Pengen Seperti Bapakku; Al-Khawarizmi :-D

Sudah beberapa bulan ini, secara sengaja saya menyematkan kata “Al-Khawarizmi” pada nama saya di akun facebook II. Nampaklah “Puji Al-Khawarizmi” di situ🙂

Sebenarnya sih, nama hijrah saya lengkapnya; “Najmi Qalim Al-Khawarizmi”, yang maknanya kalo saya bahasakan menjadi “bintang pena dan juga ahli matematika”. Subhanallah jika itu terwujud, ya sobat. Aamiin yaa rabb, semoga Allah mengabulkan doaku🙂

Penyematan kata Al-khawarizmi pada nama saya, karena saya sangat kagum pada sosok ilmuan muslim yang expert di bidang matematika. Beliau dikenal sebagai bapak algoritma dan penemu angka nol. *Berharap, saya bisa seperti beliau, ahli di bidang matematika. Bisa menemukan sesuatu di ilmu eksakta ini. Bisa menjadi professor yang karya-karyanya membumi dan bermanfaat bagi ummat \^_^/ Aamiin…

Meski, saya akui kalo saya gak pintar-pintar amat. Tapi dengan adanya pertolongan Allah lah, insya Allah apa yang saya impikan bisa terwujud. Man jadda wajada! Man jadda wajada! Man jadda wajada! Jika Allah menghendaki, kun fayakun, jadi maka jadilah!

Subhanallah keep optimisme🙂 Yakin pasti bisa, bcoz I have ALLAH SWT.

Pernah saya membaca sebuah kutipan, tapi saya lupa siapa penulisnya😀 … Begini kutipannya; “Bukan kecerdasanlah yang menentukan kesuksesan seseorang, namun karakternya”.

Wuih, luar biasa…seolah menjadi angin segar atau oase di padang pasir buat saya yang otaknya gak encer. hehe…Ternyata karakter seseorang lah yang sesungguhnya menentukan apa dia kan sukses atau tidak.

Sama seperti disertasinya dosen saya, yang mengatakan bahwa IQ bukanlah penentu keberhasilan dalam pendidikan seseorang, namun apa yo? bukan EQ, bukan SQ, bukan CQ. Lalu apa?🙂 Yeah, ada satu kecerdasan lagi yang amat penting. Saat ini, gencar-gencarnya diteliti oleh ilmuan seluruh dunia. Apa yo? *Kasih tau ga ya😀 iYo wes deh. Kecerdasan tersebut yakni, AQ (Adversity quotient) merupakan bentuk kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan dalam menghadapi kesulitan – kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

Kata dosen saya sih, AQ merupakan kecerdasan yang paling utama/penting dibanding IQ, SQ, CQ, ataupun EQ.  Karena AQ  menyangkut pada karakter seseorang dalam kebertahanan terhadap sesuatu. Yeah, lagi-lagi kena banget dengan konsep man jadda wajada, dan man shabara zhafira

Well, kembali ke topik utama. Al-khawarizmi. Mari kita mengenal sosok beliau lebih dalam. Nih ulasannya yang saya copas dari sini. Selamat membaca sampai tuntas🙂😉

***

Pernahkah kamu mendengar kata aljabar atau kata algoritma? Dalam belajar matematika, nanti kamu juga akan mendapati dua kata ini. Tapi, tahukah kamu siapa penemunya? Hhmm..pasti deh ada yang menebak bahwa penemunya berasal dari ilmuwan Barat. Padahal sebenarnya ia adalah seorang ilmuwan muslim yang bernama Al-Khawarizmi. Siapakah sebenarnya Al-Khawarizmi itu? Yuk kita cari tahu…

Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Ia lahir di Khawarizmi, Uzbeikistan pada tahun 194 H/780 M. Ketika ia masih kecil, kedua orangtuanya pindah ke sebuah tempat di selatan kota Baghdad (kalau sekarang disebut Irak).  Di dunia Barat, ia dikenal sebagai Al-Khawarizmi, Al-Cowarizmi, Al-Ahawizmi, Al-Karismi, Al-Goritmi, Al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lainnya.

Al-Khawarizmi dikenal sebagai orang yang memperkenalkan konsep algoritma dalam matematika. oleh sebab itulah konsep ini disebut Algorism/Algoritma yang diambil dari nama belakangnya. Algoritma umumnya digunakan untuk membuat diagram alur (flowchart) dalam ilmu komputer/informatika.

Kepandaian dan kecerdasannya mengantarkannya masuk ke lingkungan Dar al-Hukama (Rumah Kebijaksanaan), sebuah lembaga penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang didirikan oleh Ma’mun Ar-Rasyid, seorang khalifah Abbasiyah yang terkenal. Ia juga bekerja dalam sebuah observatory yaitu tempat belajar matematika dan astronomi. Selain itu ia juga dipercaya untuk memimpin perpustakaan khalifah.

Selain ahli dibidang matematika, Al-Khawatizmi juga menekuni bidang astronomi, astrologi, dan geografi. Di bawah Khalifah Ma’mun, sebuah tim astronom yang dipimpinnya berhasil menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Di bidang geografi, Al-Khawarizmi juga pernah memimpin tujuh puluh orang geografer untuk membuat peta dunia pertama pada tahun 830. Waah…hebat yah??

Al-Khawarizmi juga yang pertama kali memperkenalkan teori aljabar dan hisab. Oh iya, nama aljabar diambil dari bukunya yang terkenal itu looh yang berjudul al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabalah (Ringkasan Perhitungan Aljabar dan Perbandingan). Dalam bukunya itu diuraikan pengertian-pengertian geometris.

Ia juga menyumbangkan teorema segitiga sama kaki yang tepat, perhitungan tinggi serta luas segitiga, dan luas jajaran genjang serta lingkaran. Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus dan kotangen serta konsep diferensiasi. Oleh karena itulah Al-Khawarizmi juga disebut sebagai Bapak Aljabar.

Al-Khawarizmi juga memperkenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan tentang angka 0 (nol) yang dalam bahasa Arab disebut sifr. Angka nol baru dikenal dan dipergunakan orang Barat sekitar 250 tahun setelah ditemukan oleh al-Khawarizmi. Sebelumnya para ilmuwan mempergunakan abakus, semacam daftar yang menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya, untuk menjaga agar setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan dalam hitungan.

Al-Khawarizmi juga menyusun buku tentang penghitungan waktu berdasarkan bayang-bayang matahari. Al-Khawarizmi meninggal pada 262 H/846 M di Baghdad. Walaupun ia sudah lama meninggal, namun ilmu yang ia hasilkan masih kita gunakan sampai saat ini.

One thought on “Pengen Seperti Bapakku; Al-Khawarizmi :-D

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s