Pengalaman Mendapatkan Beasiswa ETF

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilahaillallah, wallahuakbar… Tak henti-hentinya saya senantiasa mengucapkan syukur kepada Allah SWT, karena hingga saat ini, di tahun ke 3 ini (2011), saya dapat mengenyam pendidikan secara GRATIS di Universitas Tadulako (UNTAD) Palu. Hmmm… mungkin sahabat semua banyak yang bertanya-tanya mengapa bisa begitu? Yupz, benar banget, kalau sebenarnya saya mendapatkan beasiswa dari lembaga luar kampus yang bekerjasama dengan kampus UNTAD. Beasiswa tersebut yaitu beasiswa Eka Tjipta Foundation (ETF) yang berasal dari lembaga yang bernama ETF juga. Alhamdulillah ETF telah mengkover segalanya, diantaranya biaya kuliah dan juga uang saku saya selama kuliah, serta nantinya juga akan membiayai biaya penelitian saya ketika menyusun skripsi nanti. Doa kan ya moga saya bisa menyelesaikan kuliah selama 4 tahun dengan hasil yang memuaskan. Amin….

Perjalanan awal ketika mendapatkan beasiswa ETF, yaitu berawal dari tawaran tetangga saya, yang bernama Mbak Ati. Waktu itu, wanita separuh baya tersebut dengan sangat antusias menawarkan beasiswa ETF kepada saya, akan tetapi malah saya-nya yang gak terlalu serius menanggapinya. Soalnya, saya berpikir mana ada tawaran beasiswa full di UNTAD? Namun anggapan itu segera tertepis ketika Mbak Ati menjelaskan secara detail mengenai beasiswa itu. Mbak Ati mengatakan kalau beasiswa tersebut direkomendasikan oleh Ibu Rasna, pelanggan meubel Yudhatama milik Mba Ati. Ibu Rasna sendiri adalah salah satu staf yang bekerja di ruangan Rektorat UNTAD Palu. Saat memesan meubel di rumah Mba Ati, Ibu Rasna kala itu menanyakan kepada Mba Ati, “Apa ada siswa berprestasi di kompleks ini yang pengen lanjut kuliah namun secara ekonomi tidak mampu membiayai kuliah?” (Yah mungkin begitu pertanyaan-nya ) Lantas Mba Ati merekomendasikan saya kepada Ibu Rasna. Hmmm, kalau saya sendiri sih tidak tahu gimana pembicaraan mereka secara mendetailnya. Tapi intinya seperti itulah.

Setelah menjelaskan secara singkat mengenai pembicaraan antara Mba Ati dan Ibu Rasna, selanjutnya Mba Ati meminta saya untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk persiapan beasiswa ETF. Bekas-berkas yang perlu dipersiapkan yaitu, 2 buah foto ukuran 4 x 6, fotocopy KTP, fotocopy Ijazah, fotocopy Rapor SMA, fotocopy rekening listrik, surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, dan lain sebagainya.

Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk seleksi berkas beasiswa ETF, sudah saya lengkapi semuanya tanpa ada satu pun yang kurang. Selanjutnya berkas tersebut saya serahkan sama Ibu Rasna. Wah, deg-degkan juga ketika ketemu beliau. Saat itu saya ditemani oleh Ana, anaknya Mba Ati. Eng ing eng, ternyata ruang kerja beliau satu ruang dengan ruangannya Pak Rektor. Ya sudah pasti Ibu Rasna adalah salah satu stafnya pada saat itu. Tapi pada tahun 2011 ini beliau udah dipindahkan tempat kerjanya, yaitu di gedung BAK UNTAD. Kayaknya di bidang pendidikan yang beliau geluti. Saat ketemu beliau, beliau sangat ramah banget, ditambah lagi dengan parasnya yang cantik. Ibu itu baik sekali. Malahan saat itu beliau mengatakan kepada saya kalau prestasi saya bagus saat kuliah di jenjang satu, maka akan sangat mudah bagi saya untuk mengambil jenjang S2-nya dengan menggunakan beasiswa itu juga. Wow saat itu aliran darah saya mengalir kencang, dan semangat mulai membara. Impian-impian saya mulai bergentayangan kembali. Dalam hati saya pun berazzam akan kuliah dengan sungguh-sungguh.

