Lena Maria Kern, B.Sc.; Mahasiswi Program Sekolah Musim Panas yang Senang Berbagi

LENALena Maria Kern, B.Sc. merupakan mahasiswi magister tahun kedua jurusan manajemen sumber daya hayati dan lingkungan di University of Soil Culture (BOKU), Vienna, Austria. Saat ini fokus studinya pada bidang pertanian tropis yang berhubungan dengan pengelolahan sampah dan dampak lingkungan pada perkebunan. Atas minat besarnya itu, alhasil ia terpilih menjadi salah satu peserta program sekolah musim panas selama 3 (tiga) minggu di fakultas pertanian Universitas Tadulako. Bersama teman-teman dari berbagai negara, ia mempelajari lebih dalam tentang tanaman cokelat dan kelapa sawit di Sulawesi Tengah.

Selama kuliah di Eropa, Lina sapaan akrabnya, tercatat sebagai mahasiswa yang berprestasi. Ia sangat tekun dengan bidang kuliahnya. Di tengah kesibukan kuliahnya, ia juga tercatat sebagai mahasiswa yang senang berorganisasi baik di dalam kampus maupun luar kampus. Gadis berdarah Jerman ini juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Terbukti saat akhir pekan ia menghabiskan waktunya bersama teman-temannya di “organisation solas industry”, membantu para tuna wisma dengan memberikan makanan kepada mereka.

Selain itu, Lina juga tergabung dalam sebuah organisasi “The good Tribe”. Di organisasi tersebut, ia bersama teman-temannya tengah menjalankan sebuah proyek yang bernama “Zero Waste Jam”, yakni pengolahan selai tanpa sampah. Ia bercerita bahwa dalam proyek tersebut, untuk membuat selai dari buah, pertama-tama di sore hari ia mencari buah yang masih bagus di pasar. Ia mengatakan bahwa beberapa pasar di Jerman, akan menggratiskan buah jika di sore hari. Kemudian buah akan dikelompokkan sesuai jenisnya, dan selanjutnya diolah menjadi selai. Dikatakan sebagai “Zero waste jam” juga karena mereka telah menyiapkan gelas khusus untuk menempatkan selai-selai tersebut. Jika selai habis, maka gelas yang kosong tersebut dapat diisi kembali dengan selai tersebut.

Bagi Lina, proyek “zero waste jam” sangat bermanfaat sekali buat dirinya dan lingkungan sekitar. Selain sebagai bentuk proyek sosial karena bisa memberikan selai gratis, kegiatan tersebut tentunya juga sebagai langkah untuk meminimalisir sampah buah. “Daripada buahnya terbuang percuma, alangkah lebih baik jika bisa diolah menjadi selai,” kata Lina.

Saat ditanya kegemaran Lina yang senang bergelut di kegiatan sosial, hal itu adalah sebuah kepuasan tersendiri baginya ketika ia dapat membantu dan berbagi dengan orang lain. Menurutnya, karena manusia adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya, jadi sudah seharusnya bisa saling membantu.

Ketika ditanya tentang program sekolah musim panas yang tengah ia jalani di Untad, ia mengatakan sangat senang sekali dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia tidak menyangka bahwa semua peserta disambut dengan “wah”. “Awalnya saya berpikir bahwa penyambutan summer school hanya biasa-biasa saja, namun ternyata seluruh pihak kampus menyambut kami dengan sukacita,” katanya dengan mata berbinar. Lina juga mengatakan bahwa ia sangat menyukai segala sesuatu yang ada di Palu. “Saya sangat menyukai pantai dan pegunungan di kota ini, sangat cantik. Selain itu, masyarakat di sini semuanya baik dan ramah. Hal itulah yang tidak saya temukan di Jerman,” ungkapnya.

Di akhir wawancara, Lina berpesan kepada seluruh civitas akademik Untad agar tetap menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar. Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar rajin belajar dan tidak mudah menyerah dalam meraih masa depan yang lebih baik. Pnq

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s