From Palu to Singapore (Mozaik 5)

Say Good Bye to Singapore

Minggu, 18 Agustus 2011, sekitar pukul 8 kami menuju Changi Airport. Ada sedikit kesedihan ketika meninggalkan negara ini. Bagi saya, liburan yang kami lalui di sini terasa begitu cepat banget. Gak kerasa udah di hari ke tiga kami berada di Singapura.

Good bye Singapore…Insya Allah suatu saat nanti saya pasti bisa berkunjung lagi ke sini. SAYA YAKIN! Yakin seyakin-yakinnya. Hehe (optimis.com).

Begitu banyak pelajaran yang kami dapatkan selama di Singapura. Syukurnya ketika di Singapura, kami tak hanya sekedar jalan-jalan biasa aja. Kami selalu diajak oleh Kakak-Kakak Marina dan Aneka Yess untuk merenung dan mengintropeksi segala sesuatu yang udah kita alami selama di Singapura. Karena jika dibanding dengan Singapura, sungguh INDONESIA begitu jauh ketertinggalannya dalam hal transportasi, fasilitas, dan juga pendidikan. Indonesia-Singapura, 2 negara serumpun tapi TAK sama. Begitu berbeda!

Selain itu, kami juga mengintropeksi diri, kami mencoba memperbaiki sikap kami. Mencoba belajar tuk disiplin, taat, ontime untuk menghargai waktu, bekerja keras, dan tentunya rajin belajar serta sungguh-sungguh meraih cita-cita sesuai passion. Ketika di Singapura, SUNGGUH MEMBUKA HATI, MEMBUKA MATA, dan MEMBUKA PIKIRAN KAMI bahwa tugas kami masih panjang. Tugas kami masih begitu banyak….Indonesia mengharapkan kami tuk melakukan yang terbaik buat negeri tercinta, buat kesejahteraan negeri kita. Dan yang mesti dilakukan yaitu DO YOUR BEST! Selagi masih muda; Study a lot, Creative a lot, Think a lot, and Do a lot!

@Bencoolen Hotel, Singapore

Jika satu-satu impian kita terwujud, insya Allah, Indonesia juga ikut tersenyum bahagia, melihat anak bangsanya sukses sesuai passionnya. Seperti yang dikatakan oleh kakak saya; Kak Agnes :-p “Dreaming, believing, and make it happened!”

PASTI BISA. PASTI BISA. PASTI BISA. BISA! BISA! DAN BISA! GO GO GO INDONESIA! ^___^

When I arrived on Tanjung Priuk, Jakarta

Huahhhh, gak kerasa udah tiba di Indonesia. Finally, kembali lagi deh ke kandang. Hehe… Langsung saja kami melapor di bagian pelaporan kedatangan dari luar negeri. Paspor saya pun kembali dicap oleh petugas di tempat itu. Ya benar bahwa ketika keluar dan masuk ke Indonesia, kita mesti wajib melaporkannya.

@Soeta

Saat di Bandara Soeta, kami sedih mesti berpisah dengan teman-teman juga para kakak-kakak dari Marina dan Aneka Yess. Ya, tapi ini keniscayaan! Dimana setiap ada perjumpaan, pasti akan ada perpisahan. Kami sangat berharap suatu saat nanti kami bisa berjumpa kembali di event lainnya yang diadakan oleh Marina (Harapan saya, bisa ketemu di BDO Go to Hongkong. Aamiin🙂

Saya, kak Yuli, dan Kak Fitri meningggalkan bandara dengan menggunakan mobil milik Marina. Kami diantar panitia. Sedangkan peserta BDO lainnya, mereka kembali ke daerah masing-masing dengan menggunakan bus, atau langsung naik pesawat bagi yang tinggal di luar pulau jawa. O iya, saya dan Kak Yuli Gak langsung pulang ke Palu coz kami berencana ke Tanjung Priuk dulu, tempat dimana kami lahir dan menghabiskan waktu kecil. Sudah belasan tahun kami tak menginjak daerah itu🙂 Olehnya itu kami Iingin sekali berjumpa dengan sanak-saudara yang lainnya, seperti bibi, paman, sepupu, dll. Alhamdulillah akhirnya kesampaian juga. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Saya bisa ke Singapura dan ke kampung halaman.

