Narsisku, Tulisanku

Selalu saja ada rasa ketidakpercayaan diri jika tulisanku dibaca oleh orang lain. Entah mengapa penyakit itu selalu menerpaku saat aku berniat mau berbagi tulisan ke orang lain. Perasaan ”was-was” seakan menghantui. ”Aduh, tulisanku jelek!” Suatu ketika aku membanthin. Alhasil, tulisan-tulisanku hanya terbenam dalam buku harian. Boro-boro diikutkan dalam lomba menulis, dibaca oleh saudara sendiri saja rasanya malu sekali. Sepertinya, aku lebih pemalu jika dibandingkan dengan bunga Putri malu. Semua itu, lagi-lagi pada persoalan yang sama; ”Aku tidak percaya diri jika tulisanku dibaca dan dikritik orang lain.”

Kebiasaan buruk itu berusaha kuenyahkan dalam kehidupanku. Hal itu berawal dari sebuah workshop menulis yang aku ikuti waktu SMA. Ketika itu, aku senang bukan kepalang bisa bertemu langsung dengan Mbak Asma Nadia, salah satu penulis produktif di Indonesia. Aku tergugah dengan motivasi menulis yang beliau sampaikan. ”Jangan marah jika tulisan kita dikritik! Tapi sebaliknya, kita harus senang, karena tulisan kita dibaca oleh orang lain. Berbangga lah, sebab si pembaca tersebut sudah mengorbankan tenaga dan waktunya untuk membaca tulisan kita, kata demi perkata.” Ucapnya. Saat itu juga, lantas semangatku meningkat. Detak jantung berdegub kencang. Otot-ototku pun terasa lebih kuat. Semangat untuk menjadi penulis sukses pun kian membuncah.

Tak hanya mengikuti workshop menulis bersama Mbak Asma Nadia, tetapi aku juga mengikuti berbagai workshop menulis lainnya. Itulah yang telah membulatkan tekadku untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Hingga kini, aku semakin narsis dengan tulisanku. Jika ada tulisan yang telah aku buat, maka dengan rasa percaya diri, aku langsung mempublikasikannya di blog atau di catatan facebook. Alhamdulillah, ada banyak masukan dan kritikan yang sangat membangun untukku.

Bagiku, narsis dalam mempublikasikan tulisan itu penting. Buktikanlah bahwa kita bisa, meskipun tulisan yang kita buat terbilang sederhana. Intinya, jangan pernah menyerah untuk belajar, sehingga kita bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas. So, keep writing! dan warnai dunia dengan tulisanmu.

 

11 thoughts on “Narsisku, Tulisanku

  1. Saya kira setiap orang/blogger pasti pengen tulisannya bagus, dan keinginan inilah yang pada dasarnya menjadi standar dan kadang sekaligus juga penghalang untuk mempublikasikan tulisannya. Yah, semuanya berproses…

    Kadang yang menjadi penghalang juga adalah batasan kategori yang sudah kita tetapkan sebelumnya dalam menulis sesuatu di blog. Sebagian blogger memang tidak berminat untuk menceritakan segala sesuatu hal di dalam blognya, mungkin hanya tema-tema tertentu. Padahal tema apa saja selagi dikemas dengan baik jadinya tetap baik…

    *btw, saya suka nasyid di blog ini. Selalu bernyanyi kita saya berkunjung ke sini:mrgreen:
    Apa ya judulnya?

  2. benerrrr bgt tuuh,,awalnya jga aq g PD bgt klo tulisanku di baca orang
    *komsumsi sendiri*🙂
    tapi pas aq baca lagiii tulisanku kadang aku jga g percaya klo itu tulisanku,,maka deng membulatkan tekad aq pun mmpubliksaikn tulisanku ,,,hasilnya yah macem2,,
    maaf sedikit curhat ^^
    SEMANGAT TERUS MENULIS!!! ^o^

    • hehehe..ga papa curhat kok. mau panjang2 jg boleh. monggo🙂
      Apa yg dialamin mba, ga jauh berbeda jg dgn sy, terkdg ga percaya kalo tulisan yg q bwt sndiri itu adalah karyaq. kadang tertawa, terkadang jg hanya menggangguk. haha…😀

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s