Love is You, Mother!


Ibu, saat ini umurmu melebihi setengah abad. Tepatnya yaitu berumur 56 tahun. Bisa kubayangkan bahwa engkau telah banyak memakan asam garam kehidupan. Itu terlihat jelas dari banyaknya guratan halus di dahimu. Juga nampak dari kulitmu yang membungkus tulang rapuh, yang tentu saja kulit itu sudah akrab dengan terik matahari maupun rintik hujan. Bahkan rambutmu telah bermetafosis menjadi putih, yang menandakan begitu lamanya kehidupan yang engkau lalui di dunia ini.

Ibu, meski engkau telah dimakan umur, namun aku selalu bangga padamu. Sikap penyabar dan semangatmu yang berapi-api lah yang menjadikan dirimu awet muda. Alhamdulillah, sikap terpujimu itulah yang menjadikan diri ini menjadi muslimah yang baik dan tangguh. Tentunya berkat ikhtiar yang tak kenal lelah, dan doamu yang tak pernah henti kepada Sang Khalik sehingga aku bisa menjadi seperti itu.

Saat ini aku berumur 21 tahun. Tentunya banyak kenangan indah yang aku alami bersama Ibu mulai dari kecil hingga dewasa. Mengingat cerita masa kecil, aku butuh waktu beberapa menit untuk mengumpulkan mozaik-mozaik kejadian itu. Apalagi mengingat cerita ketika baru mengenyam bangku Sekolah Dasar (SD). Setelah teringatkan dengan hal itu, kadang aku tersenyum atau tertawa sendiri. Sepertinya, ada kerinduan yang mendalam pada masa itu.

Baca lebih lanjut

Iklan

I was Lucky (On January, twenty second, 2012)

Bertepatan sebulan yang lalu, MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Palu menyelenggarakan Kegiatan Bedah Buku “Catatan Hati Oki Setiana Dewi”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Al-Muhsinin Jl. Sis Al jufri Palu, kamis (22/1).  Diperkirakan ada sekitar 600an muslimah yang mengikuti kegiatan ini.

 

Alhamdulillah saya bisa  mengikuti kegiatan bedah buku tersebut secara gratis. Mengapa demikian? Karena status keikutsertaan saya yaitu sebagai delegasi dari LDK UPIM UNTAD.

  Baca lebih lanjut

Mubes ke XVI LDK UPIM; Lahirkan Nahkoda Baru

Lembaga Dakwah Kampus Unit Pengkajian Islam Mahasiswa Universitas Tadulako (LDK-UPIM UNTAD) sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) ke XVI. Kegiatan  yang berlangsung di Gedung Islamic Center ini, dihadiri sebanyak 50 orang peserta. Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.30 WITA, dan secara resmi dibuka oleh Asmadi Weri, SH, MH selaku Pembantu Rektor III Untad, Sabtu (28/1).

Musyawarah Besar (Mubes) ke XVI ini terbilang cukup ”wah” dan banyak warna, layaknya pelangi. Mulanya, panitia menargetkan kegiatan ini dapat berlangsung selama 2 hari saja seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun ternyata di luar perkiraan, yaitu berlangsung selama 4 hari. Mulai 28 s/d 29 Januari, kemudian dilanjutkan pada 31 Januari s/d 1 februari 2012. Tentunya kemoloran waktu tersebut, dilakukan demi tercapainya suatu keputusan musyawarah mufakat.

Dalam pemilihan ketua baru, telah diusung sebanyak 13 balon (bakal calon). Kemudian setelah mengalami seleksi,  5 orang  ditetapkan menjadi calon ketua. Hingga selanjutnya tersisa 2 orang yang lolos dalam seleksi kedua. 2 orang tersebut yaitu Sadli (mahasiswa FKIP) dan Muhammad Khaidir (mahasiswa FEKON).

Telah ditetapkan dalam mubes bahwa dalam mengambil setiap keputusan, diupayakan dengan cara musyawarah mufakat, yaitu pengambilan keputusan yang sesuai dengan syariat Islam. Melalui keputusan musyawarah mufakat, Akhirnya terpilihlah Muhammad Khaidir sebagai Ketua UPIM yang akan menahkodai kepengurusan periode 2012.

Baca lebih lanjut

GAME EDUKASI “ADVENTURE OF YOJO” BERBASIS ROLE-PLAYING-GAME (RPG) SEBAGAI SOLUSI PELESTARIAN BUDAYA SULAWESI TENGAH

Indonesia sangat kaya dengan aneka macam kebudayaan daerah, dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari bahasa, pakaian adat, budaya dan tradisi, budaya tari-tarian, aneka seni rupa, dan lain sebagainya. Semua itu terkombinasi menjadi bagian yang sangat unik dari kebudayaan nasional itu sendiri. Meski terkenal sebagai negara yang kaya akan kebudayaan, namun banyak masyarakat Indonesia yang tidak merasa bangga dengan kekayaan itu. Mereka lebih bangga dengan budaya asing yang masuk ke Indonesia, seperti budaya Korea dan budaya Jepang yang seolah menjadi kiblat atau trend masa kini. Jika kebanggan pada budaya luar terjadi secara berlebihan dibanding dengan budaya bangsa kita sendiri, itu dapat diartikan bahwa saat ini nasionalisme bangsa  begitu rendah. Jika hal demikian ditambah juga dengan lemahnya perlindungan kebudayaan negeri, maka tak dapat dipungkiri lagi, akan sangat mudahnya bangsa lain untuk mengklaim budaya yang kita miliki sebagai budaya mereka.

