Notes from Thailand (Mozaik 7)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-ku.” (Qs. Adz-Dzariyat: 56)

Salah satu poin penting yang bisa kudapatkan dari hasil perjalananku adalah “kadar kesyukuranku kepada Allah kian meningkat”. Inilah bentuk penyembahanku sebagai hambaNya. Insya Allah makin bersyukur, maka makin rajin ibadahnya. Makin tinggi rasa sosialnya terhadap sesama. Makin tinggi rasa nasionalisme pada Negara, karena ingin berkontribusi banyak untuk memajukan negeri. Aamiin.

Berjalan di Muka Bumi Tanpa Guide

Rabu, 22 Mei 2013, sekitar pukul 10.00 pagi, setelah sarapan, aku dan kakak mulai berwisata tanpa guide. Sebenarnya pukul 10.00 sudah cukup lambat kami memulai perjalanan, mestinya mulai jam 8. Ckckck soalnya daritadi Cuma ngurusin pelanggan bisnis yang mau pesan tablet. Hehe…

Ompleng telur buat sarapan

Ompleng telur buat sarapan

NAsgor

NAsgor

Atas saran Jom, ketika di jalan besar (sekitar 500M dari kediaman), kami harus naik bus bernomor 8 atau nomor 42 (kalau nggak salah sih no.42), dan lupa bus nomor apa aja. Yang jelas, nggak boleh naik bus yang lain, dan mesti naik bus bernomor yang disebutkan itu, agar kami bisa sampai di salah satu pos MRT (kereta bawah tanah); stasiun Lat Phrao.

Berjalan 500 meter untuk mencampai jalan besar. Jom menemani kami

Berjalan 500 meter untuk mencampai jalan besar. Jom menemani kami

Bus 8 yang kami naiki

Bus 8 yang kami naiki

ATas jembatan

ATas jembatan

Satu kekurangan dari tempat tinggal kami, bahwa tempat tinggal kami itu cukup jauh dari pusat kota. Jadi kalau mau ke pusat, mesti naik bus-MRT-BTS dulu baru bisa sampai ke tempat tujuan. Hmm kira-kira memakan 1 jam perjalanan. Cukup jauh juga. Biar aja menurutku, dan ini sebelumnya udah di jelasin oleh Pak Anwar. Setidaknya kami beruntung bisa berjumpa dan tinggal sangat damai dan aman di keluarga muslim itu.

Peta di depan kereta bawah tanah (MRT)

Peta di depan kereta bawah tanah (MRT)

Bacalah agar kamu tidak tersesat :-D

Bacalah agar kamu tidak tersesat😀

Menembus plang :-D untuk bisa naik MTR

Menembus plang😀 untuk bisa naik MTR

Pelajari rute peta

Pelajari rute peta

Kartu untuk naik BTS

Kartu untuk naik BTS

Suasana pos-pos BTS

Suasana pos-pos BTS

Meski Thailand, tergolong negeri berkembang kayak Indonesia, namun dari segi transportasi ternyata Thailand lebih maju. Di sini, kami bisa menggunakan bus, MRT (kereta bawah tanah), BTS (Kereta gantung), ojek, tuk-tuk, taksi, dan sepeda. Untuk berjalan-jalan ke tempat wisata di Bangkok pun, cukup mudah. Nggak usah takut deh, karena banyak PETA yang disedikan oleh pihak MTR/BTS. Jika bingung, bisa Tanya ke petugas. Hmmm sempat aku kepikiran suatu waktu bisa merasakan gimana jadi orang kesasar, dan nyatanya wow nggak bisa kesasar. Apa sebab? Karena rute di peta sangat jelas, selain itu petunjuk arah dari satu tempat ke tempat yang lain yang kita tuju begitu jelas terinci.

