Notes From Thailand (Mozaik 2)

Me and my map :-)

Me and my map🙂

Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
.”

(Syair Imam Syafi’i)

Entah mengapa syair ini begitu mengena ketika aku kan pergi. Begitu mengena meski aku pergi bukan untuk merantau jauh. Begitu mengena meski aku hanya melakukan perjalanan antar daerah. Tapi tentunya syair ini lebih mengena tatkala aku melakukan perjalanan menakjubkan seperti ini.

Alhamdulillah tahun 2013 ini, diawali dengan tujuan penerbangan internasional. Kalau di tahun sebelumnya aku melakukan banyak perjalanan di berbagai kota di Indonesia, harapku di tahun 2013 ini aku bisa melakukan banyak perjalanan internasional. Semoga kesampean bisa nginjek berbagai benua. Eropa kah, amerika kah, atau kutub pun boleh jika Allah mengizinkan >_<
Sungguh perjalanan ke Bangkok ini merupakan suatu kejutan. Tak pernah terbayang sebelumnya bisa ke negara itu dengan cuma-cuma. Ini adalah pengalamanku yang kedua ke luar negeri, karena sebelumnya di November 2011 aku dan kak Yuli pernah ke Singapura bareng sahabat Marina. Lagi-lagi kesempatan ke LN selalu saja melalui sebuah peruntungan kuis di internet yang kami ikuti. Yah mungkin saja ini lah cara terbaikNya menerbangkan kami ke luar negeri. Kapan lagi coba? Hehe. Insya Allah ketika S2 nanti saya bisa mengunjungi Negara lainnya. Jauh dan pergi jauh, yang benar-benar merantau. Aamiin.

Meski kali ini bukan perjalanan saya yang pertama ke LN, tapi jujur inilah pengalaman kami ke luar negeri tanpa seorang pemandu. SUngguh berbeda dengan perjalanan kami waktu ke Singapura, karena waktu ke Singapura kami memiliki pemandu yang mengatur segala sesuatu perjalanan kami. Jadi kami hanya tinggal tunggu beres kala itu. Hmmm lain halnya dengan ke Bangkok. Benar-benar deh penuh tantangan. Kadang terbesit rasa ketakutan. Apa kami bisa bertahan di Bangkok? Apa kami bisa berkomunikasi dengan baik dengan penduduk sana? APa nantinya kami tersesat? Apa uang kami cukup untuk melakukan perjalanan selama di sana? Hmmm sungguh tanda Tanya besar. Belum bisa kujawab saat itu. Namun aku selalu berdoa dan optimis. “Ngapain takut, kan ada Allah yang menjaga kami,” Ucapku dengan penuh keoptimisan.

Adventure pun dimulai

Sabtu, 19 Mei 2013 sekitar pukul 21.00 WITA, pesawat membawaku terbang dari Palu  menuju Jakarta. Aku terbang dengan menggunakan Lion Air dengan seorang diri. Sedang Kak Yuli sudah berada di Bandara Soeta malam itu. Sebulan kami berpisah. Sejak sebulan lalu, Ia sibuk mengurus pendaftaran kuliah S2-nya di Bandung, dan kami pun berjanji tuk berjumpa di Bandara.

Di atas pesawat aku duduk di bangku 27D. Di bangku yang hampir menjorok ke belakang badan pesawat. Seketika kuamati lekat-lekat orang-orang yang berada di dalam pesawat. Hmmm tak ada satu pun paras yang kukenali. Semuanya asing. Aku pun terdiam, menikmati setiap detik perjalanan yang kualami. Sempat nerveous karena aku tidak menyangka akhirnya hari yang telah dinanti-nanti telah tiba.
“Petualangan pun dimulai,” gumamku dalam hati.

Dinginnya pesawat yang membawaku malam ini, tak sedingin dengan perasaanku kala itu. Dingin karena hingga di pesawat pun aku mesti membaca lembaran demi lembaran cerita orang yang aku print. Aku mesti mengatur stategi, tempat-tempat apa saja yang harus aku kunjungi mulai hari pertama sampai hari kelima. Aku mulai mempelajari rute BTS dan MRT agar jangan sampai tersesat. Aku rasa ketakutan dan keraguan adalah sebuah kewajaran tatkala memasuki zona yang tak terduga, yang mungkin saja memasuki zona tak nyaman.

Aku tak bercengkrama sedikit pun sedari tadi. Dua pasang suami istri di sampingku hanya sibuk dengan urusan mereka. Aku pun ragu untuk menegur duluan. Hmmm mungkin juga orang-orang di sekitarku sesekali mendapati ku tengah sibuk dengan lembaran-lembaran putih itu. Aku seperti seorang pelajar yang sedang belajar kebut semalam, yang seolah besok adalah hari ujianku. Aku begitu sibuk dengan bacaan-bacaanku. Mungkin saja ada yang memergokiku, dan memperhatikan apa yang kubaca. Tentu saja mereka kan terheran-heran telah melihat susunan kalimat yang bertuliskan aneh. Kata demi kata yang tulisannya bagaikan cacing kepanasan. Ya, itulah tulisan bahasa Thailand.

