Rektor Untad Sambut Kedatangan Peserta Program Musim Panas

DSCN2791

Rektor Untad saat berpose bersama para peserta program musim panas. (Foto: Pujiati Sari/MT)

Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, SE., MS., dengan suka cita menyambut kedatangan para peserta program musim panas (summer school), senin (2/9) di Gedung IT Centre Untad. Sambut hangat juga dilakukan oleh seluruh civitas akademika Untad, yaitu wakil rektor, dekan, dosen, dan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Rektor Untad, dalam sambutannya mengatakan bahwa summer school program ini merupakan moment yang baik untuk belajar, menyelidiki lebih dalam, dan juga melanjutkan  kerjasama yang baik antar universitas di masa akan datang.

“This program can be a good moment for learning, exploring, and continuing the strength of collaboration in the future,” kata Prof. Basir.

Summer school program yang mengusung tema “In the loop of cacao and oil palm Plantations in Central Sulawesi” ini diikuti oleh 11 mahasiswa asing dan 12 mahasiswa Untad. 11 mahasiswa asing tersebut terdiri dari 4 orang dari Prince of Songkla University of Thailand, 2 orang dari Walailak University of Thailand, 2 orang dari University of Natural Resources and Life Sciences Austria, serta masing-masing 1 orang dari Mindanao State University of the Philippine, Hohenheim University of Germany, dan University of Sabah, Malaysia. Sebagian besar dari peserta program ini merupakan mahasiswa fakultas pertanian, peternakan, dan perikanan.

Dalam program ini, selama 3 minggu ke depan (2 s.d. 22 september 2013), nantinya mereka akan mempelajari lebih dalam tentang cokelat dan kelapa sawit, baik dalam hal penanaman, pengolahan, maupun pemasaran. Nantinya mereka akan mengunjungi industri-industri cokelat dan kelapa sawit yang ada di kota Palu, Palolo, dan kabupaten morowali. Selain itu, mereka juga akan melakukan perjalanan wisata ke danau poso dan pantai tanjung karang.

Menurut Panitia kegiatan, Dr. Ir. Nur Sangaji, DEA, pemilihan tema terkait dengan cokelat dipertimbangkan karena Indonesia merupakan negara penghasil cokelat terbesar ketiga di dunia. Sedangkan terkait kelapa sawit, tanaman ini merupakan tanaman yang produksinya amat dibutuhkan oleh dunia internasional, sehingga penting untuk dipelajari lebih dalam.

“Indonesia merupakan negara penghasil cokelat terbesar ketiga di dunia, sedangkan kelapa sawit merupakan tanaman yang produksinya amat dibutuhkan oleh dunia internasional, sehingga penting untuk dipelajari lebih dalam,” papar Dr. Nur Sangaji.

Pelaksanaan summer school program ini akan menjadi gerbang awal bagi Untad untuk membukan program serupa di waktu yang akan datang. Saat ini didahului oleh fakultas pertanian, dan semoga saja fakultas lain bisa meniru seperti kegiatan ini di masa akan datang.

“Summer school ini merupakan salah satu bentuk implementasi visi dan misi rektor dalam menginternasionalkan kampus Untad. Selain belajar tentang cokelat dan kelapa sawit, mereka juga akan saling berbagi kebudayaan dari masing-masing negara mereka,” kata Prof. Dr. Ir. H. Alam Anshary, M.Si, selaku dekan fakultas pertanian. “Harapan ke depannya semoga Untad bisa melaksanakan program internasional lainnya, seperti  student exchange atau study tour ke negara-negara yang telah dijalin kerjasama sebelumnya,” tutupnya. Pnq.

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s