Notes From Thailand (Mozaik 1)

P1350261Sejatinya sebuah perjalanan terdapat banyak kejutan demi kejutan…
Sejatinya sebuah perjalanan menjadikan diri seseorang menjadi dewasa…
Sejatinya sebuah perjalanan termaknai sendiri melebihi apa yang terpikirkan…
Mari
berpetualang sejauh mata memandang…
Mengayuh sejauh lautan terbentang…
Berguru sejauh alam terkembang…
Sesungguhnya Tuhan menciptakan alam semesta ini untuk menghadirkan kesyukuran yang tak bertepi…

~-Najmi Qalim Al-Khawarizmi-~

 

Aku terbangun dari tidurku. Berat rasanya mata ini terbuka. Berat rasanya aku mengangkat tubuh ini. Segera ku coba mengumpulkan nyawa yang masih bercerai berai untuk dapat bangkit dan menyadarkan diri. “Hmm… Ini semua efek dari perjalanan panjang yang ku akhiri di hari kemarin,” gumamku.

Selalu dan selalu saja aku tercengang dengan apa yang kualami beberapa hari kemarin. Meski perjalanan itu telah terlewati. Hingga detik ini pun, aku tak pernah menyangka dapat melakukannya. Aku tak pernah mengira petualangan demi petualangan kulewati. Aku sangat bersyukur atas segala kesempatan yang Allah berikan kepadaku untuk dapat berguru pada alam, untuk dapat berguru di negeri gajah putih, yakni Thailand tepatnya di Bangkok.

Bangun dari tidur lantas tanpa sengaja aku menonton TV, yang lagi-lagi muncul tayangan perjalanan seseorang menghabiskan waktunya di Thailand. “Wah kok kebetulan banget ya, Neng!” ucapku pada kakak perempuanku. Ya, tepat kemarin aku terakhir kali menginjak negeri itu. Hadirnya tayangan di TV itu tentunya hanya bisa bernostalgia dan mengatakan “Ahaa, ini kan tempat-tempat yang kemarin kita kunjungi,” kataku dengan penuh kegirangan. Di sisi lain aku juga mengatakan bahwa semestinya tayangan ini muncul sebelum saya melakukan perjalanan ke Bangkok supaya bisa mengetahui lebih banyak tempat-tempat yang harus dikunjungi.

Sekali lagi “Alhamdulillah luar biasa”, lagi-lagi kata itu yang pantas terucap di bibir. Lagi-lagi kata itu yang hanya mampu kuucapkan dengan segala nikmat yang diberikan olehNya. Akhirnya aku dapat menaklukan dunia! Akhirnya aku dapat menginjakkan kaki di belahan bumi Allah yang lain. Akhirnya aku dapat menjadi backpacker tanpa guide.

Semua itu bermula dari keikutsertaan Kakakku, Kak Yuli pada kuis di internet yang diselenggarakan oleh SkyScyner yaitu perusahaan transportasi maskapai penerbangan. Aku sendiri nggak terlalu paham banget dengan teknis lombanya. Cuma setahuku diawal lomba ia diminta untuk memilih tujuan liburannya. Ada 5 tujuan yang ditawarkan oleh panitia yaitu Bali, Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Thailand. Nantinya akan dipilih satu orang yang beruntung untuk bisa terbang ke Negara impiannya secara gratis. Pulang-pergi gratis loh buat sepasang. Tapi yang ditanggung hanya tiket perjalanan pesawatnya saja, sedangkan transportasi dan akomodasi selama di sana si pemenang yang mesti menanggung.

“Neng, itu pilih hongkong atau Thailand aja. Kan itu dua yang belum dikunjungi,” Saranku padanya.
Entah mengapa, pada akhirnya pilihannya jatuh pada Thailand.

Selain Kak Yuli, ada Siti dan beberapa teman lainnya yang mengikuti kuis itu. Namun lain halnya denganku. Entah mengapa aku nggak minat banget ikut kuis begituan lagi. Mungkin saja  karena aku nggak mau sibuk dalam beberapa bulan ke depan karena mau ngurus TA.