Tak tahan aku membaca tulisan aneh itu, dengan sekejap mataku terhipnotis tuk terpejam. Aku tertidur di atas pesawat kurang lebih selama 1 jam. Ketika membuka mata, tak terasa aku telah tiba di bandara internasional Soeta. Jakarta, I am coming ^_^

Berjumpa dengan Orang-orang Hebat

Pukul 23.00WIB aku tiba di Jakarta. Setelah mengambil tas di bagasi, dengan segera aku menuju tempat yang akan membawa kami ke Bangkok. Dengan menggunakan shuttle bus gratisan, aku menuju ke tempat itu. Dan akhirnya berjumpa dengan Kak Yuli di sana. Aku menemuinya di sebuah Mushalla di sana. Ia sudah setengah terlelap. Tak cuma ia seorang yang terlelap di situ. Kulihat ada beberapa ibu separuh baya dan kakak-kakak perempuan yang sedang terlelap tidur. Sepi dan senyap yang tergambar di ruang berukuran 4x4m itu. Entah mengapa aku tak bisa tidur di ruang itu. Rasanya cukup aku merebahkan badan di atas pesawat meski hanya sejam saja. Aku  pun beranjak mengambil laptopnya kak Yuli dan menyalakan modemnya. Lantas segera aku berstatus ria di facebook, dan sedikit menumpahkan kisah pada istana mayaku, alias blogku. Ahaa rasanya senang banget bisa nulis di blog yang setting lokasinya di Bandara. Unik saja bagiku🙂

Satu kesempatan yang tak kebetulan menurutku. Aku berkenalan dengan seorang akhwat bernama Kak Weni. Ia berasal dari Padang, yang merupakan alumni S1 dari Universitas Negeri Padang jurusan Sosiologi.
“Dik, lagi nunggu penerbangan besok pagi ya yang menuju ke Malaysia?” Tanyanya padaku, mengawali perjumpaan kami.
“Iya kak. Kami mau ke Bangkok, tapi singgah dulu ke Malaysia,” jawabku. “Kakak mau kemana?”tanyaku balik.
“Kakak mau ke Jepang,” jawabnya singkat.

Subhanallah, ke Jepang?! Mau dong ikut. Bergetar aku mendengar jawaban kak Weni itu. Usut  punya usut ternyata kak weni akan melanjutkan S2-nya di Jepang, tepatnya di Tokyo technology of University (Kalau gak salah), di jurusan teknologi pendidikan. Subhanallah keren pisan the, aku terkagum lagi.
Hmmm bagiku, tatkala berkesempatan tuk berjumpa dengan orang hebat seperti ini, aku pasti tak kan melepaskannya begitu saja. Sudah menjadi kebiasaanku akan menggali sedalam-dalamnya, menanyai setiap jengkal hidupnya hingga ia bisa hebat seperti itu. Dari situ aku pun bisa mendapatkan banyak motivasi darinya. Masya Allah, aku yakin aku bisa sepertinya. Bisa lanjut S2 di negeri yang selama ini aku impikan. Selanjutnya pertemanan kami berlanjut di facebook. Kami bertukar nama facebook. Hmm dan benar saja, Kak Weni sangat aktif di facebook. Dari Kak Weni, aku berteman dengan orang hebat lainnya.

Selain Kak Weni, di Bandara aku juga bertemu dengan Ibu-ibu separuh baya. Namun sayang, aku lupa namanya. Tapi kami sudah tukaran nama facebook juga. Beliau juga rencana liburan ke Bangkok, tapi tujuan tempat tinggal kami cukup berjauhan.

Last but hebat juga, aku berjumpa dengan Kak Ayu. Seorang pegawai negeri Indonesia yang saat itu tengah S2 di Jepang. Beliau juga kembali ke Jepang untuk kembali kuliah. Dia memberi keoptimisan kepadaku dan mengatakan bahwa aku bisa seperti dia, bisa lanjut S2 di Luar negeri. Apalagi namaku “Puji” kalo sedikit diplesetkan menjadi “Fuji”. Kak Ayu bilang mungkin dengan begitu suatu saat nanti aku dapat menginjakan kaki di Jepang, dan dapat ke Gunung Fuji. Hmm… indahnya berhayal tinggi, gumamku. Dan Sungguh, perjumpaanku dengan kak Weni  dan Kak Ayu bukanlah suatu kebetulan. Inilah rencana Allah mempertemukan aku dengan orang-orang hebat seperti mereka, yang semoga saja bisa kecipratan hebatnya. Aamiin ^_^

One thought on “Notes From Thailand (Mozaik 2)

  1. Ping-balik: Notes From Thailand; Thumbs Event | Pujiati sari's Blog

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s