Guru Kehidupanku Di Oman

Sudah seminggu saya bersahabat dengan seorang warga Negara Oman. Tepatnya hari Minggu, 13 Februari 2011 kami saling mengenal lewat grup Yahoo messenger. Teman-teman tahu tidak dimana Negara Oman itu? Hmmm, pasti banyak yang belum tahu. Oke saya akan kasih tahu sedikit info tentang Oman. Oman itu salah satu negara islam yang berada di daerah timur tengah. Negara tersebut beriklim panas dan jarang sekali musim dinginnya. Bayangkan aja suhu tertingginya bisa mencapa 41-47o C. Wah nggak kebayangkan panasnya? Makanya nggak heran jika di sana sini dapat kita jumpai AC sebagai alat pendingin ruangan. Meski Oman memiliki luas daratan yang tidak seluas dengan Indonesia, akan tetapi negara ini terlihat sangat amazing dan lebih modern, nampak dari gedung-gedungnya yang indah. Negara ini merupakan salah satu negara islam yang kaya dan berkembang pesat, masyarakatnya pun banyak yang sejahtera. Hmmm, tapi yang jeleknya, apa-apa mahal di Oman. Serba mahal deh pokoknya! Yah tapi, pertukaran nilai mata uang Oman ternyata jauh lebih tinggi loh, dari pada dollar Amerika. Hoah… keren yah? (Coba rupiah juga kayak gitu hehehe).

Masood adalah orang yang kumaksud. Selain sebagai sahabat saya, dia juga adalah guru kehidupan saya. Kenapa saya katakan demikian? Karena banyak hal yang saya dapatkan dari beliau (dalam hal ini pengetahuan). Banyak ilmu yang ia ajarkan kepada saya. Banyak canda dan tawa yang tak lupa ia selipkan saat kami bercakap-cakap (Guyonan/jokingnya tuh lebay banget ). Banyak keseriusan yang tidak boleh alpa untuk didengarkan. Banyak misteri tentang dia. Banyak tantangan/cobaan yang sering ia berikan kepada saya, sebagai bahan ujiannya. Banyak nasehat dan ilmu baru, yang belum saya dengar sebelumnya. Banyak kisah inspirasi yang ia ajarkan kepada saya. Banyak kisah tentang fenomena kehidupan remaja di luar negeri. Banyak cerita tentang Negara Oman, tentang hukum islam yang ditegakkan di sana. Banyak pengetahuan islam yang ia ajarkan. Dan lain sebagainya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Masood, warga asli berkebangsaan Oman. Ayo tebak kira-kira berapa umurnya? Hmmm, mungkin teman-teman berpikir ia berumur sekitar 20-30 tahunan. Eits, yang benar dia adalah seorang laki-laki separuh baya, kira umurnya sekitar 50 tahun. Bagi saya, Masood bukan hanya seorang guru kehidupanku saja, tapi juga sebagai my brother in Islam (kadang juga saya berguyon menganggap dia adalah my grandpa  hehehe). Ya, beliau adalah saudara laki-laki saya se-agama. Beliau sering mengajarkan saya tentang kebaikan. Yang saya sukai darinya, ketika beliau berkata seperti malaikat Munkar dan Nakir, menanyakan kebaikan-kebaikan apa saja yang saya perbuat sehari penuh. Beliau sering mengajak saya untuk bermuhasabah diri kepada Allah. Oic, ya saya sadar bahwa saya adalah manusia biasa, banyak kekurangan dan kesalahan.

Bukan bermaksud jahat, tapi untuk kebaikan kami berdua, kami pun saling bertukar foto. Dia memberikan fotonya juga. Ketika saya lihat fotonya, wah beliau sangat mirip banget dengan guru bahasa Indonesia saya waktu SMA dulu. Guru tersebut bernama Pak Asri Djalil. Hmmm sekirat 80% lah kemiripannya. Rambutnya yang putih, kulitnya yang kuning langsat, auranya, dan lain sebagainya. Beda-beda tipis gitu deh antara Mr.Masood dan Pak Asri Djalil.

Meski udah kenal baik dengan Mr.Masood akan tetapi saya mesti berhati-hati terus ketika online dengannya. Bukannya diminta-minta, tapi ini penting! Karena kami hanyalah sahabat yang dipisahkan oleh jarak yang bermil-mil, dan samudera yang sangat luas. Bayangkan aja perbedaan waktu antara Indonesia dan Oman itu sekitar 4 jam. Indonesia lebih cepat 4 jam dibanding Oman.