Ini mau ke BTS

Ini mau ke BTS

di sekitar MRT

di sekitar MRT

Jauh-jauh ke Bangkok, Cuma mau nengokin Patung Tidur😀

Alhamdulillah hari ini kami menggunakan transportasi Bus, MRT dan perahu. Kami membeli tiket berlaku 1 hari full untuk bisa naik MRT. Juga dengan tiket naik perahu. Jadi seharian kami bisa gunakan sepuasnya kedua transportasi itu. LUar biasa nikmat, saat aku bisa menyebrangi sungai Chao Phraya. Air sungai yang meluap-luap, dan dihadapkan dengan bangunan-bangunan tinggi menjulang, membuat keindahan bagi para turis kayak kami ini🙂 Suatu ketika, Aku sempat berpikir, “Coba di Indonesia, atau khususnya Palu lah, sungainya bisa dimanfaatkan seperti ini!” Pasti indah juga. Dari kejauhan Nampak Wat arun, dan pura-pura jadul lainnya. Wat arun sangat indah di kala malam hari karena tubuh candinya akan memancarkan cahaya. Jadi kayak menara Eiffel gitu, berkelip-kelip😀 Hmmm nanti malem pas pulang, kita bisa melihat pemandangan itu.

Kereta gantung tiba

Kereta gantung tiba

Pose di depan tulisan cacing :-D

Pose di depan tulisan cacing😀

Jelas dan terarah

Jelas dan terarah

di atas perahu menuju Wat pho

di atas perahu menuju Wat pho

Pemandangan sekitar sungai. Indah ninan

Pemandangan sekitar sungai. Indah ninan

Pemandangan sekitar sungai. Indah ninan

Pemandangan sekitar sungai. Indah ninan

Ituuuu candi wat arun. Kalo malem berkelap kelip indah...

Ituuuu candi wat arun. Kalo malem berkelap kelip indah…

Kunjungan awal di hari ini yaitu, kami ke Wat Pho. Di sinilah tempat bersemayamnya patung tidur yang terbuat dari emas. Besar banget patungnya, dan sangat pules tidurnya. Sampe nggak bangun-bangun lagi. Hihi… Untuk bisa masuk ke sini, kami mesti bayar sekitar 100ribu per orang. Kami sangat mengutamakan untuk harus berkunjung ke sini (Bila perlu ke sini aja😀 ), karena inilah ICON-nya Thailand. Jadi, belum ke Thailand namanya, kalau belum ke sini🙂 Alhamdulillah dah terwujud. Selain ada patung tidur, di sekitaran patung, ada area bagus yang bisa dijadikan objek foto.

Depan pintu gerbang

Depan pintu gerbang

Ini nih patung tidurnya...

Ini nih patung tidurnya…

Banyak orang budha berdoa di sini. Gue cuma ngeliatin :-D

Banyak orang budha berdoa di sini. Gue cuma ngeliatin😀

Kaki emas...

Kaki emas…

Ini nih yang mereka sembah-sembah.....

Ini nih yang mereka sembah-sembah…..

Habis mengunjungi Wat Pho sebenarnya kami ingin ke Grand Palace, namun hikssss nggak bisa lanjut ke situ coz udah jam 15.30 sore. Dan itu artinya bahwa tempat itu udah tutup. Hmmm ya udah deh gpp. Selain mahal tiket masuknya (Sekitar 400ribu), aku juga nggak terlalu minat masuk situ coz isinya kebanyakan patung-patung gede (Ya iyaaa lahhh wong ini negeri 1000 candi). Cuma kata teman sih, mestinya kami mengunjungi tempat itu, karena semuanya serba mewah-mewah, besar, karena terbuat dari campuran emas. Hmmm tapi nggak sempat, ya udah lah bukan rejeki. Aku males kalo mesti balik lagi ke daerah ini di esok hari, karena esok kami ingin melalang ke tempat lain lagi. Ya udah deh, grand palace lewaattttt alias ga dikunjungi. Meski padahal jarak antara wat pho dan grand palace, bisa ditempuh hanya sekitar 5 menit aja…Ya usah deh, emang bukan rejeki…

Dengan PD-nya bule itu memakai topi Indonesia :-D

Dengan PD-nya bule itu memakai topi Indonesia😀

Sekitar wat Pho

Sekitar wat Pho

Sekitar wat Pho

Sekitar wat Pho

Khaosan Road; Sarangnya Para Turis

Penasaran dengan daerah Khaosan Road, akhirnya kami berkunjung ke tempat ini, berhubung, gak begitu jauh dengan tempat sebelumnya. Kami bisa menempuhnya dengan menggunakan perahu lagi ke sana. Sungguh ayik dehhh…