Hari yang mengejutkan itu pun datang

Selanjutnya hari demi hari berlalu hingga genap menjadi bulan. Pengumuman lomba pun akhirnya tiba. Alhamdulillah Kak Yuli yang keluar sebagai pemenangnya. Cihuyy… Itu berarti ia akan mengajak seseorang untuk menemani perjalanannya karena tiket diperuntukan pada dua orang. Kira-kira siapa ya yang dipilih? Apakah aku, Ibu, Adik, temannya, atau lainnya? Eng  ing eng, akhirnya aku yang terpilih🙂 Alhamdulillah. Bagiku, baru kali ini kakakku sebaik ini. Hmmm… karena ada maunya😀 Thank you Teteh🙂

Oopsss jangan senang dulu, Puji. Ternyata aku dipilih, nggak cuma-cuma gitu aja. Aku ditugasi oleh kakak untuk mencari tempat tinggal selama di Thailand. Juga aku disuruh pelajari segala sesuatu tentang negara itu. Pokoknya ALL ABOUT THAT. “Hmmm… dasar nih sih kakak kok malah ngerepotin aku. Udah tahu aku lagi sibuk ngurus tugas akhirku,” batinku. “Ahhhh, tapi kapan lagi dapat kesempatan ini? Ini kan mimpiku selama ini. Mulai backpackeran tanpa guide. Melewati tantangan demi tantangan dari setiap tempat yang dipijak,” tambahku.

Akhirnya aku mengiyakan apa yang kakakku pinta. Aku melakukannya di tengah kesibukanku mengurus TA. Di sisi lain, kakakku mesti segera mengirimkan tanggal keberangkatan kepada panitia penyelenggara, karena semuanya tergantung keputusan si pemenang. Lamanya waktu menghabiskan di negara itu juga ditentukan oleh kakakku. Lantas aku hanya mengikuti saja. Asyik kan, sobat? ^_^

Dengan segera Kak Yuli mengonfirmasi ke panitia mengenai tanggal keberangkatan, dan pesawat apa saja yang digunakan semua diputuskan olehnya. Intinya, biaya perjalanannya yang dikover oleh mereka tidak lebih dari Rp.7juta. Dengan cermat, Kak Yuli memilih harga pesawat yang murah. Aku pun tercengang. Kak Yuli nekad memilih 4 maskapai penerbangan yang berbeda.
“Pengen coba berbagai maskapai. Kalau pesawat internasional kan pasti keren,” Katanya.
Dia pun menetapkan untuk bisa terbang bersama Lion air, Air Asia, Tiger airways, dan jetstar.
“Astagfirullah, nih orang nekad banget,”Ucapku.

Akhirnya, kami memustuskan berangkat hari sabtu, 19 Mei 2013, dan kembali di hari sabtu, tanggal 25 Mei 2013. Keberangkatan; Palu-jakarta (PP) menggunakan Lion air, Jakarta-Malaysia menggunakan Air Asia, Malaysia-Bangkok menggunakan Air Asia (Jadi ini ganti pesawat! bukan transit karena niatnya pengen jalan-jalan dulu di Malaysia jika sempat). Sedangkan kepulangan; Bangkok-Singapura menggunakan Tiger Airways, Singapura-Jakarta menggunakan Jetstar. Subahanallah manteb markotop ya? Hehe Alhamdulillah🙂

Eitssss, jangan senang dulu kawan! Masalah demi masalah pun muncul. Panitia menginformasikan kepada kami kalau sebenarnya tiket hanya diperuntukan buat 1 ORANG saja. Huahhhhh laahhh kok bisa gitu?:-/ Berarti aku gak jadi ikut ya. Wah batal nih…

“Mbak, kok tiket perjalanannya hanya buat 1 orang? Bukannya buat sepasang? Kan di panduan lombanya tertulis hadiah tiket sepasang?” Tanya kak Yuli pada mbak panitia.

“Iya sepasang. Yang artinya 1 tiket Pergi-Pulang Indonesia-Thailand! Lah kalau nggak sepasang, berarti kamu nggak balik lagi ke Indonesia toh?” Jawab mbak panitia via email.

