Seberapa Dekatkah Kita dengan Al-Qur’an ?

Subhanallah sekali,,,saat kita dapat membacanya dimana saja dan kapan saja. Di tempat-tempat yang suci tentunya :-)

Subhanallah sekali,,,saat kita dapat membacanya dimana saja dan kapan saja. Di tempat-tempat yang suci tentunya🙂

Pernahkah kita seperti ini setiap harinya ? Sudahkah kita menghidupkan hati dengan ayat-ayat Allah swt. atau dengan hiburan dunia fana saja ? Sdh pahamkah pahala bagi orang yg membaca 1 huruf qur’an ? Berapakah jumlah surah hafalan kita?

Yang mana semua pertanyaan di atas bermuara pada “Seberapa dekatkah kita dengan Al-Qur’an?”

Coba kita menelisik aktivitas keseharian kita, kira-kira berapa persen aktivitas dunia dan aktivitas untuk bekal akhirat? Tak dipungkiri, banyak diantara kita (termasuk saya😀 ) disibukkan dengan aktivitas dunia. JUga mungkin dalam keseharian, kita hanya disibukkan dengan membaca buku untuk kepentingan dunia. Al-Qur’an yang jelas-jelas firman Allah SWT jarang kita baca dan renungi makna-maknanya. Banyak diantara kita pula, yang lebih “Klop” dan merasa 100% PD ketika menggunakan kutipan atau teori dari seseorang, padahal kutipan/teori tersebut hanyalah pemikiran dari seorang mahluk.  Sedangkan yang jelas-jelas AL-Qur’an adalah firman-Nya jarang kita gunakan dan yakini. Padahal sungguh di dalamnya tiada keraguan, dan tiada celah sedikit pun di dalamnya.

Astagfirullah…Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita terdahulu, yang mana saat itu kita perpaling darinya.

Well, di sini saya ingin berbagi cerita saat saya mengikuti liqo pekanan.

Kala itu, murabbi saya menasehati kami agar senantiasa dekat dengan Al-Qur’an. Beliau meminta kami agar serius menghafal Al-Qur’an. Sebab, kata seorang ustadz di Bandung (saat murabbi mengikuti kegiatan hafalan qur’an), hafalan seseorang di dunia, itulah yang menjadi hafalannya saat di Syurga kelak. Karena di Syurga tidak ada Al-Qur’an lagi. Jadi, hafalan-hafalan tersebut yang akan kita ucapkan berulang-ulang kali.

Saya dkk saat itu melonjak kaget. What? ternyata hafalan seseorang di dunia, itulah yang menjadi hafalannya saat di Syurga kelak. Sejak saat itu, saya dkk bertekad untuk menyempatkan diri setiap hari minimal 30 menit untuk menghafal Al-Qur’an. Dan subhanallah terasa nikmatnya, tatkala kita secara ikhlas dekat dengan Al-Qur’an dan mentadabburi ayat-ayatnya, subhanallah sekali rasanya hati dan jiwa ini. Tak cukup kata yang bisa digambarkan. Intinya, jiwa menjadi tenang, dan terasa bahwa ALLAH SWT begitu dekat dengan kita. APalagi jika kita mengamalkan isi kandungannya. Subhanallah…

Al-Qur`an tidak cukup hanya untuk dibaca. Sekalipun membacanya saja memperoleh pahala, bahkan dihitung dari setiap hurufnya, keberadaan al-Qur`an bukan sekadar untuk itu. Ia akan menjadi penggugat kita di hadapan Allah SWT (hujjatu ‘alaina)

Generasi yang dekat dengan Allah SWT adalah generasi yang tidak berhenti belajar dan mengajarkan (ta’lim) al-Qur`an. Firman Allah SWT, “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani (sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah SWT), karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (Ali Imran [3]: 79)

Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira. Sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” (Az-Zumar [39]: 17-18)

So, ayo kawan, mari dekat dengan Al-Qur’an…Mari kita baca dan hafal surat cinta dari-Nya🙂🙂🙂

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s