Kristal Kesuksesan

Tema: Nothing Impossible » Tak Ada yang Tak Mungkin

Nothing ImpossibleMenyesal itu di akhir,

menunggu itu perkara waktu,

jatuh cinta itu indah,

patah hati itu sakit,

tapi taukah engkau kawan?

Bahwa ngantuk tak selalu ingin tidur,

lapar tak selamanya mau makan,

bahkan haus belum tentu membuat kita akan minum,

adalah jajaran teori klasik yang bisa kita katakan tanpa harus kita rumuskan. Apa adanya. Mudah dilafal, tapi tak bisa dibilang makna dangkal.

Lain halnya seperti teori klasik bidang ekonomi rumusan dari teori Mazab Analitis,  David Ricardo. Ekonom itu berpendapat Proses pertumbuhan ekonomi merupakan perpaduan antara pertumbuhan dengan pertumbuhan output. Peranan akumulasi modal dan kemajuan teknologi dapat meningkatkan produktivitas. Dalam jangka panjang perekonomian akan mencapai “ stationary state” dimana perkembangan ekonomi tidak terjadi sama sekali dan pertumbuhan penduduk yang cepat akan menurunkan pembangunan ke tahap yang rendah.———-Panjang dan rumit, penuh pemikiran, dan terkesan tak menarik. Dan memang gak nyambung sama teori klasik yang saya paparkan sebelumnya :D (*si penulis lagi math error)

—————–

Perasaanku gundah, tak jelas, kacau, ku merasakan sepertinya elemen matriks dalam tubuhku riuh berpesta karna hatiku tak bisa pegang kendali. Ku menjalani, tapi hatiku tak berkata “ya”. Aku tahu kalau aku salah jalan, tapi aku tak segera putar arah. Seolah ada yang berbisik, “sudah terlanjur”. Bodoh. Seharusnya aku segera sadar. Tapi aku tak tahu bagaimana cara putar arah. Aku tahu ini salah. Tapi bingung untuk memulai awal yang benar.

Ternyata : The real solution is ?? Dengan ikhtiar dan tawakal. Ikhtiar = usaha sungguh2. Tawakal = berserah diri pada Allah. Jangan pernah berpikiran kalau kita diam dalam kotak dungu, masalah akan selesai dengan sendirinya. Kita harus gesit mencari celah untuk tangga kemajuan. Walaupun kadang dungu itupun perlu, dungu dalam hal2 tertentu. Jangan lantas kita tuli dengan nasehat2 orang lain, walaupun kita pun terkadang harus tuli dalam hal2 tertentu. Kalau memang tak tuli, apa salahnya sekedar menjadi actor/aktris, judulnya ber-acting tuli. ^^

Seperti kisah terkenal, sang katak…

Alkisah ada tigabelas pejuang katak (*kenapa tigabelas = karena itu nomor presensiku di kelas sekarang :D __gakpentingdotcom). Ya, tigabelas katak mengikuti perlombaan untuk mencapai puncak setinggi Himalaya yang sangaaaaaad licin(*lebai). Siapa yang bisa mencapai puncak dialah yang menang (*yaiyaaalah, masak yang jatuh duluan yang menang). Maksud penulis barang siapa ada katak yang bisa mencapai puncak dengan waktu tercepat, maka akan mendapat imbalan istimewa dari sang Raja. Yaaaa, perlombaan dimulai, disaksikan ribuan warga katak2 lain. Riuh suara bergemuruh menyoraki kemustahilan bisa mencapai puncak tersebut.

“Mana mungkin bisa mencapainya, itu tinggi sekali”. “Sia-sia saja berusaha mencapai puncak, tiang itu sangat licin”. “Hanya katak2 bodoh yang mau ikut perlombaan itu, mustahil bisa mencapai puncak”.

