Renungan

Aku bukan seorang seniman yang selalu mencari sesuatu yang tidak akan pernah ia temui,aku juga bukan seorang musafir yang tak pernah punya kesempatan untuk berjalan. Aku hanya manusia biasa yang tidak tau apa yang akan terjadi pada diriku sendiri, manusia yang hanya bisa menangis dikala musibah menimpa.

Manusia yang hanya bisa berharap dan takut. Manusia yang hanya bisa bersabar, berserah diri dan berusaha takwa.

Aku bukan termasuk hamba yang ahli ibadah. Tapi aku takut bila nasib buruk yang tertulis di lauhil mahfud menimpaku. Aku hanya manusia biasa yang hanya bisa menangis disaat ditimpa musibah tanpa pernah berfikir atas segala hikmahnya.

Aku bukan termasuk hamba yang pandai mensyukuri nikmatMu, tapi aku takut bila nikmat itu dicabut dari hidupku.

Ya Allah ya tuhanku, hanya padaMu aku menyembah, dan hanya padaMu aku meminta…

Ya Allah ya tuhanku, tiada tuhan selainMu ya Allah, tuhan dari segala sesuatu, tuhan yang berdiri sendiri…

Segala puji hanya untukMu ya Allah..

Satu pujian dari hambaMu yang lemah, penuh keluh kesah….

Satu pujian dari hambaMu yang berlumuran dosa dan dhzolim….

Ampuni Hamba…..

Aku rindu Cahaya hidayahMu…

Aku rindu….

Ntah kemana lagi air mata ini harus mengalir….

Aku malu…

Aku malu padaMu ya Allah….

***
Walau ada niat sebesar serpihan pasir.

Aku tak mampu..

“aku tak terampuni” kecamku dalam hati.

“mengapa dosa-dosa itu ada” tanyaku pada diriku sendiri.

“Allah menciptakan dosa untuk mu” jawabku.

“tidak, aku punya hak untuk tidak melakukannya” yakin ku dalam hati.

“Allah mengujimu”jawabku.

“tetapi kenapa aku melakukannya??”

“tanya dirimu sendiri” jawabku.

Allah mengujimu karena Allah rindu belaian halus dzikirmu…

Allah ingin mengangkat derajatmu dengan menguji kesabaranmu menghadapi maksiat.

Atau mungkin Allah ingin menghapus dosa-dosamu jika kamu mampu untuk tidak melakukannya.

***
Memandang rendah orang lain saat ini seakan menjadi karakter manusia jaman ini. Faktor utama yang menyebabkan penyakit kronis yang susah dihilangkan ini adalah hilangnya rasa untuk menghargai segala sesuatu.

Jangankan terhadap pekerjaan yang sebagian orang menganggap rendah pekerjaan itu, terhadap sampah yang baginya tidak penting untuk diperhatikan justru bakal membawa bencana bagi siapapun yang meremehkannya. Terhadap sesama mahluk, bahkan sebagian orang menganggap merekalah yang terbaik dan yang paling baik tiada dua. Mereka sibuk membahas kesalahan dan kelemahan orang lain tanpa mengoreksi kelemahan dan kesalahan mereka.

Bukannya mencarikan jalan untuk memperbaiki justru menghina dan mencela. Bukannya berdiskusi untuk menemukan jawaban dan jalan tengah malah berdebat, adu argument untuk mempertahankan kebenaran yang mereka anggap benar yang padahal hanyalah sebuah pembenaran agar tidak terlihat kalah saat beradu wacana. Bukankah kita telah dituntun dan diajarkan untuk salang menghargai…?

Mencela sebagian kelompok dengan perkataan kafir, justru saya mempertanyakan keislaman yang mereka praktekkan. Mahluk tidak akan pernah tahu tentang apapun yang berkenaan dengan hakikat dan isi hati serta niat sesama mahluk. Jangan menganggap remeh seseorang atau sebagian kelompok, karena kita belum tentu lebih baik dari mereka yang kita anggap remeh.

(Sumber:http://infotbi.wordpress.com/category/renungan/)

3 thoughts on “Renungan

  1. “Mencela sebagian kelompok dengan perkataan kafir, justru saya mempertanyakan keislaman yang mereka praktekkan.”

    Kebanyakan orang salah menganggap dirinya benar.
    Kebanyakan orang benar menganggap dirinya salah.
    Maka menangislah bila perlu…

  2. Tik…tik…tik…tik
    Tok…tok…tok…tok
    Ding…ding…ding…ding
    Apapapun suara yang anda dengar saat ini
    Kesemuanya hanya punya satu arti yaitu masa depan .

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s