Facebook Oh Facebook

Aku adalah seorang gadis yang hidup di keluarga yang terbilang sederhana. Orangtuaku bukanlah seorang pegawai negeri. Bukan pula seorang pengusaha sukses. Juga bukan seorang yang konglomerat yang punya banyak harta. Orangtuaku hanyalah seorang pekerja keras.

Penghasilan orangtuaku sangat pas-pasan setiap harinya. Bagiku, untuk bisa memenuhi makan sehari-hari saja itu sudah cukup. Aku paham dengan keadaan orangtuaku, sehingga aku tak berani dan merasa risih jika meminta kepada orangtua untuk membeli barang-barang yang mewah. Selama ini yang aku beranikan hanyalah untuk kebutuhan sekolah dan kuliah saja. Bagiku, akan percuma saja minta ini dan itu kepada mereka, nah toh mereka tak mampu membelikan barang-barang mewah yang aku inginkan.

Lantas aku tak hanya berdiam diri meratapi nasibku. ”Aku tahu bahwa Allah mempunyai niat baik menakdirkanku seperti ini. Tugasku hanyalah bersangka baik pada-Nya. Ku yakin bahwa setiap orang sudah diatur rezekinya masing-masing. Tak kan tertukar rezeki yang satu dengan yang lainnya. Itulah kemaha besaran Allah SWT,” Ucapku membathin. Bagiku, kata-kata itulah yang menjadi suntikan yang dapat membesarkan hatiku. Lantas aku memutar otak bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan sesuatu yang aku inginkan tanpa menambah beban orangtua.

Alhamdulillah, sekitar tahun 2009 akhirnya aku dikenalkan dengan yang namanya ’Facebook’. Melalui jejaring sosial inilah aku mulai mengais rezeki. Mengais rezeki dengan cara mengikuti berbagai kuis dan perlombaan via facebook. Bagiku, dengan adanya facebook, sesuatu yang sulit menjadi mudah, dan sesuatu yang amat jauh bisa menjadi sangat dekat sekali. Yah inilah salah satu teknologi yang saat ini digandrungi oleh semua kalangan masyarakat.

Banyak orang yang menggunakan facebook sebagai tempat berbagi perasaan dan pikiran, hingga tak sedikit yang membagikan rasa kegalauan dan kegelisannya di dinding atau wall facebook. Kadang juga berkomen ria tak jelas di facebook. Bagiku, hal itu merupakan kesia-siaan belaka. Banyak orang yang setiap harinya melakukan aktivitas yang tak ada gunanya di facebook. Namun prinsipku sangatlah berbeda ketika berfacebook.

(To be continue :p)    

2 thoughts on “Facebook Oh Facebook

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s