Kokoh Bagai Akar yang Menghujam Dalam

Universitas Tadulako, AKU BANGGA!

Universitas Tadulako, AKU BANGGA!

Tanyakan kembali esensi mimpimu. Jika arahnya tak sampai pada keridhoanNya, maka jangan harap langkahmu kokoh bagai akar yg menghujam dalam, mudah terkoyak dan mati! Jadikanlah mimpimu itu tangga-tangga surga, yg tidak hanya membawamu naik, tapi membuat orang lain menyusul, semoga.

Berjuang bersama-sama. Di saat yang lain pesimis dengan mimpinya, kita yang lagi optimis mesti menyalurkan energi semangat 45 kepada mereka. Begitu pun sebaliknya. Intinya saling menguatkan🙂

Memang, kadang kesendirian itu dingin. Kesendirian itu membosankan. Di saat sendiri, peluang bagi setan tuk mengganggu manusia itu sangat besar. Olehnya itu, jangan berlarut dalam kesendirian. Jangan jauh dari jamaah kita. Merekalah yang menguatkan hati-hati kita yang lemah. Mereka lah yang menggopoh diri kita saat terjatuh. Merekalah yang dengan ikhlas memberi pundak untuk kita berkisah dan bersedih.

Dan memanglah, kebersamaan akan meningkatkan motivasi dengan sangat drastis. Motivasi jadi meningkat untuk melakukan kebaikan. Dan pada akhirnya kita dituntut untuk berlomba-lomba dalam hal itu. Berlomba-lomba dalam kebaikan🙂

Semoga impian dunia dan akhirat kita selaras…Semoga kita dapat menyiapkan bekal sebaik mungkin untuk meraih impian dunia dan akhirat.

Semoga impian-impian kita ini tetap terjaga. Karena tak mudah menangkap kembali impian-impian yang sudah terlepas dari sangkarnya.

 

1 April 2013
23.59 WITA…
Di Istana Mimpi😉

5 thoughts on “Kokoh Bagai Akar yang Menghujam Dalam

  1. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Kenapa redaksinya “mesti menyalurkan virus-virus semangat 45” bukankan virus itu konotasinya cenderung negatif, masing mending bakteri, ada bakteri yang menguntungkan.

    Mungkin akan lebih pas jika “mesti menyalurkan energi-energi positif semangat 45” atau kalimat yang lain.

    Mohon maaf, hanya sekedar saran. Tetap semangat dan lanjutkan Perjuanganmu!

    • Syukran atas koreksiannya.
      Iya emang kata virus sering dijadikan konotasi utk hal2 yg negatif.

      Heummm maklumlah a’, Puji kadang suka nulis ceplas ceplos. Ngalir apa adanya, tanpa memikirkan kmbali diksi yg digunakan😀

      Oke Puji ganti skrg ya🙂

      #Keep blogwalking

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s