O o o … berarti kami salah mengira. Bukan kami saja yang salah kira, tapi selama ini teman-teman seperlombaan juga mengira demikian. Hmmm singkat cerita, entah mengapa akhirnya mbak panitia mengizinkan kami untuk pergi berdua. Mungkin karena dia pikir bahwa toh total biayanya tidak melebihi Rp.7Juta.

“Mungkin Rp.7Juta cocok buat satu orang dengan menggunakan pesawat Garuda,” Ucap kak Yuli.

“Iya, kalau elu jalan sendiri. Mana seru!” Ledekku padanya. “Setidaknya gw kan jadi guide yang baik hati dan penurut. Hehe,” tambahku lagi.

Eitss jangan senang dulu. Tunggu ya, ternyata masih ada satu masalah lagi yang tiba-tiba muncul saat Kak Yuli melakukan komunikasi lebih lanjut dengan mbak Panitia.

“Yuli, cukup sudah ya. Keputusanmu untuk berangkat tanggal 19 mei dan pulang tanggal 2o mei itu udah fix kan? Jangan sampai ada perubahan jadwal lagi,” Kata Mbak Panitia. “Aduh Yuli, kamu itu sedikit ngerepotin mbak. Mbak kerepotan dalam memesan tiket dari berbagai maskapai yang kamu pilih. Jadinya tax fee-nya juga mahal. Tiket yang kamu pesan harganya jadi lebih 7juta,”tambahnya.

Saya dan kakak jadi merasa bersalah juga atas jawaban itu. Namun entah mengapa singkat cerita, eh si mbak panitia itu tetap memesan rute itu buat kami. Hehe… mungkin supaya tidak terlalu berbelit dan panjang lebar lagi waktunya. Akhirnya tiketnya di-issue juga, kalo nggak salah sekitar bulan Januari 2013 saat itu. Jadinya kami memiliki waktu sekitar 3 bulan lebih untuk mengumpulkan dana buat transportasi dan akomodasi selama di Thailand. Untuk keberangkatan di bulan Mei 2013 mendatang.

Detik-detik menuju hari H

Aku menamakan agenda backpacking bersama Kakakku ini yaitu “THUMBS”. Kepanjangannya adalah “The Twins Muslimah Backpackers”. Keren toh?😀 Pemberian nama ini agar kegiatan tersebut bisa jelas dan terarah ^_^ Agenda ini akan diaktrisi oleh dua anak manusia-kakak beradik yaitu Puji dan Yuli🙂
Perjalanan akan memakan waktu selama seminggu. Dengan rincian; 2 hari di Indonesia dan 5 hari Thailand. Kami memilih waktunya di bulan Mei karena di waktu ini Kak Yuli udah libur dari pekerjaannya sebagai seorang guru. Sedangkan aku? Oups, masalah kembali muncul kawan. Di bulan Mei aku tengah menjalankan penelitianku nantinya. Secepat kilat aku mengatur agenda penelitian TA-ku agar tidak bertabrakan dengan agenda THUMBS. Dan pada akhirnya Alhamdulillah semuanya bisa teratasi.

Di tengah kesibukanku mengurus TA, aku sempet-sempetin nyari “All about Thailand”. Mulai dari kota apa yang akan kami kunjungi. Tempat apa saja yang harus kita datangi selama 5 hari nanti. Dimana tempat tinggal kami. Transportasi apa saja yang akan kami gunakan. Makanan apa yang harus kita cicipi. Waktu beribadah untuk daerah Thailand, de es be.

Oh iya, sebenarnya kami ingin juga menghabiskan waktu di Malaysia atau di Singapura. Dan ternyata kami nggak punya banyak waktu untuk melakukan hal itu. Budget pun terbatas. Belum lagi takut ahhh, ntar dapat marah dari mbak panitia lagi. Hehe… Dan lagi pula tujuan utama perjalanan kami adalah Thailand. Hmmm tapi sebenarnya, kami bisa melakukan perjalanan yang lebih luas dan lebih lama lagi. Namun, kami gak berani ambil lama-lama. Dan benar saja, ternyata aku mesti kelarin penelitianku. Jadi 5 hari itu waktu yang sangat cocok untuk berlibur ke Thailand.

