Engkau Bukan Tulang Rusukku

Ini adalah salah satu cerita yang saya copas dari suatu situs di internet, sudah lama memang dan saya sendiri sampai lupa nama situsnya. Cerita yang singkat namun cukup bermakna.

Begini ceritanya :

Suatu hari, Dara dan Raka sedang berbincang-bincang di taman.

Dara: Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka: Kamu..
Dara: Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka: (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati. Dan aku merasa bahwa kau lah tulang rusukku.”

Setelah menikah,

Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis , semua terasa begitu romantis dan indah. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, pergi ke pantai, berbelanja kebutuhan rumah tangga, bertamasya ke tempat-tempat yang mereka sukai dan banyak hal menyenangkan lainnya yang mereka lakukan bersama.

Tapi sayangnya kebahagiaan tersebut tidak bertahan lama. Beberapa lama berselang pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kian mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.

Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.

Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”

Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal menikahimu! Kamu ternyata bukan tulang rusukku! Aku memang sudah tidak mencintaimu.!”
Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.

Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali.

Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.”

Lima tahun berlalu…

Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.

Di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. meraka bertemu disebuah airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan.

Raka: Apa kabar?
Dara: Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka: Belum.
Dara: Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka: Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah.

Tidak akan ada yang berubah. Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
“Good bye….”

Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, dan mati.

Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

Terkadang Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai.

dan akibatnya seringkali sangat fatal.

kemarahan tersebut acapkali diikuti dengan sebuah perasaan yang menyakitkan.

yaitu Rasa Penyesalan.

(Sumber: http://rosesgarden31.wordpress.com/2011/03/18/engkau-bukan-tulang-rusukku/)

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s