Ingin Menjadi seperti “Tukang Parkir”

Tukang Parkir?? Emmm…. Ada apa dengan Tukang Parkir??… kok bisa-bisanya yah aku pengen bisa menjadi seperti tukang parkir??… mungkin diantara kalian ada yang penasaran dengan judulnya…, hayoo ngaku?? Hehe… :D

Siapa sih yang tidak tahu tukang parkir semua pasti pernah melihatnya bahkan pernah memakai jasanya bisa di kampus ataupun di mal. Apasih yang dikerjakan seorang tukang parkir?? yaa.. pastinya mereka menjaga titipan, berbagai macam jenis kendaraan dimulai dari kendaraan yang paling bagus sampai yang biasa saja. Namun, pernahkah terlintas dibenak kita bahwa ada sesuatu yang bisa kita ambil dari seorang “tukang parkir”…??.. Akupun baru menyadarinya setelah kemaren pagi aku mendengar dari Aa Gym “Hiduplah Seperti Tukang Parkir”…

Kita bisa belajar dari seorang tukang parkir tentang bagaimana kita memperlakukan harta titipan.., kita bisa melihat bagaimana seorang tukang parkir sekuat tenaga menjaga barang titipan yang mereka terima dengan baik.. Namun mereka tidak pernah merasa bahwa barang yang dititipkan itu adalah miliknya, jadi ketika sang pemilik itu datang untuk mengambilnya sang tukang parkirpun merelakannya dengan ikhlas. Lalu apa hubungannya dengan kita yah??… Coba dech kita renungkan bahwa pada hakekatnya semua harta kita baik itu benda mati ataupun benda hidup semua itu hanyalah titipan dari Sang Pencipta yaitu Allah. Tapi kenapa kita merasa bahwa semua itu adalah mutlak milik kita, kenapa yah?? Kenapa kita tak rela bila Sang Pemilik yaitu Allah mengambilnya?? Padahal itu semua adalah hakNya.

Semua harta yang kita miliki di dunia adalah titipan… uang, perhiasan, rumah, kendaraan, jabatan, anak-anak dan suami/istri (bagi yang telah berkeluarga). Relakah bila salah satu diantaranya diambil olehNya?? rela atau tidak rela, suka atau tidak suka, kita harus menerimanya. Kita harus menyadari bahwa semua itu akan kembali kepadaNya,  Pemilik yang mutlak. Karena sesungguhnya manusia itu terbagi dalam 3 (tiga) bagian yaitu badan, ruh, dan amal. Badan akan kembali ke tanah karena memang dari itu dia berasal. Dan ruh akan kembali kepada pemilikNya, yaitu Allah. Amal inilah yang akan menemani kita karena inilah milik kita yang mutlak..

Mengapa Allah menitipkan kepada kita? Karena Allah Percaya kepada kita untuk dititipi dan mengharapkan agar kita menggunakannya di jalanNya dan seharusnya kita sebagai yang dititipi mampu menjaga kepercayaanNya dan menggunakannya di jalan yang benar. Misalnya Allah memberikan tangan, seharusnya digunakan untuk menolong orang lain, bekerja di jalan yang diridhoiNya. Allah memberi kita kaki, gunakan kaki itu untuk pergi menuntut ilmu, bersilaturrahmi, dan hal-hal yang berguna. Begitpun dengan anggota badan kita yang lain atau apa yang kita miliki, gunakanlah untuk kebaikan agar bisa menjadi amal buat kita.. , Allahu A’lam…

“Ya Allah hampunilah hambamu ini yang belum bisa menjaga titipanMu ini dengan baik sesuai seperti apa yang Engkau inginkan….”

———————- ♥———————-

== Sebagian bersumber dari Makna Sebuah Titipan… ==

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s