GAME EDUKASI “ADVENTURE OF YOJO” BERBASIS ROLE-PLAYING-GAME (RPG) SEBAGAI SOLUSI PELESTARIAN BUDAYA SULAWESI TENGAH

Indonesia sangat kaya dengan aneka macam kebudayaan daerah, dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari bahasa, pakaian adat, budaya dan tradisi, budaya tari-tarian, aneka seni rupa, dan lain sebagainya. Semua itu terkombinasi menjadi bagian yang sangat unik dari kebudayaan nasional itu sendiri. Meski terkenal sebagai negara yang kaya akan kebudayaan, namun banyak masyarakat Indonesia yang tidak merasa bangga dengan kekayaan itu. Mereka lebih bangga dengan budaya asing yang masuk ke Indonesia, seperti budaya Korea dan budaya Jepang yang seolah menjadi kiblat atau trend masa kini. Jika kebanggan pada budaya luar terjadi secara berlebihan dibanding dengan budaya bangsa kita sendiri, itu dapat diartikan bahwa saat ini nasionalisme bangsa  begitu rendah. Jika hal demikian ditambah juga dengan lemahnya perlindungan kebudayaan negeri, maka tak dapat dipungkiri lagi, akan sangat mudahnya bangsa lain untuk mengklaim budaya yang kita miliki sebagai budaya mereka.

Tanda-tanda tergerusnya budaya lokal, telah nampak pula pada masyarakat Sulawesi Tengah. Misalnya, jika ditanya mengenai kebudayaan yang ada di Sulawesi Tengah, banyak kaula muda yang tidak mengetahui wawasan kebudayaan tersebut, akan tetapi jika ditanya tentang budaya luar (misalnya budaya Korea dan Jepang), mereka dengan detailnya menjelaskan hal tersebut.

Merasa prihatin atas masalah tersebut, maka saya dkk menggagas sebuah ide kreatif. Tepatnya sekitar bulan Oktober 2011 lalu, saya dkk mengikuti kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) yang diselenggarakan oleh DP2M DIKTI. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pengajuan proposal. Judul proposal yang kami tawarkan yaitu, Game Edukasi “Adventure of Yojo” Berbasis Role-Playing-Game (RPG) sebagai Solusi Pelestarian Budaya Sulawesi Tengah. Jika proposal tersebut lolos berkas, maka akan didanai oleh DP2M DIKTI sekitar 10juta untuk melaksanakan program tersebut. Kemungkinan pengumuman yang lolos berkas akan diinformasikan pada pertengahan bulan januari 2012.

Ide kreatif yang kami tawarkan pada proposal PKM-KC yaitu pembuatan software berupa game edukasi yang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam pelestarian budaya di Sulawesi Tengah. Ide ini tercetus ketika melihat banyaknya orang yang gemar bermain game online, dari berbagai kalangan. Oleh karena itu, kami pun berpikir untuk mengintegrasikan kebudayaan Sulawesi Tengah dalam bentuk game, yang merupakan salah satu solusi kreatif dalam melestarikan kebudayaan lokal. Selain itu, diharapkan game tersebut dapat tersebar luas manfaatnya, yang tidak hanya tersebar secara lokal, tetapi juga secara nasional, bahkan internasional. Keunggulan dari game edukasi ini yaitu tak sekedar menyuguhkan sisi fantasi atau kesenangan belaka, tetapi juga sisi pendidikan berupa khazanah kebudayaan Sulawesi Tengah, sehingga menjadi salah satu cara yang efektif dan menyenangkan dalam mempelajari kebudayaan.

Selang beberapa bulan, tepatnya 16 Januari 2012, Alhamdulillah saya, dkk memperoleh info bahwa proposal PKM-KC kami dinyatakan lolos seleksi dan akan didanai oleh DP2M DIKTI. Harapannya, semoga game yang diciptakan dapat bermanfaat buat semua kalangan. Harapannya juga, semoga mampu merubah paradigma masyarakat terhadap sebuah game, yang mana game sebagai teknologi yang tak hanya bermanfaat sebagai hiburan, tetapi juga sebagai edukasi. Game yang bisa bermanfaat untuk melestarikan budaya dan nilai luhur bangsa Indonesia.

9 thoughts on “GAME EDUKASI “ADVENTURE OF YOJO” BERBASIS ROLE-PLAYING-GAME (RPG) SEBAGAI SOLUSI PELESTARIAN BUDAYA SULAWESI TENGAH

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s