From Palu to Singapore (Mozaik 3)

Adventure pun dimulai…

Detik-detik keberangkatan ke Singapura @ Bandara Soeta

Detik-detik keberangkatan ke Singapura @ Bandara Soeta

Jum’at, 16 Desember 2011, Pagi itu begitu dingin dan gelap. Kami mesti bergegas untuk keberangkatan ke negeri berkepala Singa. Sebelum ke Bandara Soeta, kami sarapan bareng di tempat penginapan. Alhamdulillah tadi malam bisa tidur dengan nyenyak dan semoga saja stamina tetap terjaga selama perjalanan.

Mobil pun melaju meninggalkan tempat penginapan menuju Bandara Soeta. Di bandara Soeta kami bergegas ke tempat penerbangan luar negeri. Huahhh baru kali ini say akan check in dalam rangka ke luar negeri (tenang Puji, dikit lagi dikit lagi. Sabar ya, sabar! Impianmu pengen menginjakkan kaki ke luar negeri bakalan kesampean :-p).

Jumlah keseluruhan yang akan terbang ke SG yaitu sebanyak 16 orang. 9 orang para peserta BDO, dan 7 orang panitia. Ketujuh panitia tersebut berasal dari Marina dan Aneka Yess. Mereka semua yaitu Kak Evan, Kak Ana, Kak Fadillah, Kak Fahry, Kak Utami, Kak Gati, dan Kak Rizky. Selama di SG, Kak Evan lah yang akan menjadi pemandu (guide) kami.

my passport and others

Sebelum check in, kami kudu mempersiapkan berkas-berkas penting, yang mana berkas itu harus selalu berada di tangan atau ditaruh ke tas yang mudah dijangkau untuk diambil kembali. Oh iya, kemarin pas di kantor Aneka Yess, kami diberikan beberapa lembar kertas yang mesti disi untuk keberangkatan ke SG. Kak Evan juga kemarin memberikan kami Card-link berwarna orange, yang mana kartu tersebut akan digunakan untuk menggunakan transportasi darat selama di SG. Juga kami diberikan kartu berwarna merah, yaitu karcis untuk masuk ke Universal Studio Singapore (USS), semacam tempat wahana permainan gitu (huahhh udah gak sabar nih^o^)

Isi formulir, de es be

Well, lanjut ke persiapan sebelum check ini, kami juga dimintai untuk mengisi beberapa formulir atau kertas gitu. Kami menuliskan nama, asal negara, alasan apa ke SG? akan tinggal dimana nanti di SGnya? De el el. Sebelum check in pun Kak evan mengarahkan kepada kami bahwa kami mesti hati-hati selama check in. Jangan bertingkah aneh, dan melanggar batas garis berwarna kuning. Jangan bawa barang-barang tajam dan cairan/air melebihi kira-kira 75mL. Apalagi kalo udah sampe di SGnya mesti taat pada peraturan, jangan gini, gitu dan seterusnya. Juga ketika diwawancarai dan ditanyai mau pergi kemana? kami mesti menjawab “holiday”. Jangan jawab yang macem-macem. Hehe… Katanya sih, kalau check in-nya masih di Indonesia itu belum apa-apa. Gak akan ada masalah. Tapi ketika di luar negeri nanti, kita mesti hati-hati, dan biasanya ketat pemeriksaannya.

Narsism ^__^

Ahaaa, Alhamdulillah akhirnya paspor hijauku tercap juga, saya bakalan meninggalkan tanah air, dan bertolak ke SG. Hasyikkkkk…Gak sabar nih pengen lihat langit SG, dan pengen membuktikan kebenaran di SG. Cz udah lama saya baca dan denger dari orang-orang kalau SG itu negara kecil tapi kaya. Masyarakat yang taat pada peraturan. Orang Indonesia pun kalau berobat, larinya ya ke SG (What kenapa bisa yak??).  Dan masih banyak lagi yang nantinya akan saya paparkan di tulisan selanjutnya. Oh iya, 1 hal yang pengen saya buktikan dari dulu tuh, “Apa bener, SG itu negara yang bersih? Yang gak ada 1 sampah pun di tempat umumnya? Yang katanya, orang gak boleh buang ludah, sampah, dan rokok sembarangan?” huahhhh, AKAN saya buktikan! Sungguh betapa penasarannya saya dengan negara yang satu ini.

my money: 100$ Singapore

When I see the sky of Singapore…

Pesawat Sriwijaya yang kami tumpangi, akhirnya take off juga. Indonesia-Singapura akan memakan waktu sekitar 2 jam. Saking senangnya dengan perjalanan ini, saya gak bakalan memejamkan mata sedikitpun (ahh masa? Hehe). Saya tak ingin meninggalkan satu moment peralihan berupa perbatasan antara Indonesia dan Singapura.

