Notes from Thailand (Mozaik 8 )

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

AKu kadang berpikir, lebih baik aku menghabiskan uang untuk jalan-jalan, untuk belajar pada alam terkembang, dan untuk melihat dunia, dibanding jika uang tersebut kugunakan untuk membeli HP atau barang berharga lainnya. Hmmm bagiku, aktivitas melihat dunia lebih menyenangkan, lebih menantang, dan lebih bermakna. Banyak banget pembelajaran yang kudapat, lebih dari sekedar diceritakan orang atau melalui video. Inilah pembelajaran alam yang amat sangat berharga karena dapat meng-upgrade mindset-ku menjadi lebih dan lebih baik lagi. Alhamdulillah…

Kamis, 23 Mei 2013, karena besok siang kami udah harus balik ke Indonesia, jadinya kami berencana ke tempat murah untuk membeli oleh-oleh buat kawan di Indonesia. Atas saran, istrinya Pak Anwar, akhirnya hari itu kami terlebih dahulu ke Sampheng Market. Pasar yang menjual barang-barang per grosir. Alhamdulillah harganya terjangkau.

Transportasi yang kami gunakan hari ini adalah bus, MRT, BTS, taksi dan tuk-tuk. Wahhh seru juga naik tuk-tuk. Tapi hmmm ektrim bener nih supir yang membawa kami. Seolah melayang, tak berjalan di tanah, itu saking lajunya.

Oh iya, saat naik MRT menuju pasar, kami berkenalan dengan seorang pemuda bernama Abdul. Beliau seorang muslim Thailand, tepatnya berasal dari daerah Pattani. EMang Pattani, markas tinggalnya para muslim di Thailand. Dan rata-rata muslim di sana dapat berbahasa melayu, dan malah English mereka pas-pasan. Kami bercakap dengan Abdul menggunakan bahasa Melayu. Weleh, ckckckck dialeknya beda ya antara Indonesia dan melayu. Ada beberapa kosakata yang ku tak pahami ketika Abdul Ngomong. ALhasil, jangan Tanya, tentunya mis komunikasi terjadi lagi :-D  Kami banyak bercerita tentang muslim pattani, pekerjaannya, kehidupan orang melayu, muslim di kota besar Thailand, dll.

Saat menunggu tuk-tuk, kami juga berjumpa dengan temannya Abdul. Ada dua orang muslimah. Namun aku lupa menanyakan namanya, soalnya Cuma sebentar menyapa. Hmmm akhirnya, kami berpisah dengan Saudara Abdul. Lagi-lagi kami mendapat pertolongan, Abdul yang mencarikan kami Tuk-tuk, dan tanpa kami minta, beliau dengan senang hati membantu kami, membayarkan uang transportasi itu. AKu dan kakakku pun melaju dengan tuk-tuk. Thanks my brother…

(Lagi) ke Surganya para perempuan

Setelah membeli oleh-oleh di Market, kami mesti ke Mall yang lalu pernah kami kunjungi. Mengapa? Karena kami membeli tablet buat pesanan kawan-kawan di Indonesia🙂 Selain itu kami juga ingin membeli oleh-oleh lainnya. Menginjakkan kaki yang kedua kalinya, kami berinisiatif untuk berjalan mengelilingi seluruh pusat perbelanjaan. Dari ujung ke ujung loh! Masya Allah seru banget. Berasa petualangannya. Kira-kira 1,5 km kami tempuh. Alhamdulillah, luar bisa lelahnya😀

Setelah puas berbelanja, akhirnya kami mule. Banyak barang bawaan euyyy. Dan di saat seperti ini, Allah menguji kami. GAWAT! KAMI TERSESAT. Hehe mungkin karena diminta-minta tempo lalu, asal teman-teman tahu, akhirnya kami juga pernah ngerasain kesasar. Mungkin karena mataku udah ngantuk, jadinya pernah kesalah liat rute di peta. Yang aku tuju malah rute menuju BTS ke Bandara Suvarnabhumi, bukannya BTS yang aku lewati pagi pas berangkat. Alhasil mesti berjalan kira-kira  1 km di tempat becek untuk menuju rute selanjutnya. Tubuh makin lelah, ditambah lumpur yang kami injak. Tambah beratlah kaki ini melangkah. Hmmm ini mungkin seninya berpetualang.

Tiba di rumah. TEPARRRRRRRRRRRR🙂😀 tapi ASYiiikkkk, Alhamdulillah…

@Thumbs event
19 s.d 25 AGustus 2013

3 thoughts on “Notes from Thailand (Mozaik 8 )

  1. Ping-balik: Notes From Thailand; Thumbs Event | Pujiati sari's Blog

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s