HIMARIN FAPETKAN Dapat Rp 50 Juta Dana Program Hibah Bina Desa

untitled

Sedang memegang ampas sagu

Himpunan Mahasiswa Perikanan (HIMARIN) Fakultas Perikanan dan Peternakan (FAPETKAN) Untad berhasil meraih dana Program Hibah Bina Desa (PHBD) sebesar Rp. 50.000.000. Mahasiswa yang tergabung dalam program tersebut yaitu Hikma, Bahtiar Bidulah, Fitriani Made Ani, Nimade Widyawati, Istiqomah, Masnah, dan Riswan. Ketujuh mahasiswa tersebut merupakan tim penerima dana Program Hibah Bina Desa (PHBD) sesuai  surat keputusan yang dikeluarkan oleh DIKTI, Selasa (7/5).

Saat penyeleksian proposal PHBD, DIKTI  menerima sebanyak 1.026 proposal dari perguruan tinggi se-Indonesia, dan telah dilaksanakan penilaian pada tanggal 23 s.d. 24 April 2013. Selanjutnya dipilih sebanyak 75 proposal yang layak didanai. Satu diantaranya yang didanai adalah tim PHBD Untad ini yang berjudul “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Limbah Hasil Pengolahan Sagu sebagai Pakan Ikan Sidat (Anguila Sp)”.

Bersama dosen pendamping, Dr. Ir. Jusri Nilawati, M.Sc., program akan direalisasikan dalam waktu dekat pada masyarakat kelurahan Mamboro. Nantinya masyarakat akan dibina dalam pengolahan limbah  (ampas) sagu untuk dijadikan sebagai pakan ikan  sidat (Anguila Sp). Berdasarkan Hasil analisis yang dilakukan oleh Hangewa (1992) pada komposisi zat makanan ampas sagu terdapat protein kasar 2,3%, serat kasar 18,86%, BETN 70,04% dan gross energi 4148 Kkal.

“Selama ini masyarakat setempat hanya memanfaatkan daun, pelepah, dan patih sagu saja, sedangkan ampas (limbah) sagu dibuang percuma. Padahal masih banyak komposisi zat makanan yang bisa dimanfaatkan,“ ujar Hikma, ketua Tim pemenang PHBD.  “Olehnya itu, kami akan melakukan pembinaan masyarakat kelurahan Mamboro dalam pengolahan ampas sagu.

Lebih lanjut, menurut Hikma, pakan ikan yang terbuat dari sagu merupakan pakan ikan yang tergolong baru. Dalam pengolahannya juga, timnya akan membuat pakan ikan yang berprotein tinggi.

“Selain itu, dalam PHBD secara khusus kami memfokuskan pada ikan sidat, karena ikan tersebut memiliki protein yang tinggi, sehingga daya jualnya pun tinggi,” kata Hikma.

Sebelum melaksanakan program, ketua tim akan mempresentasikan programnya di Jakarta sekaligus penandatanganan kontrak PHBD. “Kedepannya, kami berharap PHBD dapat terlaksana secara maksimal dan berkelanjutan. Semoga program   ini juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat  setempat untuk meningkatkan perekonomian serta dapat memenuhi kesediaan pakan dari kegiatan budidaya Ikan Sidat,” tutupnya. (Pnq)

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s