Hmmm, dari ketinggian ribuan kaki, Indonesia begitu indah. Namun sesekali juga saya melihat ada tanah yang gersang tak berpohon. Tak tahu kota apa itu, yang jelas masih Indonesia.  Ketika pramugari pesawat mengabarkan kepada penumpang bahwa tak lama lagi kami akan tiba di SG, sepontan saja saya meperhatikan perbatasan Indonesia-singapura-malaysia. Tapi saya tak tahu yang mana masih Indonesia dan yang mana yang bukan. Bagai mata elang yang menghardik mangsanya, sumpah saya tak ingin meninggalkan momen ini.

Begitu indah pemandangan dilihat dari atas.  Sob, ketika kurang lebih 10 menit lagi kami akan berlandas di Bandara Singapura, luar biasa indahnya Singapura dipandang dari atas langit. Singapura bagaikan miniatur permainan yang indah, rapi, dan bersih. Sungguh takjub saya dengan tata letak setiap daerahnya. Sungguhhhh begitu rapiiiiiiiii! Peralihan yang begitu kontras, yang mana sebelumnya saya melihat (sepertinya di Kalimantan atau sumatera) yang tanahnya begitu gersang, kosong tanpa rumput/pohon.

SIngapura dari 500meter

Dari atas, Singapura terlihat begitu mungil nan cantik. Rumah-rumah tersusun dengan rapinya. Pohon-pohon juga demikian. Lapangan atau tanah kosong tak ada yang gersang, selalu saya lihat ada saja pohon atau rumput yang tumbuh di tanah itu. Saat itu, mulailah saya merasakan sedikit atmosfer yang berbeda. Yah berbeda! (tapi masih sedikit. Gak banyak! Cz nuansanya masih berasa di Indonesia. Yah mungkin aja nih kan masih di atas pesawat. Mana tau! Orang belum ke kotanya. Hehe).

Kalau nggak salah, jam 12 siang kami tiba di SG. Ternyata, waktu SG itu sama dengan waktu Indonesia bagian tengah (WITA). Wah sama dengan waktu Palu dong? Hehe…Ya Allah, Alhamdulillah akhirnya kesampean juga bisa ke luar negeri. Kejutan-kejutan apa lagi yah yang akan saya dapatkan di SG? Pastinya seru, kawan! Alhamdulillah udah sampai di Bandara Inernasional Changi.

Berpose di Bandara Changi… Wah luas dan bersihnya🙂

Kalian tahu, sob? Bandara SG ini bandara internasional yang terbaik sedunia. Mau tahu kelebihannnya apa? Di sini tuh bandaranya mewah banget, bersih, luas, rapi, dan memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Di sini ada tempat online gratis, spa/tempat istirahat gitu, Gym/tempat olahraga, restoran, dll. Saya sangat bersyukur bisa berkesempatan ke bandara ini. Dan tak perlu ditanya lagi, pastinya saya berfoto ria dan berbidik gambar keren di tempat yang sangat keren pula.

Oh iya, 1 hal yang saya agak risih di sini yaitu toiletnya gak ada airnya. Tapi toiletnya bersih banget loh! Di sini, kalau mau buang air Cuma pakai tisu aja (wah, sdikit jorok ya? Hehe…) Bagi orang Indonesia, hal ini tentu adalah hal yang tak lumrah. Syukurnya masih ada air. Tapi sebenarnya manfaatnya untuk membersihkan kotoran, namun kami malah menggunakan air tersebut untuk membersihkan diri kami. Yahh mau gimana laggiiii? Hehe…

Well, di sini saya bakalan ngasih tahu fakta-fakta menarik yang ada di Singapura.

#Fact 1: Orang SG terkenal dengan sikap on time-nya dan kedisiplinannya

Setelah berfoto-foto ria, kami langsung naik bus. Luar biasa, supirnya datang dengan tepat waktu sesuai jam pemesanan. Dan 1 hal yang baru saya tahu bahwa, mereka tak bisa lama-lama memakirkan mobil mereka di suatu tempat, karena katanya “semakin lama memakirkan kendaraan di situ, bakalan semakin tinggi juga biaya parkir yang akan mereka bayar. Juga tentunya waktu mereka akan terbuang sia-sia. Jadi, di bus mereka, sudah ter-set waktu yang diperlukan untuk memarkir. Juga setiap mobil punya jam tentunya.