Lucky for us, ayah kami saat itu berada di Jakarta karena ada urusan keluarga. Sehingga kami dijemput oleh ayah di rumahnya Kak Fitri karena rumah kami tak jauh dari rumahnya kak fitri. Kira-kira 15 menit, akhirnya kami sampai juga di rumah. Saat itu saya begitu bahagia bisa kembali ke daerah itu. Seolah-olah terbayang di ingatan saat saya berlarian main ke sana ke mari di halaman luar.

Tiba di warakas, Tanjung Priuk, kami disambut hangat oleh nenek saya, bibi, paman, sepupu-sepupu saya, dan para tetangga lainnya. Raut wajah mereka tak jauh berbeda seperti yang saya alami, yaitu raut wajah kebahagiaan. Mereka senang banget dapat kunjungan dari orang Sulawesi :-p dan mereka tambah seneng ketika kami memberikan oleh-oleh Singapura berupa kaos dan gantungan kunci kepada mereka.

Selama 3 hari kami menghabiskan waktu di Jakarta. Sayangnya saya gak bisa lama-lama. Saya mesti kembali ke Palu, soalnya besok saya mau ujian Geometri Transformasi. What??? Gawattt saya belum belajar nih😦 Lantas saya pun kadang menggunakan waktu luang saya untuk belajar.

@MONAS bersama sang Merah Putih😉

Karena kami hanya memiliki waktu yang begitu singkat, saya dan kakak hanya sempat jalan-jalan di MONAS. Begitu senangnya saya berfoto di sini. Kata Ayah sih, saya udah pernah ke situ waktu kecil. Tapi mana saya ingattt? Hehe…

What a awesome experience, and ahaaa  I had it

Waktu bergulir begitu cepat, mengharuskan kami tuk segera kembali ke tempat semula yaitu Kota Palu. Ingin sebenarnya berlama-lama di tanah kelahiran. Namun sayang, gak bisa!

Kami pun bergegas ke Bandara Soeta untuk keberangkatan ke Palu. Saat itu, ayah tidak ikut kami pulang bersama-sama ke Palu karena beliau masih ada urusan di Jakarta. Alhamdulillah, saat ke Bandara, kami diantar oleh adik ipar dari sepupu saya yang udah menikah. Nama panggilannya Stive (kalo orang sunda nyebutnya “stip” . hehe). Hebatnya, ia punya kendaraan pribadi yang sangat mewah. Si Stive yang mempunyai paras yang cukup keren, konon sih pernah pacaran sama Marshanda. (What??? Apa bener? Saya ketawa gak karuan, tapi ketawa dalam hati alias cengengesan) Hehe… Gak percaya gitu. Ternyata dia pernah pacaran sama artis😀

Kakaknya Si Stive, katanya punya usaha di Australia dan di AMerika. And I hope oneday I can go there. Mungkin aja saya bisa dimudahkan untuk lanjut studi di luar negeri. Aamiin aja dah😀

Kembali ke Dunia Nyata

Tiba di Kota Palu, seolah saya baru terbangun dari mimpi yang panjang😀 Saya bersyukur, akhirnya 1 mimpi saya telah tercoret, yaitu “GO TO ABROAD, jalan-jalan ke luar negeri”. Alhamdulillah Ya Allah🙂

Selanjutnya saya pun menjalani aktivitas saya seperti sediakala🙂

Thanks to Allah, atas segala nikmat-Nya…

Thanks to my Parent, atas didikannya…

Thanks to Marina, atas hadiah dan wejangannya selama event BDO Singapore

Thanks to Aneka Yess, atas bantuan sponsornya

Thanks to aLL, atas doa dan dukungannya

I hope one by one of my dreams will be coming true. Dreaming, believing, and make it happened! ^______________________^

Ini ceritaku. Mana ceritamu?😉

 

To be continued with other nice stories😉

2 thoughts on “From Palu to Singapore (Mozaik 5)

  1. Wow that was strange. I just wrote an extremely long comment but after I clicked submit my comment didn’t appear. Grrrr… well I’m not writing all that over
    again. Anyhow, just wanted to say great blog!

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s