Training ke-LDKan

Dengan Khidmat peserta mendengarkan materi Training

Ikhwan-Akhwat peserta Training ke-LDKan

Syukur Alhamdulillah akhirnya Unit Pengkajian Islam Mahasiswa (UPIM) Universitas Tadulako Palu dapat melaksanakan dua kegiatan besar di akhir kepengurusan periode 2010. Dua kegiatan tersebut yaitu training ke-LDKan dan training motivasi nasional bersama Setia Furqon Kholid. Teman-teman sudah kenal khan dengan Setia Furqon Kholid? Wah parah banget kalau belum kenal. Kemana aja nih?! Oke lah kalau begitu saya akan memperkenalkan beliau kepada teman-teman semua. Setia Furqon Kholid atau yang sering dipanggil dengan panggilan “Kang Furqon” (berasal dari bahasa sunda, yang artinya Kak Furqon) adalah seorang penulis sekaligus motivator termuda se-Asia Tenggara. Laki-laki berdarah sunda ini lahir di Padeglang pada tanggal 30 Maret 1988. Mulai berkarir di usia 18 tahun (wah, muda banget!). Selain sebagai penulis dan motivator, beliau juga adalah seorang entrepreneur yang memiliki berbagai jenis usaha yang ia kembangkan secara mandiri. Bagi teman-teman yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai kang Furqon, mendingan kalian beli aja buku best seller-nya, yaitu “Jangan Kuliah Kalau Gak Sukses”, dan ada juga yang gak kalah kerennya yaitu “Jangan Jatuh Cinta tapi Bangun Cinta”. Satu lagi yang akan segera launching yaitu “Jangan Belajar Kalau Gak Tahu Caranya”. Buruan beli ya (Sekalian diborong aja :D)

Kembali lagi ke topik awal, Secara rinci bahwa Training ke-LDKan merupakan training yang dikhususkan untuk para Aktivis Dakwah Kampus (ADK) se-Kota Palu yang dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2011 bertempat di Gedung Islamic Center Palu. Alhamdulillah jumlah peserta yang datang juga cukup banyak, diperkirakan sekitar 60 orang. Pesertanya bukan hanya dari Universitas Tadulako saja, melainkan juga berasal dari berbagai LDK di Kota Palu bahkan ada juga yang datang dari Kabupaten Poso.

Suhu ruangan yang tinggi saat training tidak membuat para peserta jenuh ketika Kang Furqon memaparkan materinya. Malahan para peserta sangat antusias mendengarkan uraian materi tersebut. Seluruh mata memandangan ke depan dengan seksama, memperhatikan uraian materi tentang mentoring dan bagaimana agar LDK itu bisa memiliki kuantitas dan kualitas yang baik. Pesannya pemateri bahwa kita jangan menjadi pendakwah yang ekslusif agar visi dan misi kita sebagai pendakwah bisa tercapai. Satu lagi bahwa perbedaan yang ada di Universitas Tadulako (perbedaan aliran/multiwarna), jangan dijadikan suatu perpecahan, tapi jadikanlah itu suatu kelebihan yang ada di UNTAD. Jangan sampai perbedaan itu membuat kita malah pecah, tapi buatlah itu agar kita bisa saling merangkul, bantu membantu antara satu dengan yang lainnya.

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s