Kisah Kasih di SMAN Model Terpadu Madani Palu

P1010815Saya gak pernah menduga dan tak pernah berharap sedikit pun untuk PPLT di SMA Madani. Mau tau alasannya kenapa? Ini hanya sekedar berbagi cerita aja ya. Mohon maaf jika ada salah kata atas segala rangkaian kata yang saya tuangkan ke dalam tulisan ini.

Gini, saya sebenarnya sangat “anti” jadi salah satu mahasiswa yang PPLT di Madani. Soalnya dari pengalaman dan cerita Kakak saya, Yuliana Sari yang pernah PPLT di sana, katanya “untuk mendapatkan nilai A di SMA Madani itu susah. Cuma dia seorang yang ngedapetin nilai itu, sedangkan teman-teman yang lainnya mendapatkan nilai B”.

Entah mengapa itu bisa terjadi, apa karena criterianya sangat susah, atau memang karena mahasiswanya sendiri. Belum lagi, isu-isu yang bertebaran ke telinga saya yang mengatakan kalo sekolah Madani itu siswa-siswanya pada pinter semua. Bukannya guru yang ngajar siswa, tapi siswa yang mengajar guru. Hehe…

Rasa ketakutan, deg-degan, pesimis, mana saya gak pinter-pinter amat di matematika lagi, pokoknya semua jadi satu deh. Hehe…”Siapa sih yang milih saya untuk PPLT di sini?” Sering kali hati ini menggerutu, dan heran saja kenapa saya ditempatkan di sekolah itu. Tapi menurut Nana alias Naimatul Jannah, mahasiswa Kimia, katanya sih “Kalo menurut dosen saya, mahasiswa yang PPLT di SMA Madani adalah mahasiswa pilihan terbaik. Yang bagus mengajar dan English-nya bagus!”

“What, apa saya gak salah denger tuh? Gua kan biasa-biasa aja. Kenapa bisa nyasar ke sini??!🙂 “*Gedubrakkk. Jatoh pingsan, lalu bangun sendiri, coz gak ada yang angkat. Haha…

Well, jumlah mahasiswa yang PPLT di Madani itu ada 10 orang. 1 Fisika (Ratih), 2 Matematika (Saya dan Dedeh), 2 Biologi(Mina dan Nunung), dan 4 Kimia (Nana, Irwan, Fendy, dan Echi). Eitttssss, ada yang ketinggalan. O iya, 1 orang anak bahasa Inggris (Ai-Ahmad Zulfahri).

Awalnya, seminggu dua minggu masih jaga image masing-masing. Eh, dua tiga bulan, ketahuan semua sifat-sifatnya. Hahaha…

Hmmm, berat rasanya menjalani PPLT di minggu pertama dan kedua. Guru pamongku mengamanahkanku untuk pegang 5 kelas, yaitu XI IPA 1 sampai XI IPA 4, ditambah XI IPS. Luar biasa siksanya di awal-awal PPLT. Saya belum terbiasa membuat RPP, silabus, dll yang sesungguhnya sedikit asing buat saya. Sedangkan rekan saya yang satunya, dede, hanya dibebankan 1 kelas saja (Wah betapa baiknya Guru Pamongnya). Tapi saya yakin, semua amanah ini pasti akan ada hikmahnya.

Ada sedikit ketakutan dan was-was ketika mau mengajar mereka. Wah, tapi ternyata sangat asyik belajar dan mengajar dengan mereka. Namanya juga siswa, tentunya beragam juga watak dan kecerdasannya. Ada yang nakal, cerewet, manja, super pintar, suka bolos, suka nyontek, pendiam, kalem, pemalas, rajin, penurut, dll. Dan di sini lah hikmah yang saya dapatkan! Saya di sini diuji kesabaran saya. Diuji tanggung jawab saya. Diuji mental dan keberanian saya. Di sini lah saya menemukan banyak sahabat SMA, yang ternyata saya baru sadar, adik saya-Sayyid Abdul Aziz, seumuran dengan mereka.

Mengajar mereka sangat mengasyikan. Memang saya akui, bahwa RATA-RATA mereka adalah siswa yang pintar. Kenakalan mereka pun wajar sepertinya (maklumlah anak baru puber :-p) hehe…

Hahaha lucunya saya di sana dapet julukan Guru “Kuis”, karena sering ngasih kuis, atau Guru “Senyum”, yang sering tersenyum, jarang marah (atau mungkin gak pernah marah ya mereka lihatnya?) haha… padahal dalem hati saya panas, keluar asep di telinga. Hahaha…

Pernah suatu ketika, saat saya mengajar di kelas XI IPS, seorang siswa bertanya pada saya. “Bu, ibu pernah masuk majalah Aneka? Ibu pernah ke Singapura ya?” Sontak saja saya kaget, loh dari mana dia tau? Hehe. Dan ternyata dia pernah baca majalah Aneka Yess, dan baca perjalanan saya dkk di kegiatan Beauty Days Out Marina (16-18 Desember 2011) di Singapura.