Akhirnya, satu persatu katak2 itu berguguran. Satu, dua, tiga, ….duabelas. Genap duabelas katak jatuh tak sukses mencapai puncak. Tapi tahukah engkau kawan? Satu ekor katak masih terus melaju keatas menuju puncak tiang. Sedangkan para katak penonton masih riuh bersorak, “ aiihhh, mustahil mencapai puncak, itu hanya teori belaka”. “Sebentar lagi juga akan jatuh”, dll. Tapi ternyata katak itu terus dan terus melaju dan sampai akhirnya mencapai puncak. Dan taukah engkau kawan? ternyata katak sang juara itu adalah katak tuli. Sehingga katak tersebut tak mendengar kata2 dan sorakan kemustahilan dari sang penonton. Sorakan kemustahilan itu menjadi sugesti negatif bagi pejuang katak yang lain. Karena sama sekali tak mendengar kata2 kemustahilan, katak pemenang hanya fokus pada tujuan. Katak pemenang yakin bahwa bukan suatu yang mustahil untuk mencapai puncak. Yang ada dalam pikiran katak itu hanyalah terus melaju untuk menjadi pemenang dan menjadi sang juara tanpa sedikit pun mendengar sugesti negative dari yang lain. Dia melaju dengan sugesti positif yang timbul dari dirinya sendiri. Dan katak itu benar-benar mencapai puncak dan menjadi sang juara.

Usut punya usut keduabelas katak yang jatuh itu tidaklah tuli, sehingga mereka mendengar sugesti negative para penonton bahwa mustahil mencapai puncak. Katak yang terakhir jatuh, sudah berusaha ber-acting tuli tapi ternyata acting nya kurang sempurna. Yaaaaa ia masih membaurkan sugesti negative masuk dalam pikirannya. Berusaha tak mendengar, tapi ternyata belum sepenuhnya mampu.

Buruk kah keduabelas katak yang jatuh dan belum menjadi pemenang itu??? Tidak. Sama sekali tidak. Mereka itu katak2 hebat, tapi belum beruntung. Kenapa begitu? Karena begini??*gaknyambunglagi. Mau mencoba menjadi peserta itu adalah pilihan yang luar biasa. Mau mencoba mengikuti perlombaan sebelum berucap kata menyerah. Daripada katak penonton__hanya sekedar menonton dan mencemooh.^^

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS : Ar Ra’d)

[767]  bagi tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat Ini ialah malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut malaikat Hafazhah.

[768]  Tuhan tidak akan merubah keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.

 

Sugesti itu memang benar adanya. Sugesti baik bisa dikatakan berpikiran positif dalam segala hal. Memaksimalkan potensi positif, meminimumkan pikiran2 negatif, membuat kita menjadi lebih bersemangat dan insyaAllah mendapatkan sesuai sugesti kita. Yakin bisa sukses ujian, yakinlah, bersemangatlah belajar, sugestikan positif pada diri bahwa kita mampu. Chaaayountuk UAS, kompre dan skripsi ^^.

Jangan sampai, baru liat soal matematika aja uda bilang “Ahh, sulit”, yaa efeknya kita kesulitan dalam mengerjakannya. Tapi coba kita berpikiran positif, “matematika, waaaw menarik dan menantang, aku pasti bisa”. Imbasnya pun kita akan senang dalam mengerjakan dan lebih mudah mengerjakannya.

Tahukah kawan?? Dan bakhan air pun bisa memantulkan sugesti dari ulah kita. Sebuah penelitian yang menakjubkan dari Dr. Masaru Emoto __Universitas Yokohama Jepang. Dengan ketekunannya melakukan penelitian terkait perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, didinginkan sampai -5Oc di laboratorium__di foto dengan mikroskop electron dengan kamera kecepatan tinggi dan ternyata molekul air membentuk Kristal segienam yang indah. Percobaan diulangi dengan membaca kata, “ Arigato” Kristal membentuk dengan keindahan yang sama kristal saat kita ucapkan “cinta dan terimakasih” Kristal yang terbentuk juga indah. Selanjutnya ditunjukkan kata “kamu bodoh”, Kristal air membentuk sesuatu yang acak, kacau tak beraturan.

So, mari kita bersugesti positif, mengatakan hal2 positif, jangan mudah berkata tidak bisa sebelum mencoba*dalam hal positif tentunya. Yakin dan tanamkan mimpi2 positif dalam diri kita.  “Be positive. What you think, is who you become. Dream. Dream big. Feel it. Believe it. Achieve it.”

Dan molekul kristal air zam-zam ternyata begitu indah kawan. Subhanallah.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS Ar-Rahman)

———————-

mari kita berusaha menjadi kristal2 yang indah dengan selalu berpikiran positif. Jadikan hari kita menjadi rangkaian kristal-kristal kehidupan yang indah. Merangkai kristal dalam tiap nafas, dan sampai suatu ketika kita akan bangga dengan mahkota kristal kesuksesan itu. ^^

(Sumber: http://endricahyo2safi3.wordpress.com/2011/02/09/kristal-kesuksesan/)

2 thoughts on “Kristal Kesuksesan

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s