Tanda-tanda tergerusnya budaya lokal, telah nampak pula pada masyarakat Sulawesi Tengah. Misalnya, jika ditanya mengenai kebudayaan yang ada di Sulawesi Tengah, banyak kaula muda yang tidak mengetahui wawasan kebudayaan tersebut, akan tetapi jika ditanya tentang budaya luar (misalnya budaya Korea dan Jepang), mereka dengan detailnya menjelaskan hal tersebut.

Baca lebih lanjut

13 Program Beasiswa Dari IIEF. Buruan Daftar!

The Indonesian International Education Foundation (IIEF) setiap tahunnya menawarkan berbagai beasiswa untuk mahasiswa asal Indonesia. Pada tahun 2012 ini, ada 13 program beasiswa yang bisa Anda coba!

Program Development and Communication Associate IIEF, Annisa Sabrina Hartoto, Selasa (14/2/2012), mengatakan, sebagai lembaga Indonesia non-profit atau lembaga swasta yang mengelola dana-dana dari sponsor (asing dan lokal, baik perusahaan atau pun perwakilan pemerintah), IIEF membuat suatu program yang bisa memajukan bangsa Indonesia lewat pendidikan internasional. Sebanyak 13 program beasiswa yang dibuka pada tahun ini terbagi dalam tiga kelompok, yaitu untuk S-1, S-2 dan S-3, dan non-akademik.

Baca lebih lanjut

Hilya Ariyani; Grantee IELSP Cohort X Asal Palu (Sulawesi Tengah)

Me, Pujiati Sari In Singapore Flyer, SIngapore

 Hilya Ariyani, sosok yang mudah bergaul, hingga orang yang baru kenal dengan dia pun merasa bertemu dengan teman lama. Ya, itu lah yang saya alami! Tepatnya Senin, 20 Februari 2012, saya kopdar (ketemuan) dengan beliau di rumahnya. Sebenarnya, udah 1,5 bulan yang lau kita janjian pengen ketemuan, tapi baru kemarin bisa terrealisasikan.

Pukul 17.00 WITA, saya dan sahabat saya, Siti Wasiah, datang ke rumah Hilya. Sebenarnya sih, ada 2 orang teman saya yaitu Dinda dan Nisa yang pengen ketemuan juga dengan beliau. Namun, karena ada kesibukan lain sehingga hanya saya dan Siti lah yang bisa bertemu dengan beliau hari itu.

Baca lebih lanjut

Pujiati Sari, Grantee of IELSP Cohort XI

Me, Pujiati Sari At Ben Coolen Hotel, Singapore

Mungkin teman-teman semua bertanya; “Loh kok? Emang udah ada cohort XI nya?”. Hihi itu emang statement yang saya tulis beberapa bulan yang lalu. Besar-besar tulisan itu saya taruh di dinding kamar saya. Mimpi terbesar yang selalu saya perhatikan tiap kali lewat ke sana kemari. Hal itu saya lakukan untuk memotivasi saya agar selalu optimis dalam meraih beasiswa IELSP. Tapi entah kenapa saya sangat yakin dan seyakin yakinnya kalo saya lah grantee dari palu untuk cohort XI nanti. Bukannya sok, bahwa saya yang terbaik dari teman-teman yang lainnya. Jujur, saya tetap menghargai mereka yang lainnya. Saya tidak mau jadi pribadi yang sombong, bahwa saya hebat ini dan hebat itu. Saya tidak mau takabbur (Ih, ngeri!). 

Saya hanya optimis bahwa saya bisa menjadi pribadi yang hebat, dan saya akan buktikan bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa IELSP cohort XI ini. Lah kenapa saya ngotot sekali mesti dapet cohort XI ini? Karena cohort XI yang akan dibuka di bulan Oktober 2012 nanti, adalah kesempatan terakhir saya untuk mencoba IELSP. Mengapa demikian? Karena graduation plan saya ditargetkan pada Juli 2013. Hmmm, demi IELSP, sekali lagi, hanya demi IELSP saya menunda kelulusan!!! Sekali lagi ya, HANYA DEMI IELSP saya menunda kelulusan!!! Bayangkan aja, kemungkinan saya 5 tahun akan menempuh penididkan S1. Itu kalo saya lulus IELSP. Tapi kayaknya harus! Harus, dan harus! (Ih, kenapa nih orang. Ngotot banget sih. Hehe). Hmmm, tapi kalo Allah tidak menjodohkan saya di IELSP, insya Allah saya lulus Desember 2012.

Baca lebih lanjut