Palu yaitu akh Topan, akh Rusdi, akh Wahyuddin, akh Sopan Sopian, akh Irham, akh Dinal, akh Rifial, akh Chandra, akh Ahmad Muslimin, akh Khaidir, ukh Mini, ukh Ayu, ukh Sartika, dan ana sendiri; Puji. Kami ber-14 ini membawa nama LDK UPIM Universitas Tadulako Palu. Bagi kami, kegiatan sarasehan ini sangat bermanfaat buat LDK ke depannya. Tak hanya kegiatan sarasehannya yang sangat menyenangkan tetapi juga berbagai kegiatan lainnya yang kami lalui. Alhamdulillah di setiap perjalanan kami, Allah SWT senantiasa memudahkan langkah kami, namun terkadang ada juga sedikit rintangan yang kami hadapi. Tapi itu semua Alhamdulillah selalu ada penyelesaiannya.

Berbicara soal Kota Yogyakarta, Kota yang dikenal dengan julukan kota Pelajar ini, ternyata saat ini dikenal juga sebagai Kota Angkringan. Tahu kah antum/nah sekalian, apa itu angkringan? Angkringan (berasal dari bahasa Jawa ‘Angkring‘ yang berarti duduk santai) adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di  Yogyakarta. Gerobag angkringan biasa ditutupi dengan kain terpal plastik dan bisa memuat sekitar 8 orang pembeli. Beroperasi mulai sore hari, yang mengandalkan penerangan tradisional, dan juga dibantu oleh terangnya lampu jalan.

Baca lebih lanjut