From Palu to Singapore (Mozaik 4)

Pengalaman Pertama di Wahana Permainan…

My breakfast🙂

Ketika semua aktivitas di kamar hotel selesai, kami semua turun ke ruang makan. Pagi ini, kami sarapan di hotel. Di luar negeri gini, saya nggak berani nyoba makanan mereka. So, kala itu saya hanya makan apel, jeruk, dan segelas air/susu saja. Sedangkan teman-teman yang lain mencoba berbagai makanan yang mereka sukai.

Setelah menyelesaikan makan pagi, kami langsung bertolak ke wahana permainan Universal Studio Singapore (USS). Untuk memasuki wahana tersebut kita mesti membeli tiket seharga kurang lebih RP500ribu kalo dirupiahkan.

Berpose di Icon USS

Subhanallah luar biasa ketika saya memasuki wahana USS. Jujur, baru kali ini saya ke tempat seperti itu. Biar di Indonesia, saya belum pernah nyoba coz gak punya kesempatan ke tempat seperti Ancol, atau pun Trans Studio Makassar yang lumayan dekat dari Palu. Ketika melangkahkan kaki ke USS, saya seolah memasuki dunia lain🙂 Benar-benar dunia seperti itu baru saya rasakan saat berada di Singapura. Berbagai warna kulit yang saya lihat di situ. Berbagai bentuk wajah yang saya pandang. Berbagai model pakaian yang mereka kenakan, dsbnya.

Serasa di dunia lain😉

Saya yang begitu terkagum-kagum dengan segala sesuatu yang ada di USS, juga yang saya alami selama di Singapura, menjadikan saya begitu cinta dengan negara ini. Dan ketika kembali mengingat tanah air, Indonesia yang keadaannya begitu kontradiksi sekali dengan Singapura, JUJUR saya seolah-olah ingin meninggalkan Indonesia dan pengen lama-lama tinggal di Singapura. Hehe.. I really like all of Singapore,🙂 SUNGGUH, BENER-BENER DIMANJA FASILITAS. Masyarakat diperlakukan bak seorang RAJA/RATU OLEH PEMERINTAHNYA. (Sungguh, bikin miris hati saya jika membandingkannya dengan yang ada di Indonesia. JAUHHHHH bangggeeeetttttt!) Ya Allah, kapan ya Indonesia bisa mengejar ketertinggalan ini? Kereta bawah tanah (MRT) yang ada di Singapura aja udah berdiri sejak tahun 1980an. Udah lama banget kan? Betapa cepat modernnya Singapura. Ayo Indonesia kapan? Bangun dong semuanya😀 Ayo, ayoooo kita PASTI BISA😉

Mengeksplor USS

Mungkin jika saya punya uang banyak, saya akan sering jalan-jalan ke Singapura atau sekalian menetap ke sana bila perlu😀 (Wah, penghianat gak kalo gini? Hehe).

Well, di USS menawarkan berbagai jenis permainan. Mulai dari kategori menyenangkan, menegangkan, menakutkan, mengerikan, mengharuhkan, hingga yang bikin MATI (haha yang terakhir ini mah keteraluan😀 ). Buaannyyyaakkk banget jenis permainan yang ada. Hingga saya dkk bingung mau nyoba yang mana. Sepertinya semua permainan ingin dicoba. Eitttsss, tapi mana mungkin? Gak cukup sehari kalo mau nyoba ntuh semua. Perlu berhari-hari. Apalagi nih, di musim liburan kayak gini, bejibun banget para pengujung yang datang. Bisa sampe sejam dua jam untuk ngantri satu jenis permainan (Waduhhhh😦 )

So, di USS kami hanya mencoba 8 permainan saja (Waduh saya lupa nama lengkap permainannya). Permainan yang kami coba yaitu Transformer The Ride, Roller Coaster, The Mummy, Shrek 4D, nonton Monster Rock, Performance cerita kapal, Kartun 4D, dan A Crate Adventure di Madagascar. Kami juga melihat atraksi street dance yang oke banget. Dari ketujuh permainan tersebut, permainan yang OKE, OKE dan OKE banget versi saya yaitu TRANSFORMER THE RIDE. Waktu kami datang ke sana, ternyata permainan ini merupakan jenis permainan new comer. Dan wooowwwww bener-bener oke! Saya ceritain dikit ya. Permainan ini merupakan jenis permainan 4D. Kami bisa jadi penonton (mendengar dan melihat gambar yang ada di layar), dan bisa jadi pemain (Mengikuti alur cerita yang seru, seolah-olah kami berada pada situasi seperti itu). Jadi kami tuh menggunakan kacamata 3D, terus sy dkk menaiki mobil kereta gitu. Di ruang yang gelap, hanya ada layar-layar besar yang bisa kita lihat videonya. (Bisa ngebayangin nggak betapa serunya? Hehe). Ketika dalam cerita kami tertembak, mobil pun bergerak-gerak dan kami terlempar jauh😀 Juga badan kami terputar-putar, bergerak maju dan mundur tak karuan. Sungguh sangat menegangkan! Ketika terdapat adegan api dan air, kami juga kecipritan air, dan ada stimulasi api-api gitu yang panasnya bisa kami rasakan.