Saat menentukan rute perjalanan kami. Rencananya kami ingin melihat kehidupan penduduk Thailand yang terkenal dengan leher panjangnya. Sobat-sobat tahu kan? Itu tuh, leher mereka dililit besi. Konon katanya, semakin panjang besinya, maka semakin terlihat cantik. Hmm mungkin bagi kita aneh, tapi itulah kenyataannya. Itulah budaya mereka. Sangat unik🙂 Masyarakat bertradisi seperti itu adanya di kota Chiang mai, di bagian utara Negara Thailand. Selain itu, rencananya kami juga ingin mengunjungi kota Phuket. Kota yang terdapat pulau phi phi island, yang amat cantik. Yang katanya pernah dijadikan lokasi syuting filmnya Leonardo Decaprio. Kalau aku lihat di google, keindahan pulau itu seperti daerah RAJA AMPAT. Sempat terpikir bahwa, sayang banget kalau ke Thailand, tapi nggak ngunjungi pulau cantik itu. Kapan lagi coba? Hmmm setelah dipikir-pikir, akhirnya aku tidak memilih untuk mrngunjungi pulau itu, karena alasan budget yang terbatas. Kami butuh sekitar 1 jutaan untuk mengikuti paket tour ke sana. Lain kali saja, pikirku saat itu.

Keputusan tanggal keberangkatan dan kepulangan agenda THUMBS, semuanya diatur Kak Yuli. Namun lain halnya dengan rute, tempat yang harus dikunjungi, dan tempat yang akan kami tinggali, kesemuanya itu adalah KEPUTUSANku😀 Kak Yuli tinggal tunggu beres aja. Dalam hal ini, seolah bener-bener aku jadi guide buatnya. Tapi bener-bener ini sangat menyenangkan dan sangat menantang. Sudah tak sabar lagi ^_^

Segera aku menentukan rute perjalanan yang akan kami lakukan. Dan akhirnya jatuh pilihanku untuk mengelilingi kota Bangkok. Bangkok merupakan ibukota dari Negara Thailand. Menurutku, ngapain jauh-jauh ke kota kecil, kalau di kota besarnya saja ada banyak tempat yang menarik yang bisa kami kunjungi. Selain itu kami bisa lebih hemat dalam melakukan perjalanan. Aku pun terus mencari berbagai referensi mengenai kehidupan di Bangkok. Aku juga mengumpulkan cerita-cerita para backpacker yang pernah jalan-jalan ke Bangkok. Aku juga mempelajari berbagai transportasi yang ada di Bangkok. Rupanya di sana ada BTS Skytrain (kereta gantung), MRT (kereta bawah tanah), ojek, tuk-tuk dan perahu melewati sungai Chao phraya. Wah nggak sabar pengen nyoba semuanya. Kalau MRT udah pernah ku coba saat di Singapura 2 tahun yang lalu. Kalau ojek pun banyak di Indonesia, sedangkan kendaraan yang lain belum pernah dicoba. Sepertinya sangat seru naik perahu di atas sungai. Dibayanginnya aja udah sangat menyenangkan saat ku membaca cerita-cerita para backpacker ketika menyebrangi sungai itu.

Segera aku print beberapa informasi penting yang nantinya aku butuhkan selama di Bangkok. Mulai dari cerita-cerita para backpacker, rute transportasi, dan peta kota Bangkok.
Penasaran dengan THUMBS event yang kan kami lewati?
Penasaran dengan kejutan-kejutan cerita kami?
Apakah kami berhasil jadi backpacker tanpa guide?
Dimana kah tempat tinggal kami?
Bagaimana backpacker yang dilalui dua muslimah ini?
Hmmm semuanya kan terjawab pada mozaik cerita selanjutnya. Cekidot ya ^_^ Jangan sampai ketinggalan. Rugi loh😀

7 thoughts on “Notes From Thailand (Mozaik 1)

  1. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Subhanalloh, hanya itu yang bisa saya ucapkan, selanjutnya:

    selamat hari raya idul fitri 1434 H
    mohon maaf lahir dan batin

  2. Ping-balik: Notes From Thailand; Thumbs Event | Pujiati sari's Blog

  3. Insyaallah mbak…🙂

    Silahkan berkunjung balik ke blog saya. hehe… walaupun tulisan saya masih alakadarnya😀

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s