Pemerintah Australia Tawarkan Beasiswa

Dari kiri ke kanan; Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.Ag., Ph.D, dan Mochtar Marhum, M.Ed., Ph.D., duta alumni Australia. Penerima beasiswa AAS

Dari kiri ke kanan;
Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.Ag., Ph.D, dan Mochtar Marhum, M.Ed., Ph.D., duta alumni Australia. Penerima beasiswa AAS

Kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ke Australia bagi Warga Negara Indonesia dibuka kembali. Hal tersebut disampaikan oleh Mochtar Marhum, M.Ed., Ph.D., dan Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.Ag., Ph.D, duta alumni Australia saat sosialisasi beasiswa Australia di International Office (IO) Untad, Jum’at (8/3). Sosialisasi dihadiri oleh alumni, mahasiswa dan staf pengajar Untad dari berbagai fakultas.

Program beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Australia yakni Endeavour Awards, Australia Awards Scholarship (yang dulunya bernama ADS), dan Australian Leadership Awards (ALA).

Endeavour Awards merupakan program beasiswa Pemerintah Australia yang memberikan kesempatan untuk melakukan studi, penelitian dan pengembangan profesi di Australia. Beasiswa Endeavour Awards terdiri dari Endeavour Postgraduate Awards, Endeavour Research Fellowships, Endeavour Executive Awards dan Endeavour Vocational Education and Training Awards. Melalui beasiswa Endeavour Awards, penerima beasiswa dari Indonesia akan memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi, membangun jaringan dan hubungan kelembagaan serta berkontribusi terhadap upaya penelitian regional.

Sementara itu, beasiswa AAS dan ALA merupakan program beasiswa untuk melanjutkan studi S2 dan S3. Untuk bisa mendaftar AAS dan ALA, pendaftar harus memenuhi persyaratan, beberapa diantaranya yaitu, IPK minimal 2,9, nilai IELTS (International English Language Testing System) minimal 5,0/TOEFL ITP minimal 500/TOEFL Internet Based minimal 39, dan umur tidak lebih dari 42 tahun.

Terdapat perbedaan antara ketiga beasiswa EA, AAS, dan ALA. Beasiswa AAS sudah diklarifikasikan jurusan dan universitas yang tetera pada situs resmi Australia, sedangkan ALA dan EA, mahasiswa dapat memilih semua jurusan dan perguruan tinggi di sana dan sudah dinyatakan lulus pada universitas yang ada di Australia.

Untuk AAS dan ALA, pendaftaran dibuka mulai 4 Maret 2013 dan ditutup 19 Juli 2013 sedangkan EA dibuka mulai bulan April 2013 dan ditutup bulan Juni 2013. Bagi yang ingin tahu lebih lanjut, Mochtar Marhum menyarankan agar membuka situs www.AustraliaAwards.gov.au, dan www.australiaawardsindo.or.id.

Mochtar Marhum menyampaikan beberapa kelebihan AAS dan ALA diantaranya, beasiswa yang diberikan pemerintah Australia meliputi biaya pendidikan, biaya perjalanan, anggaran permukiman, biaya hidup, asuransi kesehatan, pelatihan bahasa Inggris dan bantuan tutorial tambahan. “Tahun ini, AAS dan ALA memberikan kesempatan kepada 500 warga negara Indonesia untuk mendapatkan beasiswa melanjutkan studi di Australia. Semuanya biaya ditanggung (beasiswa penuh), kecuali biaya berobat jika sakit gigi dan mata” papar Mochtar, yang juga tercatat sebagai ketua program studi Pasca Sarjana Untad.

Di sesi penutupan sosialisasi, Marsetyo mengatakan bahwa kami sebagai duta alumni Australia akan membantu para pendaftar beasiswa Australia. “Jika mengalami kesulitan dalam pengisian berkas beasiswa Australia, atau ada hal-hal yang belum dipahami, kami dengan senang hati membantu para pendaftar beasiswa,” Imbuh Marsetyo, yang juga menjabat sebagai sekretaris IO Untad. “Harapan kami, semoga banyak masyarakat Kota Palu yang bisa mendapatkan beasiswa prestigious ini,” tutupnya. (pnq)

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s