Berpose di depan gedung TRANSFPRMER the RIDE

Yang paling saya takuti ketika mesin yang kami naiki tiba-tiba mati, waduhhhhh akan jadi apa kami? Dan ketika ada sebuah dinding di hadapan kami yang seolah-olah akan kami tabrak? HUaahhhhhh sungguh kayak mau MATI ajaaaaa😀  Heuumm, betapa CANGGIHnya teknologi mereka. Sungguh, adrenalin saya sangat tertantang di sini!

Bejibun bo’

#Fact 7: Mereka membiasakan budaya antri

Sungguh gak sia-sia kami mencoba permainan Transformer the ride. Kalian tahu teman-teman? Kami mengantri untuk 1 permainan ini selama 2 jam. Sekali lagi selama 2jam! Huahhh betapa capenya kami berdiri. Hmmm, tapi ternyata gak sia-sia aja hasilnya. 2 jam mengantri akhirnya terbalaskan dengan KEPUASAN yang sangat luar biasa bisa mencoba wahana TERBAIK yang ada di USS.

Sob, betapa antrinya mereka! Gak ada satu pun orang yang berani mendahului orang yang di depannya. Sepanjang apa pun barisannya, mereka tetap patuh! Sungguh saya sangat terkagum-kagum dengan sikap mereka. Sangat patut untuk dicontoh. (Kontradiksi banget dengan fenomena yang terjadi di Indonesia. Pasti teman-teman pernah mengalami pengalaman pahit soal mengantri di Indonesia? Iya kan? Betul apa betul? Hehe).

Permainan yang bikin jantung mau copot😀

Selanjutnya, permainan yang begitu MEMACU ADRENALIN (yang bikin mematikan :-D) versi saya yaitu roller coaster. Permainan ini hanya berdurasi sekitar 2 menit. Tapi wooowww serasa dua jam, karena bikin deg-degan. Roller coaster adalah permainan yang pertama kali saya coba saat tiba di USS. Eh, nekad banget loh saya nyoba permainan ini. Awalnya, berniat hanya karena penasaran aja pengen nyoba permainan ini. Saat hari ke dua di Singapura, sebenarnya kondisi saya kurang begitu bugar, soalnya frekuansi waktu tidur saya hanya sebentar tadi malam. Namun ya saya nekad! Sekali lagi nekad aja😀 pengen mencoba sesuatu yang baru dan menantang.

Tertulis di sebuah papan, bahwa yang bisa mencoba permainan itu adalah orang yang sehat, gak jantungan, bukan orang tua, gak punya penyakit yang berbahaya, dll. Syukurnya saya gak jantungan, itu intinya. Makanya NEKAD!🙂

1, 2, 3 Go. Astagfirullahhhhhhh…. JANTUNG SAYA kayak mau copot😦

Serasa mau MATI…😦

Sepertinya, antara JASAD dan NYAWA udah mau pisah aja😀 Saling tarik menarik aja nih antara jasad dan nyawa. Lepas-lepas gitu rasanya😦

Berkali-kali saya berdzikir kepada Allah, dan bertaubat kepada-Nya, karena takutnya saya MATI di tempat itu😀 (Betul looohhh!!) Baru kali ini saya nyoba permainan seperti itu. Saya kira permainan itu gak begitu menakutkan, tapi heuhhhhhh menakutkan buanggggeeetttt bahkan bisa bikin mati mendadak. Badan saya melaju cepat. Kepala di bawah, dan kaki di atas. Saya melayang-layang di ketinggian yang amat tinggi. Badan saya berputar-putar. Mata saya sangat tertutup erat, sedangkan mulut saya sedari tadi berkomat-kamit tak karuan. Saya gak berani membuka mata…Ya Allah tolong saya😦 Saya gak sanggup!

