“Atraktan Alami” Karya Mahasiswa Untad Siap Raih Prestasi di PIMNAS

DSC_0076

Keempat mahasiswa tersebut yaitu Humairah, Selvi Banne Tasik, Masriatun, dan Kamaria

Permasalahan adanya gangguan Lalat Buah Bactrocera sp. terhadap  Pertanaman Cabai di Kecamatan Sigi Biromaru Palu, membuat mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) menggagas terciptanya Atraktan Alami. Atraktan alami merupakan bahan pemikat lalat buah yang terbuat dari ekstrak tumbuhan Sidondo dan tumbuhan selasih. Hadirnya atraktan alami ini, dapat meminimalisir perkembangbiakan lalat buah, sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman cabai. Karya yang diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) ini, merupakan satu-satunya karya mahasiswa Untad yang dinyatakan lolos untuk mengikuti ajang bergengsi PIMNAS.

PKM-M yang lolos PIMNAS dibimbing oleh Ir. Hj. Sri Anjar Lasmini, M.P. Adapun mahasiswa yang mengikuti PIMNAS yaitu Humairah, Selvi Banne Tasik, Masriatun, dan Kamaria. Keempat mahasiswa yang tercatat ini dengan optimis mengatakan bahwa mereka siap raih prestasi di ajang bergengsi tahunan tersebut.

Asmadi Weri, SH., MH., selaku Wakil Rektor bidang kemahasiswaan Untad merasa bangga dan begitu mengapresiasi prestasi mahasiswa yang lolos PIMNAS. Beliau mengatakan bahwa tahun ini, beliau bersyukur sekali karena Untad bisa tetap eksis di ajang keilmiahan nasional.

PIMNAS atau Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke- 26 merupakan puncak kegiatan PKM 2013 yang berlangsung di Universitas Mataram, NTB. Kegiatan tersebut dimulai  tanggal 10 s.d. 13 september 2013. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA., selaku menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, selasa (10/9).

Dalam sambutan menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, beliau mengatakan bahwa Indonesia dapat maju manakala dapat membangun tradisi dan budaya keilmuan, salah satunya melalui ajang bergengsi tahunan PIMNAS. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) akan memberikan beasiswa studi lanjut bagi mahasiswa yang juara di event tersebut. Beasiswa tersebut merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah, di luar penghargaan yang akan diperoleh pemenang nantinya.

Tahun 2013 ini, dari 30.000 judul usulan PKM yang masuk secara online, DIKTI  telah mendanai 6000 judul PKM se-indonesia, dengan pendanaan maksimal sebesar 12,5 juta untuk menjalankan programnya. Setelah dilakukan penyeleksian secara ketat, akhirnya terpilih 400 judul PKM terbaik yang melaju ke PIMNAS. Peserta yang lolos seleksi ini berasal dari 106 perguruan tinggi dari 28 provinsi se-Indonesia. Setiap universitas yang lolos diwajibkan mengirimkan delegasinya untuk mempresentasikan hasil karyanya di hadapan juri yang telah ditentukan DIKTI. Selain itu nantinya peserta juga diwajibkan untuk memperkenalkan karyanya di pameran PKM. Pnq

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s