Karena Dinda Disayang Allah \^_^/

Adinda Faradillah Kono. she is fighter, I think

Adinda Faradillah Kono. she is fighter, I think

Kullu nafsin dzaaiqatul maut…
Setiap yang bernyawa, pasti akan mati…
Dan ternyata sahabatku, Adinda Faradillah Kono dipanggil oleh Allah lebih dulu. Ia mendahului kita semua. Itu semua karena Dinda disayang Allah.

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun…
Saya dkk yang lain, sungguh tak menyangka ia begitu cepat pergi.
Sepertinya baru kemarin kita bersama…
Seperti baru kemarin kita bersenda gurau…
Sepertinya baru kemarin engkau menggaungkan mimpi-mimpi indahmu…

Saat aku mengikuti presentasi kemajuan PKM, 15 Mei 2012...Dikau datang tuk memberi semangat dan dukungan untukku(Dari kiri ke kanan; Andi Fitriawati, Pujiati Sari, Fahrunisa, Adinda)

Saat aku mengikuti presentasi kemajuan PKM di Ruang Senat Rektorat, 15 Mei 2012…Dikau datang tuk memberi semangat dan dukungan untukku
(Dari kiri ke kanan; Andi Fitriawati, Pujiati Sari, Fahrunisa,  dan Adinda)

Masih ku ingat, tatkala dikau mengumbar impianmu tuk bisa lolos IELSP
dan aku mengatakan “Iya, kita berjuang sama-sama, Din”
Masih ku ingat, tatkala dikau begitu bersemangat, dan berkata “Saya optimis ukh, insya Allah kita gol”. Setahu daku, engkau memang orang yang paling optimis. Optimis tanpa batas!

Masih ku ingat, tatkala dikau menerbangkan anganmu ke negeri UK, dan daku menginginkan terbang ke Amerika tuk lanjut S2…

Meski secara formalitas engkau bukan pengurus UPIM, namun hadirmu mewarnai setiap kegiatan UPIM (Sering eksis sejak dulu dengan kami)

Meski secara formalitas engkau bukan pengurus UPIM, namun hadirmu mewarnai setiap kegiatan UPIM (Sering eksis sejak dulu dengan kami)

Masih ku ingat, tatkala doa dan dukunganmu terhadap kesuksesan yang kuraih. Tak lelah engkau memberi petuah-petuah yang sangat berarti padaku, dan kita saling menguatkan.

Masih ku ingat, saat kita bersua dulu, tak pernah sedikitpun dikau berwajah sedih dan murung, namun yang selalu kulihat adalah cahaya, keceriaan, canda, tawa, semangat dan tentu saja inspirasi yang tak terbatas.

Masih ku ingat, engkau adalah salah satu tempat curhat terbaikku. Di saat semangat tuk bermimpi mulai luntur, engkau selalu hadir tuk membangkitkan harapan itu…

Masih ku ingat, engkau begitu gigihnya menuntut ilmu di JECC, hingga nekad engkau melewati Juanda – Pantoloan di gelapnya malam, demi secuil ilmu yang ingin kau raih…

Bersama akhwat Insan Muda Community Palu (IMCP), engkau senantiasa semburatkan senyum sumringahmu. Begitu menyejukkan, Din :-)

Bersama akhwat Insan Muda Community Palu (IMCP), engkau senantiasa semburatkan senyum sumringahmu. Begitu menyejukkan, Din🙂

Dindaku sayang, jujur ku katakan mungkin tak cukup kata-kata indah yang dapat ku tulis untuk menggambarkan dirimu…
Semakin jari ini menari indah untukmu, semakin pula diri ini begitu rindu padamu…
Semakin diri ini mengenangmu, tak hentinya butiran jernih di pelupuk mata, berjatuhan tak tertahankan…

Inilah surat cintaku untukmu, Dindaku sayang🙂 Sungguh, kenangan indah bersamamu tak kan bisa ku lupakan. Semuanya terlalu indah untuk dienyahkan dari ingatan ini.

21 tahun adalah waktu yang cukup singkat bagimu hidup di dunia ini. Aku tak menyangka dikau pergi begitu cepat. Padahal masih banyak impian indahmu yang belum terwujud. Namun ternyata Allah bertindak lain. Allah lebih senang jika engkau dekat dengan-Nya. Karena Dinda disayang Allah. Engkau dijemput oleh-Nya lebih dulu. Engkau dijemput-Nya tuk meraih impian yang hakiki, impian semua hamba yang ada di muka bumi ini, yakni berjumpa dengan-Nya. Ya, engkau meraih impian itu lebih dulu dibanding kami. Insya Allah, jannah-Nya kan engkau raih, Din… Percayalah, kami kan mendoakanmu, Din…

Saat engkau meninggal pun, Alhamdulillah terpancar rona senyum dari bibirmu:-) Insya Allah itulah penggambaran yang nyata bahwa dikau bahagia damai di alam sana. Insya Allah. Aamiin

Selamat jalan, Dindaku sayang…
Daku sudah mengikhlaskan kepergianmu, sobat…

Ana uhibbuki fillah, Ukhti Dinda…
I love you because of Allah…
Miss you forever…

Allahummaghfirlaha warhamha wa’afihi wa’fu’anha….
Semoga Allah swt menerima semua amal kebaikannya, mengampuni segala dosa dan kesalahannya, serta melipatgandakan pahala baginya..

Sungguh, aku merindukan panggilan “ukhti” yang sering kau sebut untukku…
Semoga engkau tenang di alam sana, chayank🙂🙂🙂
Inilah malam pertamamu, Ukhti Dinda…
Miss you, there…
Wassalamu’alaikum, salam terakhirku untukmu, ukhtiku…

By Sobatmu, Najmi Qalim Al-Khawarizmi, yang senantiasa merindukanmu,
Semoga kita dapat berjumpa kembali di Jannah-Nya. Aamiin

Di Gubuk Cita dan Cinta, 5 Maret 2013
pukul 22.10 WITA.

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s