Yeahhhhh Bendera UPIM berkibar di Singapura…

Saya bersugesti kalau saya akan pingsan di tempat itu. Sungguh saya gak sanggup. Rasa kayak mau mati. Tapi apa jadinya kalau saya mati di tempat? Waduh bakalan berabe nih, masa baru pertama jalan-jalan ke luar negeri, dan nyoba permainan USS, eh udah meninggal? Gak lucu kan? hehe… (belum mau dan belum siap meninggal maksudnya😀 ).

Syukurnya permainan itu hanya berlangsung selama kurang lebih 2 menit. Dan ketika meninggalkan tempat permainan itu dan membayangkan kembali apa yang terjadi selama di atas, saya berpikir ngeri dan geleng-geleng kepala, betapa mengerikannya permainan itu. (dan saya gak tahu bakalan nyoba lagi permainan seperti itu lagi atau tidak. Hehe…). Jika dibandingkan dengan permainan Transformer the ride, Roller coaster adalah permainan yang sangat mengerikan, karena tidak di dalam ruangan alias melayang di udara, dan kami melihat jelas dari ketinggian. Sedangkan Transformer the ride itu permainan yang sedikit menantang tapi sangat seru karena kita berada di dalam ruangan yang sangat gelap, namun mata memakai kacamata 3D dan melihat film transformer yang sangat SERU. Ke-ngerian yang ada di transformer the ride, gak begitu berasa karena kami asyik dengan petualangan yang kami ikuti. (Can u imagine that? yeahhh really awesome!!!)

Setelah puas bermain di USS kami berbelanja di Orchad dan di Bugis street. Karena saya mempunyai banyak teman di berbagai organisasi, saya ikut belanja juga untuk membelikan mereka oleh-oleh. Oleh-oleh untuk mereka yaitu gantungan kunci, juga ada juga gantungan HP. Di sana cukup murah kalau beli partai. Dan Alhamdulillah saya juga mendapatkan bonus berupa pulpen ajaib Singapore yang bisa menyala dan berisi air-air di kepalanya😉

Last night in Singapore

Malam ini malam terakhir bagi kita tuk menikmati keindahan Singapura. Namun kata orang, belum ke Singapura kalau belum berfoto di depan MERLION yaitu Icon Singapura berkepala singa. Lantas dari hotel, kami pun bergegas langsung ke Patung Merlion. Waktu yang tersisa hanya malam itu, coz kalau besok pagi kami mesti langsung ke Bandara untuk pulang kembali ke Indonesia. Hmmm so bad, esok hari kami gak punya waktu lagi untuk ke merlion. Dan jangan di Tanya lagi, ketika melihat merlion, kami langsung berpose di dekat patung itu. Alhamdulillah, kesampaian juga bisa berfoto di depan patung itu🙂 Padahal sebelumnya hanya mimpi.

Belum ke SIngapura kalau belum berpose di depan patung Merlion

Sungguhhhh baik siang maupun malam, Singapura tetap aja cantik dipandang mata. Jika siang hari begitu seger n rindang banget, dan kalau malam seperti negeri seribu lampu🙂 What a beautiful view. Banyak lampu kerlap-kelipnya. Indahhh bangetttt😉

#Fact 8: Mereka menghargai karya anak bangsanya

Ketika kami berjalan-jalan di sebuah jembatan (saya lupa nama jembatannya), saya sangat takjub dengan dinding-dinding dari jembatan tersebut yang ditempeli beberapa gambar/lukisan yang indah dan lucu. Dalam hati saya berkata “Itu apa yah?”. Wah ternyata itu hasil kreasi dari anak sekolahan warga Singapura. Benda itu terpajang dengan sangat indah dan tertata rapi. Tak ada satu pun coretan yang ada di dinding. Tak ada sembarangan coretan yang terpampang di dinding jembatan. Tapi anak-anak mereka menyalurkannya dengan tepat. Berkreasi pada tempatnya, yaitu di atas kertas gambar yang terbingkai, bukan di dinding yang bukan tempatnya. Sungguh, sangat kontradiktif banget dengan yang terjadi di Indonesia. Ketika saya melewati jalan yang berlorong yang ada di jakarta, begitu banyak coretan yang terpampang sana sini. Sungguh, coretan yang bukan pada tempatnya! Begitu kotor dan menjijikan. Ulah siapa kah itu? Ouhhh…*Merenung -__-

To be Continued

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s