Baru beberapa hari saja menginjakan kaki di SMA MAdani, ehhhh saya udah terkenal. Cerita mereka tadi menyebar ke siswa-siswa yang lain. (ckckck susuponya mereka tinggi banget, hahaha) tapi gak papa deh. Asal yang dibicarain tentang saya itu yang baik-baiknya aja. Bagus, bagus! Kalo itu tingkatkan saja. Bisa dijadikan motivasi. Hehe

Seminggu dua minggu emang terasa berat dirasa, soalnya ini pengalaman pertama saya mmenghadapi ratusan siswa. Dan di situ saya baru rasakan bahwa jadi guru itu susah juga. Guru mesti sabar dan tegas menghadapi siswanya. Dan menjadi guru yang professional juga dirindu oleh siswanya adalah yang saya inginkan. Moga kelak suatu saat saya bias jadi seperti itu aamiin.

Dan sungguh tak terasa, 3 bulan sudah berlalu, saya sedih berpisah dengan mereka. Waktu perpisahan, saya dan Nana dapet kado dari siswa XI IPA 4. Meski isinya biasa, tapi maknanya itu loh, sungguh sangat berarti.

Dan akhirnya mereka naik ke kelas XII. Dan saya berharap, kalian mesti serius belajar di kelas ujian itu, coz itulah yang menentukan keberhasilan kalian selama di SMA Madani.

Sedikit pesan dan curahan buat kalian semua, yang tujuannya mengenang…

#XI IPA 1

Meski saya jarang ngajar di kelas kalian, tapi saya tahu karakter kelas ini. Di sayap kanan, cerewet banget. Hehe…banyak bahan ceritanya dan gak abis-abis…

Saya salut sama Fazlur Rahman, yang udah nginjakin kaki ke Jepang. Wah semoga suatu saat nanti saya juga bias ke sana ya…

Nur Ainun, si cerewet tapi berisi. Hehe…Semoga jadi matematikawan ya kalian semua

Dan siswa yang lainnya, gak papa cerewet, asal berisi. Alias bukan tong kosong berbunyi nyaring. Hehe…

#XI IPA 2

Awal masuk kelas ini, saya ngefens banget sama mereka. Cerdas-cerdas n kalem-kalem. Eh, seminggu dan dua minggu berlalu,, datang gilanya (hahaha just kidding)…keluar semua cerewetnya (Hayoo ngaku siapa yang paling cerewet di kelas ini? Haha). Suka keluar-masuk kelas. Banyak alpa dan sakit, malas belajar, dan seabrek permasalahan lainnya. Sampe-sampe ada siswa yang nyanyi “Marina beauty white….” (Hayo siapa itu?? Hahaha lucu)…

Ujung-ujungnya saya suka ngasih kuis, biar kalian rajin belajar. Hahaha maaf ya semuanya🙂

Di kelas ini ada Rio, dijulukin teman-temannya sebagai computer berjalan, saking cerdasnya. Hemm, semoga siswa yang lainnya bias sama cerdasnya kayak kamu, Rio…Ajarin teman-temanmu matematika…hehe

#XI IPA 3

Nah ini nih, kelas yang paling nyaman untuk mengajar. Siswa-siswanya pada kalem-kalem semua. Nurut-nurut semua. Di kelas ini, baru saya tahu kalau siswa madani baik perempuan maupun laki-lakinya suka dance…

Walau siswa-siswanya pada kalem-kalem, tapi ada juga loh yang agak beda. Hahaha…Ada yang nakal, dan lucu :-p

Dedi, Ame, Siddiq, dan rekannya yang duduk di sebelahnya (waduh saya lupa namanya), terima kasih selama di kelas kalian mengerjakan tugas dengan baik.

Untuk Audhita, terima kasih atas bantuannya, yang telah mendesain karakter Yojo, hingga akhirnya Yojo bisa dibawa ke Yogyakarta…

Buat siswa yang lain, rajin belajar yaaaa…

#XI IPA 4

Awalnya mereka kalem-kalem…

Lalu suka bermain, nyanyi-nyanyi di kelas…

Namun pada akhirnya mereka serius belajarnya🙂

Thanks atas surat n’ kenang-kenangannya. Saya terharu dengan pemberian kalian…

For all🙂 students…

I miss you, all…

Semoga kita dapat berjumpa kembali…

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s