Menjadi lilin

image

Kadang kita harus menjadi sebuah lilin yang mengikhlaskan diri kita untuk siap dibakar. Merelakan diri demi menerangi sekitar.
Cahayanya yang tak seterang lampu ataupun matahari, namun sangat bermanfaat buat orang lain yang seolah kepepet membutuhkannya.

Begitulah hidup kawan! Mesti rela berkorban demi kebahagiaan orang sekitar. Berani cinta, maka mesti siap membuktinya, meski tenaga, waktu dan pikiran banyak terkuras demi mereka.

Dan pada akhirnya, kita hanya perlu mengikhlaskannya. Memperbaiki niat-niat kita.
Tak perlu menyesali apa yang sudah kita lakukan, tak tak perlu terlalu berbesar hati dengan amal yang kita lakukan. Just ikhlas, n mari kita memperbaiki niat2 kita… Seperti kutipan hadist berikut.
“Berapa banyak amal besar yang menjadi kecil nilainya karena niat. Dan berapa banyak amal kecil yang menjadi besar nilainya karena niat” (Ibnul Mubarak).

Dari kutipan di atas, jelas bahwa niat sangat penting dalam melakukan sesuatu. Ini cambuk buat saya dan para pembaca sekalian.
Yuk perbaiki niat2 kita. Semoga istiqomah. Bagi yang sedikit bengkok, yuk luruskan.
Semoga kita dapat menjadi lilin-lilin yang dapat menciptakan peradaban yang lebih baik. Cahaya yang sedikit, namun membawa perubahan yang besar bagi keluarga, agama dan negara ini.
Aamiin…

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s