Lemlit Untad Selenggarakan Workshop RIP

Dari kiri ke kanan; Ketua RIP Untad, Ketua Lemlit Untad, dan sekretaris Lemlit Untad

Dari kiri ke kanan; Ketua RIP Untad, Ketua Lemlit Untad, dan sekretaris Lemlit Untad

Untuk menindak lanjuti rumusan Rencana Induk Penelitian (RIP) yang diprogramkan oleh DP2M DIKTI, Lembaga Penelitian Universitas Tadulako menyelenggarakan workshop Rencana Induk Penelitian (RIP) di Ruang Lemlit, Senin (17/12). Peserta dari kegiatan ini yakni  dosen untad dari berbagai fakultas.

Rencana Induk Penelitian (RIP) merupakan arahan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan penelitian institusi dalam jangka waktu tertentu.  Melalui kebijakan ini diharapkan adanya pengembangan dan inovasi dalam penelitian.

Kegiatan yang bertema “ Daya Saing Penelitian Universitas Tadulako Dapat Ditingkatkan” ini dibuka secara resmi oleh Kepala Lemlit Untad, Prof. Dr. Sultan, M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala Lemlit Untad, Prof. Dr. Sultan, M.Si mengharapkan informasi RIP ini dapat tersebar luas kepada seluruh dosen untad. “Agar program DP2M Dikti ini dapat terlaksana dengan maksimal, diharapkan setiap dosen dapat berpartisipasi dalam program RIP,” ungkapnya.

Dalam workshop RIP, ketua RIP Untad, Prof. Dr. Andi Tanra Tellu, M.Si memaparkan materi mengenai tema khusus yang akan dijadikan bahan penelitian. Dengan tema sentral yakni “Kajian Aplikatif tentang Ketahanan Pangan dan Sumber Daya secara Berkelanjutan”. Dari tema tersebut, terdapat empat sub tema, pertama kajian aplikatif ketahanan pangan. Kedua, kajian aplikatif pengelolahan sumber daya daerah. Ketiga, kajian aplikatif energi baru dan terbarukan. Terakhir, kajian aplikatif rekayasa teknologi dan lingkungan.

Penentuan tema tersebut berdasarkan berbagai faktor tertentu yang sudah disepakati bersama. Salah satu diantaranya karena pangan menjadi kebutuhan utama bagi mahluk hidup. Olehnya itu perlu adanya pengembangan dan inovasi yang lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Tema ini diharapkan dapat diterapkan pada multi disiplin. “Meski tema yang diprogramkan lebih dekat dengan disiplin ilmu pertanian. Namun diharapkan dosen yang berasal dari fakultas lain dapat bekerja sama (berkolabolasi) dalam penelitian mengenai pangan,” kata ketua RIP Untad, Prof. Dr. Andi Tanra Tellu, M.Si. (pnq)

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s