Celoteh sang inspirator :-)

image

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh
begitu saja. Tak melawan,
mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup
harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami,pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah
kemana.

–Tere Liye, novel ‘Daun yang jatuh tak
pernah membenci angin’

My celoteh:
Biarkan masa lalu pergi berkawan dengan mata angin.
Terbang bersama angin dan pergi menjauh…
Jika duka menghinggap, kita tak kan menghentikan langkah untuk mengayuh lebih cepat.
Jika berada pada euforia yang mendalam, kita akan bertakjub pada kedahsyatan-Nya…

Malam ini dan kemarin adalah saksi bahwa kita kan bermetafosis dari ulat, kepompong, dan kini beralih pada masa emas yakni menjadi kupu-kupu.

Sebagai kupu-kupu, Kita terbang tak bersama angin dan tak mengikuti arahnya, namun kita terbang dengan energi terdahsyat yang ada pada diri.
Sekuat apa pun goncangan angin dan musibah yang berkeliwaran, namun kita tetap gigih terbang untuk menyebarkan benih kebaikan pada alam.

Aku, kamu, dan kita semua kan menjadi kupu-kupu visioner dan revolusioner.
Hanya ada 2 pilihan; MAJU SEBAGAI PEMENANG atau KALAH sebagai pengecut?!

#Mozaik dini hari,
Bersama sesuatu yang bernama deadline

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s