#Fact 2: Singapura, negara bersih nan rapi

Sayap kiri Bandara Changi

Baru keluar dari Bandara Singapura saja, saya sudah melihat 1 contoh lagi kalau SG itu negara bersih. Halaman luar bandara begitu bersih, tak ada sampah sedikit pun. Selain itu, salah satunya tuh, bus yang kami tumpangi sangat bersih. Tak ada kotoran sedikitpun di dalam bus. Juga di dinding/kaca bus, tak ada debu yang bertempelan di situ. Kaca terlihat cling, sangat bersih. Bus yang kami naiki pun nampak keluaran baru. Di dindingnya bertuliskan larangan untuk tidak makan, minum, dan merokok. (Coba bandingkan dengan bus-bus yang ada di Indonesia?).

Kaca Bus yang bersih, memudahkan saya untuk mengambil gambar jalanan yang kami lewati… Wah bersihnya🙂

Di jalan-jalan yang kami lewati, jujur saya terkagum-kagum melihat kebersihan negara SG. TAK ADA SATU PUN SAMPAH SAYA LIHAT! Alhamdulillah, akhirnya kesampean juga tuk membuktikannya. Ternyata benar, apa yang dibilang orang-orang tentang hal ini. SG itu bersih!

#Fact 3: Singapura, negara bebas polusi

What a beautiful view🙂

Atmosfer luar negeri begitu terasa. Luar biasa,.. suasana SG begitu nyaman. Kala itu, SG begitu sejuk kayak Kota Bandung. Tak panas!

Saya masih berada di dalam bus tuk menuju tempat penginapan kami. Satu fakta menakjubkan yang ada di Singapura yaitu “Saya gak pernah lihat sedikit pun ASAP kendaraan yang keluar dari cerobong asap mobil maupun motor!”

Gedung Pencakar langit di Singapura

Hebatnya negara ini! Memiliki sistem pengaturan kendaraan yang sangat luar biasa. Saya gak tahu kenapa kendaraan-kendaraan mereka tak mempunyai sedikitpun asap! Coba kendaraan di Indonesia kayak gitu ya? Tentu polusi udara tak terjadi. Hehe…

Hebatnya lagi, kendaraan mereka terbilang baru-baru semua. Tak ada satu pun kendaraan yang rongsok atau keluaran abad baheula. Itulah yang membuat kendaraan mereka tak mengeluarkan asap. Andai di Indonesia juga begitu ya? Wah jangan-jangan kendaraan second atau rongsok dari Singapura diekspor ke Indonesia. Hehe…(Ayo, ayo pemerintah Indonesia, jangan mau kalah dong dengan Singapura. Katanya negara tetangga, tapi mengapa perbedaannya kok selangit? Hehe…)

#Fact 4: Masyarakat SG patuh pada peraturan

Oh iya 1 lagi, konon katanya pemerintah SG membuat peraturan yang sangat ketat mengenai penggunaan alat transportasi. Di singapura, biaya parkir terbilang sangat mahal, dan kita gak bisa memarkir di sembarang tempat. Terlebih kendaraan bermotor! Katanya mahal. Dan selain itu juga, sepertinya pemerintahnya sedikit menekan agar jangan banyak penggunaan kendaraan bermotor. Jadinya, di SG hanya sedikit orang yang memiliki kendaraan itu. Mungkin bisa dihitung jari. Well, mereka lebih mudah menggunakan kendaraan umum seperti bus, dan kereta bawah tanah. Dan bagi yang punya kendaraan, biasanya mereka memarkirnya di suatu tempat, kemudian melanjutkan perjalanan ke tempat kerja mereka dengan menggunakan kereta atau bus. Yang melakukan hal itu tak hanya kalangan bawah saja, kalangan atas pun begitu. Mereka tak gengsi!😀

Menurut saya, itulah yang mengapa Singapura cepat berkembang! Karena baik masyarakat maupun pemerintahnya sama-sama taat pada peraturan. Sama-sama amanah! (Ayooo Indonesia jangan mau kalah yooo).

@Bencoolen Hotel

Setelah menempuh waktu sekitar 30 menit, akhirnya kami tiba juga di tempat penginapan kami. Kami menginap di Hotel BenCoolen, di Bencoolen street. Hotel ini tergolong hotel berbintang 4. Di bagian penerima tamu, terdapat komputer yang bisa digunakan untuk internetan. Wah,,, saya sangat bersyukur sekali cz di sini saya bisa update status. Hehe…cz HP kami gak aktif internetnya. Kalau mau aktif, mesti berlangganan dulu selama 30 hari? (what 30 hari? Wong kami di SG hanya selama 3 hari bukan 30 hari kok. Masa sih, aktifin itu?!). Daripada buang-buang duit, mending pake yang gratisan. Hehe…Selain ada komputer, di bagian dekat ruang makan, juga terdapat beberapa ipad gratis yang bisa kami gunakan untuk internetan. Luar biasa! Di sinilah pertama kali saya menggunakan ipad-_- huhu :-p …

