Kualitas tidur

Tidur, siapa sih yang enggak pernah tidur?? Semua orang pasti melakukannya karena itu adalah salah satu cara untuk memenuhi hak tubuh kita… Seharusnya kita tidak hanya berfokus untuk mengatur sejumlah prioritas dalam aktivitas sehari-hari, tetapi kita juga harus bisa mengatur waktu kita tidur yang optimal yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Tapi kadang kita melupakan hal itu, kadang tubuh kita dipaksa untuk bekerja siang dan malam sehingga tubuhpun tidak mendapatkan hak untuk beristirahat.. termasuk saya hehe… :D , Namun enggak bisa dipungkiri klo malam hari memang waktu yang pas untuk belajar ataupun mengerjakan pekerjaan kantor yang membutuhkan konsentrasi yang lebih.

Dalam QS. Al-Furqaan ayat 47:

“Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” (QS. Al-Furqaan: 47)

Kualitas tidur yang kurang optimal dapat menyebabkan sistem tidur menjadi tidak seimbang sehingga tubuh kehilangan energi lebih besar. Namun kita juga harus mengetahui bahwa lamanya tidur tidak memberikan pengaruh positif pada tubuh, karena yang lebih penting adalah kualitas tidur yang menentukan kualitas fisik, mental, dan emosional seseorang.

Allah menciptakan manusia dan organ-organ tubuhnya untuk bekerja di waktu siang dan beristirahat di malam hari.

QS. Adz-Dzariyaat ayat 15-18:

(15) Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, (16) Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. (17) Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. (18) Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

Tidur optimal berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan sunnah di atas, sama dengan apa yang dikatakan Dr Ray Meddis, profesor di Department of Human Sciences, England University of Technology, mengatakan bahwa manusia sebenarnya hanya perlu tidur malam selama tiga jam. Oleh karena itu, pengaturan waktu tidur yang baik haruslah sesuai kadar yang dibutuhkan dan dilakukan secara optimal..

Selain tidur di awal malam, Rasulullah menganjurkan untuk mematikan lampu ketika tidur. Hal tersebut sesuai dengan hadits:

“Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut dapat dijelaskan melalui mekanisme fisiologis pada manusia. Saat kondisi lingkungan mulai gelap, sintesis dan sekresi hormon melatonin oleh kelenjar pineal meningkat. Produksi hormon ini mempengaruhi aktivitas otak dalam menimbulkan rasa kantuk, sehingga semakin malam, orang akan merasa semakin mengantuk. Fungsi dari rasa kantuk adalah sebagai sinyal positif tubuh agar segera mengistirahatkannya. Hormon yang mempengaruhi irama sirkadian ini kemudian akan menyesuaikan sehingga terjadi sinkronisasi antara siklus tidur dengan siklus pergantian siang dan malam di lingkungan.

Tidur yang berkualitas di malam hari merupakan upaya optimalisasi dalam detoksifikasi untuk menetralisir toksin yang mengontaminasi tubuh. Detoksifikasi tubuh, terjadi terutama pada hati, tercapai optimal saat tidur. Mekanisme tersebut berkaitan erat dengan diproduksinya antioksidan sebagai penetral toksin. Pada tidur yang berkualitas, detoksifikasi hati dapat berjalan optimal, khususnya dalam pembentukan asam amino glutathione sebagai antioksidan yang menetralisasi stres oksidatif dan radikal bebas.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam tuntunan Islam, manajemen tidur di malam hari dilakukan dengan tidur di awal malam dan bangun di awal sepertiga malam dengan mematikan lampu saat tidur. Tidur yang berkualitas di malam hari melalui manajemen tersebut menjadikan detoksifikasi hati berjalan optimal melalui pembentukan antioksidan yang menetralisasi stres oksidatif dan radikal bebas. Islam telah mengatur segala sesuatu dengan sempurna. Apabila umat Islam mengamalkannya secara keseluruhan tentu akan bermanfaat di dunia maupun akhirat. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah berikut:

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (Al-An’am: 153)…

Mudah-mudahan setelah kita baca artikel ini kita akan lebih tahu bagaimana kita harus mengatur waktu tidur seoptimal mungkin, sehingga kita bisa memenuhi hak-hak tubuh kita dengan baik…

Sebagian bersumber dari artikel Fakultas Kedokteran Surakarta

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s