Kalau mau jujur sih, memang baru kali ini saya mendapatkan teman bercerita yang sangat bersahabat dengan saya. Yang bisa berbagi pengalaman/sharing dengan saya. Yup sebenarnya sahabat yang seperti ini yang saya rindukan sejak dulu. Soalnya kalau online di yahoo messenger, rata-rata orang hanya membicarakan SEX melulu. Ih, cape deh!!! Kayak gak ada topic lain yang lebih menarik?! Huh, macam cuma hidup di dunia saja barangkali mereka? Hey ingat ya, ada alam akhirat!!! So, berbuat baiklah selalu. Berpikir dan bertindak positiflah. O iya fren… Aku gak butuh teman yang bicaranya SEX mulu (karena belum saatnya , dan gak baik). Aku gak butuh kalian!!! Yang kubutuhkan adalah sahabat yang mau sharing tentang negaranya, tentang budayanya, tentang salju, de el el. So, teman-teman yang ngebaca tulisan ini mesti hati-hati kalau chatting di MIRC atau di YM. Jangan sampai terperangkap dengan sesuatu yang buruk. Jangan sampai salah bergaul. Pilihlah sahabat yang baik ketika kalian terjun ke dunia maya. Pasti ada juga, karena saya yakin akan tetap ada segelintir orang yang akan jadi sahabat baik kamu. Wah kalau nggak ngedapetin teman yang baik di dunia maya gimana dong? Ya udah…tinggalin aja! Nanti di lain waktu aja chattingnya. Teman-temankan bisa bersahabat dengan yang lainnya di dunia nyata. Iya kan?

Saya sangat senang banget bisa bersahabat dengan Mr.Masood. Beliau itu orangnya kocak banget. Suka ngejoking, nge-guyon gitu! Kadang serius, eh di ujung-ujungnya bercanda. Orangnya sangat terbuka dan simpel. Pernah waktu saat awal berchatting dulu, saya beranggapan kalau dia tuh berumur sekitar 20-30 tahun. Soalnya beliau sangat kocak kalau berkata-kata! Berkali-kali saya tidak mempercayai umurnya yang sebenarnya. Sungguh berkali-kali!!! Namun saya baru percaya, nanti beberapa pertemuan kemudian. Beliau meyakinkan saya kalau beliau udah punya istri dan 3 orang anak. Beliau sangat menyayangi keluarganya. O iya, beliau bekerja sebagai seorang kontraktor, yang telah mengenyam pendidikan S2. Beliau udah pernah naik haji sebanyak 2 kali loh (wah, enak ya?)

Hmmm, Kalau teman-teman sendiri, percaya nggak dengan Mr.Masood? Mungkin diantara para pembaca tulisan ini, ada yang menganggap bisa saja Mr.Masood itu bohong! Tapi nggak kok! Mr.Masood itu benar adanya. Saya percaya padanya, karena beliau adalah sahabat saya, guru saja, saudara laki-laki saya, serta grand pa saya juga hehehe🙂.

Pokoknya kami udah saling percaya satu sama lain. Ya, doakan saja semoga persahabatan kami ini abadi sampai kapanpun. Karena dari awal saya udah katakan padanya, kalau persahabatan itu nggak mengenal umur, gak mengenal ras, gak mengenal budaya, dan lain sebagainya. Persahabatan itu ibarat anggota tubuh. Jika anggota tubuh yang satu mengalami kesakitan, maka anggota tubuh yang lain akan merasakan sakit yang sama. Ya, mungkin seperti itu penggambarannya. So, Make friend, It’s OK!

5 thoughts on “Guru Kehidupanku Di Oman

  1. Hai.. Mba,, saya Septy.. Dari Kalimantan .. Saya bisa masuk di blog ini karena kebetulan lagi search tentang negara Oman.. Kisah kita kurang lebih sama.. Tapi masih jauh banget siik, karena mba udah lama kenal dengan orang yang mbak ceritakan ini. Kalau saya baru beberapa hari. Kebetulan ne mu temen orang Oman. Tadinya saya fikir Oman adalah Yaman .. Ternyata berbeda .
    Jleb banget waktu baca cerita mbak yang mengenai dunia maya orang2 hanya mengenalnya sebagai sharing tentang sex.. Hadehhh…bener banget mbak.. Saya TU suka banget berselancar di dunia maya buat temenan dengan mereka. Sayang sekali persepsi mereka gak jauh2 tentang sex.
    Mengenai teman orang Oman ini saya masih beberapa hari mengenalnya .. Jadi masih nggak begitu mengenal kepribadian orang tersebut. Saya bukan typical orang yang pinter nulis. Seperti kemaren perbincangan kami mengenai ketertarikan saya dengan negara Arab. Bagaimana kehidupan yang sebenarnya pilar agama didasari AL qur an dan hadistnya. Sayang bahasa Inggris saya masih sangat terbatas untuk menjelaskan semua hal tersebut secara harfiah. Jadi buat dia sedikit bingung. Alhasil jadi garing perbincangannya. Then i leave him..
    Tapi.. Beberapa kali dia masih menyapa dan menanyakan kabar saya.
    So.. Mungkin ini dulu cerita tentang saya.. Mba.. Terima kasih telah membaca..
    Hihi garing sangat yaak ne email,, sorry mbak yaak …

    Assalamuakaikum….

  2. hi,,, tiba2 aja iseng buka blog, perkenalkan nama saya dewi, kebetulah saya sudah 3 tahun berada di oman. salam kenal yah🙂

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s