Tips mencegah virus masuk komputer

Sebaik apapun antivirus yang kita gunakan + Update terbaru pun tidak menjamin komputer bebas dari virus, karena virus selalu berkembang dan update anti virus [sebagian besar] hanya mengikuti perkembangan virus itu sendiri ( jadi ketika virus sudah menyebar, kemungkinan anti virus bisa mendeteksi baru beberapa hari kemudian ). Tetapi Komputer tanpa anti virus jauh lebih rentan untuk terkena virus

Bagi sebagian besar pengguna, mungkin artikel ini sudah biasa dan bukan barang yang baru lagi, tetapi bagi pengguna biasa / awam mungkin dapat bermanfaat untuk mencegah virus masuk / menular ke PC kita. Mengingat perkembangan virus dalam negeri yang begitu pesat. Hal ini mungkin karena banyaknya [adanya] source code yang menjelaskan cara pembuatan virus yang dipublikasikan secara umum, yang mungkin maksudnya sekedar tukar informasi saja, tetapi diluar itu kemungkinan banyak yang mengembangkan sendiri untuk membuat virus dan memancing programmer untuk mencoba-coba.

Beberapa hal yang perlu di persiapkan untuk mencegah virus masuk/menular ke komputer kita adalah:

  • Gunakan antivirus yang senantiasa di update, paling tidak seminggu sekali, jika online maka aktifkan auto update pada antivirus
  • Non aktifkan fasilitas autorun pada komputer kita, sehingga CD-ROM maupun flashdisk yang kita masukkan ke komputer tidak langsung menjalankan file yang ada di dalamnya.
  • Tampilkan semua ekstensi file windows, termasuk file system windows. Caranya : Di windows explorer buka menu Tools > Folder Options… kemudian pilih tab view Kemudian pilih (aktifkan) opsi “show hidden files and folder”, hilangkan check pada pilihan “Hide extensions for known file types” juga hilangkan tanda check pada “Hide protected operating system files (Recommended)”.
  • Periksa setiap flashdisk yang dimasukkan apakah ada file autorun.inf, jika ada coba dilihat isinya, jika mengacu ke sebuah file .exe, .dll atau .scr yang aneh / hidden, segera hapus file-nya atau scan dengan antivirus
  • Ini yang mungkin sangat penting : Jika komputer digunakan oleh banyak orang, minta agar pengguna berhati-hati sebelum menjalankan sebuah file, jangan hanya melihat icon-nya, tapi melihat ekstensinya. Misalnya file itu dengan icon ms word, excel, gambar, mp3 dsb tetapi kok berekstensi .exe, .scr, .vbs, .bat atau tidak sesuai dengan iconnya, harap diwaspadai
  • Gunakan tools / program seperti autoruns untuk melihat file/program apa saja yang berjalan ketika windows diaktifkan. Jika ada program yang aneh segera tanyakan kepada orang yang lebih tahu.
  • Semoga artikel ini bermanfaat, jika ada tambahan/masukan tips silahkan, diharapkan akan menambah keamanan dalam menggunakan komputer

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, ada banyak ciri apabila komputer kita terinfeksi virus:
– Komputer menjadi lemot
– banyak short cut.
– Tampilan komputer menjadi berubah
– Media penyimpanan seperti disket, flashdisk, dan sebagainya langsung mengkopi file aneh tanpa kita kopi ketika kita hubungkan ke komputer.
– Komputer suka restart sendiri atau crash ketika sedang berjalan.
– Terdapat banyak folder yang bernama sama dan ukurannya pun sama
– Komputer hang atau berhenti merespon kita.
– Harddisk tidak bisa diakses
– Printer dan perangkat lain tidak dapat dipakai walaupun tidak ada masalah hardware dan software driver.
– Sering ada menu atau kotak dialog yang error atau rusak.
– Menu folder option hilang (Tools->Folder option)
– Komputer berusaha menghubungkan diri dengan internet atau jaringan tanpa kita suruh.
– File yang kita simpan di komputer atau media penyimpanan hilang begitu saja atau disembunyikan virus.

Contoh bentuk media penyebaran virus komputer dari komputer yang satu ke komputer yang lain :
– Media Penyimpanan (disket, flashdisk, harddisk eksternal, zipdisk, cd, dvd, bluray disc, cartridge, dan lain sebagainya)
– Jaringan lan, wan, man, internet dan lain sebagainya.
– File attachment atau file lampiran pada email atau pesan elektronik lainnya.
– File software (piranti lunak) yang ditunggangi virus komputer.

Cara yang paling ampuh agar kompi kita tidak terinfeksi virus diantaranya tentu saja menginstal antivirus seperti AVG, Avira, Norton, Kaspersky, dll ntuk menghajar virus internasional lalu antivirus lokan seperti smadav untuk menghajar virus lokal.
Kita juga harus rajin mengupdate antiviruus tersebut, hal ini untuk mengindari varian virus yang baru sehingga antivirus kita dapat mengatasinya.
Selain itu, sebaiknya kita mem-backup data atau hasil pekerjaan kita yang sangat penting ntuk barjaga-jaga agar apabila kompi kita terkena virus, data-data yang penting tidak ikut musnah karena terkadang apabila sebuah file telah terkena virus tidak dapat di-clean/di-heal oleh antivirus.
Jangan sembarangan mengkopi sebuah file apapun dari komputer yang sering digunakan orang misalnya warnet atau komputer kantor, sebaiknya memilih komputer yang benar2 bersih dari ancaman virus.
(Sumber: Dari berbagai sumber)

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s