Kembali menaiki perahu untuk menuju Khaosan Rd

Kembali menaiki perahu untuk menuju Khaosan Rd

Kembali menaiki perahu untuk menuju Khaosan Rd

Kembali menaiki perahu untuk menuju Khaosan Rd

P1350067

Cuma penasaran, coz kalau dari internet, katanya, tempat ini adalah salah satu tempat yang mesti dikunjungi. Udah deh, kami akhirnya tiba di tempat ini. Wah rupanya di tempat bersarangnya para bule. Saat melewati jalan itu, sepertinya Cuma kami berdua yang berhijau. “Salah tempat kayaknya nih,” ucapku pada kakak. Suasananya di sini sangat ramai. Ada yang lagi makan dan minum, dan berkengkrama. Kami ingin makan, namun kami ragu. Ahhh sepertinya di sini gak halal makanannya. Wuihhh bau-bau daging aneh gitu. Gak tau daging apa, atau mungkin asap bumbu masakannya yang tidak bersahabat dengan hidung kami.

Sepanjang jalan Khaosan, juga terdapat jajaran orang menjual pernak-pernik, dan pakaian khas Thailand, tapi booo’ harganya muahhhaalll banget. Mungkin kali ini tempatnya para bule, jadinya mahal (*Walahhh tapi kami turis kere. Wkwkwk😀 ) Alhasil aku nggak beli oleh2 di situ, Cuma Kak Yuli, itu pun barang satu-dua saja.

Santap malam di Khaosan Rd

Santap malam di Khaosan Rd

Makanan kami

Makanan kami

Perut begitu keroncongan. Kami lapar. Seharian tadi ke sana kemari, Cuma bermodalkan nasi yang sedari pagi telah berlumat di perut. Cuaca yang begitu terik, membuat kami berkali-kali membeli es cappuccino, jus jeruk, dan jus delima. Luar biasa segarnya. Namun kami nggak berani nyicipin jajanan makanannya. Takut ahhh. Alhasil perut begitu keroncongan, meski udah minum banyak, nyatanya gak mempan. Hehe… Setelah berdoa banyak, akhirnya kami menemukan restoran halal. Muslim india yang punya. Kami memesan nasi, kari ayam, dan jus. Eh dikasih gratis krupuk india, tapi lupa namanya apa.  Hiksss rasa karinya aneh, entah mengapa yaa bumbu indo dengan di Bangkok bedaaa banget. ENtah mereka pake bumbu apa. Sedap sih rasanya, tapi lagi-lagi BERASA ENEG di mulutku. Begitu juga kerupuknya, berasa pedis banget. Welehhhh pedis cabe sih nggak apa, ini pedis merica😀

Berkali-kali pelayannya berkata “Are you Ok?” lantas aku jawabnya yes. Hehe padahal nggak nyaman. ALhasil, kari ayamnya dan kerupuknya bersisa banyak. Cuma nasi yang kami lahap. Syukurnya aku pesan nasi goreng, lah kak yuli pesannya nasi putih. Maka hambar lah. Hehe… Pengalaman, pengalaman…
Alhamdulillah mesti ini daerah para bule, namun restoran ini cukup murah harga makanannya. Sekitar 30ribuan bayarnya, untuk berdua.

Abis makan dan shalat, kami langsung tancep pulang. Sepertinya nggak aman kalau berlama-lama di daerah Khaosan ini. Karena makin malem, makin rame. Hmmm tau kan maksudnya. Kami juga nggak berani pulang di atas jam 10 malam, karena aktivitas kereta/bus/perahu hanya sampe jam 10. Lah sangat mahal jika pulang pakai taksi. Alhasil, paling lambat jam 8, kami udah harus balik.

P1350097

Itu wat arun.. Indah nian

Itu wat arun..
Indah nian

Teliti lagi

Teliti lagi

P1350183

Pulang ke tempat tinggal. Kudapati Sakina tengah asyik dengan laptopnya. Juga Jom. Sedang pelayan lainnya tengah sibuk bercengkrama. Sebab sudah makan di luar, jadinya kami langsung tidur, setelah menyapa mereka semua. Have a nice sleep. Satu kata; TIRED.

@Thumbs event
19 s.d 25 AGustus 2013

One thought on “Notes from Thailand (Mozaik 7)

  1. Ping-balik: Notes From Thailand; Thumbs Event | Pujiati sari's Blog

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s