Kami ke hotel ternyata hanya sekedar menaruh barang saja, tak diizinkan langsung masuk ke kamar. Jadi kami belum ada sama sekali ngecek kamar. Jadi kamar emang sepertinya hanya untuk istirahat aja, alias tidur-_- (Ya iya lah,,,ngapain jauh-jauh ke SG kalau kerjanya hanya di kamar hotel terus?haha :-p…). Apalagi kami hanya punya waktu selama 3 hari aja di sini. Kudu pergunakan dengan sebaik-baiknya.

Waktunya Mengeksplor Singapura

Come on we go…

Sebelum jalan-jalan, kami mendapat arahan dari Kak Evan. Jangan lupa membawa pakaian ganti, produk marina, topi dan payung. Kak Evan juga berpesan bahwa nantinya setiap keluar masuk bus, kami jangan lupa untuk mendeteksikan link-card kami ke alat deteksi yang ada di bus. Hal itu dilakukan baik sebelum masuk maupun keluar dari bus. Jadi dalam kartu tersebut, sudah terisi uang kami di situ. Kita nggak perlu repot-repot lagi bayar ke drivernya. Keren kan? (Ayo, Indonesia, kapan nih seperti itu? Saya pasti ngedukung!hehe).

#Fact 5: Orang Singapura kalau berjalan sangat cepat, cepatttt sekali…

Kala itu sekitar pukul 2 siang kami mulai berpetualangan di negeri berikon kepala singa. Bak para backpackeran, kami melalang buana ke banyak tempat. Di sini atmosfer luar negerinya berassssaaa banget. Tak hanya orang Singapura yang saya temui di sini. Tapi ada banyak imigran di sini seperti Filipina, Indonesia, China, Korea, dan yang terbanyak yaitu orang India. Pemandangan yang tak biasanya, saya pun melihat semua orang berjalan dengan sangat cepat. Ya sangat cepat. Whenever dan wherever! Kalau kita di Indonesia, jalan-jalan ke Mall kebanyakan berjalan sangat santai dan lambat. Tapi mereka? Biar di mall pun mereka berjalan dengan sangat cepat! Bagi mereka waktu adalah uang. Tanpa terkecuali cewek yang menggunakan rok mini, hmmm mereka juga berjalan cepat (Terburu-buru kayak dikejar-kejar apa gituuu. Hehe…). Tapi hal itu yang membuat saya salut dengan mereka. Honestly, saya dulunya juga sering berjalan dengan sangat lambat, menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sia-sia. Dan yang saya temukan di SG adalah pelajaran yang sangat penting. Patut dicontoh!

Lapperrrrr

Setelah kenyang makan siang di salah satu rumah makan Indonesia, kami mengunjungi salah satu kampus ternama di Singapura. Nanyang Academy of Fine Art (NAFA) adalah sasaran kami. Saya senangnya bukan kepalang bisa mengunjungi kampus seni ini. Bahagianya saya, karena ternyata di SG saya tak hanya bisa jalan-jalan biasa saja, tapi saya bisa study tour atau studi banding gitu dengan kampus itu. Hmmm DAHSYAT! Di situ saya tergiur dengan berbagai teknologi serta sarana prasarana yang ada di kampus itu. Sungguh, sangat dimanja dengan fasilitas. Seperti, adanya alat peminjaman buku berkonsep self service. Dengan begitu dapat memudahkan kita tuk meminjam dan mengembalikan buku sendiri. Coba di kampus saya kayak gitu? Heuuummm pasti keren. Hehe…Di sini pun saya begitu menyadari betapa bahasa inggris itu sangat penting. Saya pun memberanikan diri berbahasa inggris dengan dosen-dosen di sana. Dan saya akui, kosakata English saya masih sedikit. Padahal banyak yang ingin ditanya. Tapi mau gimana lagi…hehe…

Senangnya bisa study tour di NAFA

Selain mengunjungi perpustakaan, kami juga mengunjungi berbagai jurusan yang ada di sana. Karya atau kerajinan tangan para mahasiswanya berjejeran di sepanjang jalan yang kami lewati. Ada juga lukisan-lukisan tempo dulu dipajang. Sang dosen mengatakan kepada kami kalau ada beberapa orang Indonesia yang kuliah di situ. Luar biasa di kampus itu, semua karya mahasiswanya dihargai. Dipamerkan dengan rapi nan indah.

