Belajar Dari Negara Finlandia

Sistem pendidikan Finlandia adalah yang terbaik di dunia. Predikat ini diperoleh berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh OECD. Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika (http://jokowaluyomagetan.blogspot.com)

Mengejutkan bukan? Mengapa bukan Amerika atau Jepang atau yang lainnya? Kira-kira apa yang membuat negara ini “wah” dari segi pendidikan?

Menurut saya, kita sebagai negara ketiga perlu belajar banyak dari Finlandia. Berikut ini penjelasan mengapa Finlandia unggul dalam hal pendidikan, diantaranya sebagai berikut.

Pertama, di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula (http://jokowaluyomagetan.blogspot.com).

Jika dibanding dengan Indonesia, masih banyak para pengajar yang niatnya setengah hati dalam mengajar. Bahkan yang bikin miris hati yaitu ada pengajar yang mengajarkan materi bukan pada jurusannya, sehingga ilmu yang diajarkannya “cetek” bahkan asal-asalan. Sebenarnya hal itu terjadi karena kekurangan tenaga pengajar, dan sering terjadi di daerah-daerah terpencil. Olehnya itu, pemerintah perlu menangani masalah ini.

Kedua, Pemerintah Finlandia memberikan sekolah gratis dari tingkatan SD hingga universitas (http://www.ligagame.com/forum/index.php?topic=60471.0;wap2)

Meski di Indonesia sudah mulai digratiskan biaya pendidikan 9 tahun dengan menggunakan dana bos, tapi biaya buku dan administrasi lainnya ternyata merogok kocek yang tinggi. Olehnya itu, masih ada masyarakat pelosok yang belum tersetuh dengan pendidikan gratis ini.

Ketiga, di Finlandia, ujian atau test hanya sebagai evaluasi pembelajaran, bukan penentu kenaikan kelas atau kelulusan (http://jokowaluyomagetan.blogspot.com).

di Indonesia, contohnya Ujian Nasional bagaikan bomerang bagi siswa. Banyak siswa yang stress, dan nekad bunuh diri karena tidak lulus. Alangkah baiknya pemerintah Indonesia juga menerapkan sistem seperti di Finlandia, bahwa ujian nasional bukan factor penentu kelulusan siswa.

Keempat, Selama 40 tahun ini, Finlandia konsisten terhadap kebijakannya dalam bidang pendidikan (http://wahyudinmahardika.blogspot.com/2011/11/belajar-kepada-negara-finlandia.html)

Ini yang mesti pemerintah Indonesia ikuti. Coba kita menoleh ke belakang, Di Indonesia ternyata kebijakan pemerintah tentang pendidikan mengalami perubahan tiap tahunnya. Ketika pemimpin berganti, maka kebijakan dalam pendidikan juga berubah. Inilah yang membuat Indonesia lambat dalam hal pertumbuhan pendidikannya. Coba kita ikuti Finlandia, finlandia mencoba konsisten pada kebijakan pendidikannya selama 40 tahun sehingga hasilnya nampak pada saat ini, yaitu menjadi negera dengan kualitas pendidikan terbaik.

Masih ada alasan lainnya yang membuat Finlandia unggul dalam bidang pendidikan, tapi keempat paparan di atas lah yang menurut penulis penting dan perlu kita renungkan bersama-sama. Tidak ada kata terlambat, saya yakin Indonesia juga bisa seperti Finlandia di kemudian hari.

Saat ini, saya bermimpi besar bisa mengunjungi negara Finlandia, bahkan saya berharap bisa lanjut S2  di sana melalui jalur beasiswa. Kemudian ke depannya mengaplikasikan ilmu saya dengan baik sehingga nantinya menjadi guru harapan bangsa yaitu guru yang professional, penuh motivasi dan inspirasi bagi siswanya.

Bagi saya, di balik pendidikan yang berkualitas tinggi tidak lepas dari tangan para pengajar yang professional, yaitu pahlawan tanpa tanda jasa, yang ikhlas mengajar, dan kemudian bahagia melihat siswa yang diajarnya kelak menjadi sukses. Di balik pendidikan yang berkualitas  juga tak lepas dari dukungan sarana dan prasarana yang diberikan pemerintah, serta sistem pendidikan yang dianut pemerintah. Semoga ke depannya  Indonesia bisa seperti Finlandia, yang unggul dalam bidang pendidikan. Aamiin.

6 thoughts on “Belajar Dari Negara Finlandia

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s