Sekitar 3 minggu kemudian, Alhamdulillah saya dinyatakan lolos seleksi berkas beasiswa ETF. Alhamdulillah saya akan bersaing lagi di tes selanjutnya, yaitu tes wawancara. Peserta yang lolos berkas sekita 30-an orang, yang berasal dari berbagai fakultas di UNTAD. Lokasi tesnya bertempat di fakultas pertanian. Kalau nggak salah di gedung praktikum, tapi saya lupa namanya. Ketika saya tiba di tempat tersebut, saya terkejut karena ada yang mengatakan kalau saya sudah digugurkan, dikarenakan lambat datang. Spontan saya menjadi berlinangan air mata kala itu. Pupus sudah harapan untuk bisa kuliah di UNTAD. Hmmm, eitzzz… ternyata itu nggak benar! Alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan kedua kalinya untuk melakukan proses wawancara, toh ternyata banyak juga yang lambat. Hal ini terjadi karena banyak diantara kita yang tidak mengetahui kalau hari itu akan dilaksanakan tes. Termasuk saya salah satunya. Kami pun baru mengetahui setelah ditelpon oleh salah satu staf ETF UNTAD.

Menunggu! Dag dig dug… deg2-an menunggu sama saya dipanggil. Kira-kira apa yah yang akan ditanyakan nanti? Pokoknya jangan gugup deh dan jawab dengan sejujur-jujurnya. Kata-kata itu yang selalu saya tanamkan dalam hati kala itu. Hari semakin malam, nama saya belum juga dipanggil. Lama sekali. Hingga sekitar pukul 17.40 WITA nama saya baru dipanggil. Wah saya adalah peserta ketiga dari belakang, yang akan diwawancarai. Ketika itu hari sudah mulai gelap, mana ternyata MATI LAMPU lagi. Jadinya pakai lilin deh diwawancarainya. Tapi saya malah bersyukur kalau diwawancarai gelap-gelap gitu, supaya wajah saya tidak terlihat secara jelas saat wawancara. Loh kok gitu alasannya? Iya hehehe, karena saat itu belum 5 menit saya udah menangis dengan sangat haru dan terseduh-seduh (aduh jadi malu nih ketahuan kalau cengeng). Sekedar info ya teman-teman kalau saya itu orangnya memang cengeng dari sono-nya. Kalau berbicara yang sedih-sedih, saya adalah orang yang mudah terharu dan cepat menangis. Meski terisak-isak saat menjelaskan kepada 2 pewancara itu, saya tetap menjelaskan siapa saya sebenarnya, bercita-cita apa, apa prestasinya, dan lain hal saya telah jelaskan dengan sangat jujur dari hati saya yang terdalam (ce ilee ).

Saat proses wawancara, saya sangat terkejut dan tak percaya kalau ada teman satu prodi saya, yang juga lolos berkas beasiswa ETF. Namanya yaitu Fenny Anggraini. Kala itu saya sangat senang sekali bias bertemu dengan dia. Nggak nyangka loh!
Setelah beberapa pekan kemudian, Alhamdulillah saya dinyatakan lolos untuk memerima beasiswa ETF. YA ALLAH terima kasih atas rizkimu yang tak kusangka-sangka! Semua ini adalah karuniaMu yang tiada tara. Saya senang, akhirnya saya bisa kuliah tanpa merepotkan orang tua lagi. Malah kemungkinan, saya yang akan memberikan seciprat rejeki untuk mereka. Alhamdulillah mereka bangga kepada saya. Saya pun bangga bisa dipercayakan oleh mereka.

Kini, tidak terasa saya sudah di tingkat 3 (tahun 2011) di bangku perkuliahan. Waktu 3 tahun ternyata sangatlah singkat saya rasakan. Syukurnya, baik di bidang akademik maupun bidang non akademik bisa saya sejalankan dengan baik. Itu semua karena adanya bantuan beasiswa ETF (makasih ya pihak ETF). Alhamdulillah sampai di tahun ketiga ini, saya sudah mendapatkan bantuan dana sebesar Rp.16.100.000,-. Bantuan dana yang cukup besar kan? Meski beasiswa ini tidak lebih besar dari beberapa beasiswa lainnya tapi sudah sangat tercukupi untuk biaya kuliah. Namun untuk sakunya sebenarnya masih kurang. Tapi tak apalah. Itu sudah sangat cukup!
Terima kasih Ya Allah…
Terima kasih Ayah bunda …
Terima kasih Mba Ati …
Terima kasih Ibu Rasna …
Terima kasih UNTAD …
Terima kasih semuanya …

5 thoughts on “Pengalaman Mendapatkan Beasiswa ETF

  1. mbak. Q mw dpt bea siswa.x. Rncna thn 2012 ini q mw kulyah d.untad. . Bntuin mbk. . Ni no.q. 087844385709. Mbk sms. Ntar q telpn

  2. Asalamualaikum kak
    saya siswa kelas 12 sma yang mau lulus tahun 2016.mau minta info buat tata cara pendaftaran serta alamat dari eka tjipta foundnya

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s