@Library’s NAFA

When I seem to be small thing…

Setelah belajar di NAFA, selanjutnya kami mengeksplor seluruh tempat-tempat menarik yang ada di Jalan Marina Boulevard. Pertama, kami menaiki Singapore Flyer, the gratest giant Flyer in the world. Woooowwww luar biasa, benda yang satu ini berdiameter terbesar di dunia booo ^o^. Dengan menaiki benda yang satu ini, kami bisa melihat Singapura dari atas. Subhanallah betapa indahnya bangunan-bangunan pencakar langit. Sungguh, Singapura memiliki tata letak yang sangat rapi dan cantik. Makanya jangan heran kalau banyak orang yang pengen backpackeran atau berbulan madu di sini. Hehe…

Singapore Flyer

Singapore flyer akan berputar sejauh 360 derajat, dan akan memakan waktu sebanyak 30 menit. Dan jangan ditanya lagi. Apa yooo??? (tahu nggak? Hehe)…Iya, tak lupa saya dkk berfoto ria di sini. Oh iya, satu hal yang membuat saya bahagia di sini tuh, saya melaksanakan shalat jamak dzuhur-ashar di tempat ini. Subhanallah, kami shalat di tempat ketinggian seperti ini. Cz cari tempat shalat di SG itu sulit dan agak jauh kalau mau cari masjid atau Islamic centernya. Di tempat inilah, saya merasa begitu kecil di hadapan-Nya. Berasa nimatnya shalat di tempat itu. Dalam doa saya, saya sangat bersyukur bisa ke SG dan di sini saya mendapatkan begitu banyak pelajaran yang menarik.

Indahnya pemandangan di bawah, yang dilihat dari Singapore flyer

Kami mengelilingi Esplanade, baik teathernya, museumnya, maupun pusat perbelanjaannya. Kami juga ke Orchad, pusat perbelanjaan terkenal di sana. Pokoknya semuanya kami lalui. Oh iya, kendaraan yang kami gunakan yaitu bus dan kereta bawah tanah. Selain itu juga kami menempuhnya dengan berjalan kaki. Satu hal yang berkesan di sini yaitu saya bisa merasakan nikmatnya naik kereta bawah tanah (MRT). Dulunya barang yang satu ini cuma saya lihat di TV, dan Alhamdulillah akhirnya kesampean juga. Naik kendaraan yang satu ini, saya dkk tak sadar bahwa kita telah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya dengan begitu cepat. Lewat bawah tanah lagiii…Uniknya, ternyata, kereta ini ada 3 tingkatan. Coba bayangin deh, betapa canggihnya (Kapan di Indonesia kayak gini? Waduh, di Indonesia mah rawan gempa sih).

Naik bus pake kartu ini bayarnya

#Fact 6: Pemerintah Singapura memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakatnya

Ketika kami berkunjung ke salah satu tempat di Esplanade, ada satu kegiatan yang sangat menarik di situ, kami dipersilahkan untuk menuliskan harapan atau cita-cita untuk tahun 2012 kami di permukaan sebuah bola berwarna putih. Uniknya, bola-bola tersebut selanjutkan akan di letakkan di atas teluk Marina Singapura. Ada ribuan bola Booooo yang ditaruh di perairan itu. Luar biasa ya…Katanya sih, pas malam natal dan tahun baru nanti bola-bola tersebut terlihat sangat meriah, manakala puluhan petasan berbunyi di udara. Selain bola-bola, ada juga kertas harapan yang mana setelah diisi dengan harapan-harapan kita, kertas itu akan ditempel ditiang-tiang lampu yang telah disediakan. Keren yahhh…

Bola Harapan🙂

Setelah puas jalan-jalan seharian (wah, kaki semuanya pada pegel nih :-D). Sekitar pukul 12 malam kami kembali ke Bencoolen Hotel. Waktunya tidur dengan sepuasnya. Tiba di hotel, saya kangen tuk segera tidur di kasur. Hmmm, luar biasa hotelnya lumayan lengkap fasilitasnya. Membuka pintunya pun pake kartu. Di dalam kamar terdapat TV, kulkas, AC, kamar mandi berwastafel dan shower, de es be.

Malam yang indah di Singapura

Tiba di hotel, kami diharuskan betul-betul menggunakan waktu untuk istirahat. Olehnya itu kami mesti segera tidur, coz petualangan yang sesungguhnya sebenarnya dimulai esok hari coz besok kami mulai mengeskplor wahana permainan Universal Studio Singapore (USS). Wuahhhh,,,pasti keren. Moga stamina tetap terjaga. Aamiin.

To be Continued…

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s