Peringati HARDIKNAS 2013, HIMASKI FKIP UNTAD Gelar Seminar Pendidikan

Dari kiri ke kanan; Moderator, dan Arifuddin M. Arif, S.Ag., M.Ag.

Dari kiri ke kanan; Moderator, dan Arifuddin M. Arif, S.Ag., M.Ag.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2013, Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMASKI) FKIP Untad menggelar seminar pendidikan di Aula Dikjar Palu, Kamis (2/5). Seminar yang mengusung tema “Implementasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter untuk Menciptakan Generasi  Emas Bangsa demi Menyongsong Indonesia yang Lebih Baik” itu menghadirkan pembicara tunggal yakni Arifuddin M. Arif, S.Ag.,M.Ag. Saat ini beliau tercatat aktif sebagai dosen STAIN Datokarama Palu, dan juga tengah berprofesi sebagai motivator di bidang pendidikan.

Dalam seminar secara khusus Arifuddin M. Arif memaparkan materi yang berjudul “Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013”. Setidaknya ada dua poin utama dalam pemaparan materinya yaitu mengenai isi kurikulum 2013 berbasis pendidikan karakter, dan tantangan ke depan bagi seluruh elemen masyarakat jika kurikulum baru disahkan di bulan juli 2013 mendatang.

“Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kurikulum 2013 akan diberlakukan di bulan Juli 2013,” kata  Arifuddin, mengutip perkataan Mendikbud. Kurikulum 2013 dirancang sebagai upaya mempersiapkan generasi Indonesia 2045, sekaligus memanfaatkan momentum populasi usia produktif yang jumlahnya sangat melimpah agar menjadi bonus demografi dan tidak menjadi bencana demografi”, tambahnya.

Menurut Arifuddin M. Arif ada tiga hal yang mendasari mengapa kurikulum 2013 harus diterapkan. Pertama, perlu adanya perbaikan kurikulum yang sebelumnya. Kedua, untuk menyiapkan  SDM yang berkarakter dalam menghadapi Indonesia Emas 2045, yang merupakan momentum 1 abad kemerdekaan Indonesia. Ketiga, untuk menciptakan bangsa yang berdaya saing tinggi secara internasional. Hadirnya kurikulum 2013 diharapkan dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif,  afektif melalui sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.

Arif, begitu sapaan akrabnya, juga menjelaskan isi kurikulum 2013. Beberapa yang menarik diantaranya yaitu, pertama, untuk tingkat SD diwacanakan hanya ada enam mata pelajaran, yakni Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Kedua, IPA dan IPS tidak ada dalam kurikulum baru,  keduanya akan diintegrasikan dengan pelajaran lain, termasuk salah satunya ilmu bahasa dikemas dalam konteks yang lebih menarik. Jadi, kurikulum baru ini bersifat tematik, dan lebih mengarah pada pendidikan karakter. Karakter akan lebih banyak dipelajari siswa di tingkat sekolah dasar di mulai sejak dini. Namun, semakin tinggi jenjangnya, pelajaran terkait pendidikan karakter berkurang, dan diganti dengan pelajaran keilmuan.

Bagi Arif, hadirnya kurikulum 2013 berbasis pendidikan karakter ini merupakan tantangan besar bagi bangsa Indonesia. Berhasil atau tidaknya kurikulum tersebut tentunya bergantung pada kesiapan dan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, masyarakat, pendidik, dan orang tua.  Seluruh elemen harus berupaya mewujudkan pendidik, kurikulum, lingkungan, sarana/prasarana, metode dan proses pembelajaran yang berkarakter. (Pnq)        

 

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s