3 Minggu jadi “Gelandangan” di Jakarta

image

Alhamdulillah lepas sudah statusku sebagai gelandangan di jakarta. 3 minggu bo’ aku di-training jadi gelandangan😀

Di 3 minggu itu aku belajar banyak hal. Pertama, kemandirian. Kedua, kesederhanaan. Ketiga, Perjuangan. Keempat, keteladanan. Kelima, “take and give”.

Stay di Jakarta, awalnya direncanakan selama sebulan. Namun karena satu dan lain hal akhirnya di jakarta aku hanya menghabiskannya selama 3 minggu. Aku mesti balik ke Palu sebelum terbang jauh ke London. Yaa mungkin ini cara terbaiknya agar aku bisa pamitan dengan guru kehidupanku, Pak Asri Djalil.

Padahal kalo dipikir, buat apa aku balik ke Palu lagi kalo toh hanya 5 hari aku di sana? *seperti hanya buang2 waktu aja ya😀
Ya begitulah. Ini perintah dari kampus. Ini perintah dari PR3ku. *Ntar kalo gak diturutin bakalan ga jadi ke London. xixixi

Ehmm aku pikir, ada baiknya juga aku pulang dulu. Karena emang aku mesti menyiapkan berkas dan surat2 dari kampus buat LPJ nanti. Aku mesti berpamitan dengan rektor, PR3, staff dan jajarannya *jiaahhh kayak artis teh. xixixi

Ya begitulah. Suatu rutinitas bagi kampus kami. Jika ada yang pergi membawa nama harum kampus, mesti ada pelepasan scara formal dari pihak kampus. Nah itu yg harus kuturuti coz mereka smua yang mensponsori keberangkatanku ke London.

Kembali ke cerita di jakarta. Selama di jakarta, paling lama aku stay di rumah mbahnya Visya. Subhanallah baik banget mbahnya. Aku diperlakukan seperti cucu sendiri. Bagiku, mereka adalah host fam terbaikku saat aku backpaking🙂
*iyalah… tinggal di jakarta ini bagiku adalah agenda backpacking juga.

Di rumah mbah, aku tinggal di kamar khusus. Hmmm sebenarnya tuh buat kos2an. tapi karena aku adalah tamunya visya, ya jadi tentunya aku gratislah tinggal di situ. *Sebenarnya gak enak juga sih numpang kelamaan >___<

Karena dari dulu pengen banget pegang salju, akhirnya aku sempetin buat jalan2 ke Mall Taman Anggrek Jakarta. Di sana aku main ice skating sepuasnya…image

Hmm aku PD aja meski aku pake rok… Lagi pula tak ada satu orang pun yang kukenal, aku PD aja walau berkali2 jatuh. Ckckck tapi imbasnya, kakiku pada lecet semua. Selama 3 hari berturut2 tubuhku berasa remuk, pada encok semuaaaa😀😀😀

Aktivitasku yg lain di Jakarta yaitu ke Mall blok M dan Blok M square, jalan2 nyari buku murah. Alhamdulillah kebeli tuh buku2nya ust.Felix siauw dan Bang Tere Liye. Aku juga beli buku 99 cahaya di langit eropa. Dan baru tau aku ternyata filmnya akan diputar tgl 5 desember serempak seluruh Indonesia. Spertinya keren tuh film coz bukunya keren kok.

Tanggal 24 okt, aku juga sempat ke UIN Syarif Hidayatullah, ke kampusnya Eva. Si kembarannya Visya. Di UIN aku ikut kuliah umum tentang lingkungan yang dibawakan oleh Prof dari Jepang. Di situ juga ada pemaparan materi tentang.bagaimana meraih beasiswa di Luar negeri. Aku senang banget karena pada akhirnya aku ketemu teman2 ACIKITA. Di hari yang sama, aku juga sempat mengikuti seminar tentang kepemudaan yang intinya kita gak boleh korupsi. Hehe…

Aku juga ketemu Risty, teman fbku. Kami kopdar di Detos. Bercerita seputar menulis…

Oh iya, Satu lagi kegiatan yang gak kalah penting. Alhamdulillah untuk pertama kalinya aku bisa sharing2 pengalaman menulis di Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI) Jakarta. Aku seneng banget bisa berjumpa kawan2 baru dari STMI. Terima kasih banget buat Bhekty yang udah membawaku ke tempat itu. Si Bhekty, si Alay. Itulah garaanku padanya.

Dan pada akhirnya, 2 november 2013 di hari miladku, aku meninggalkan jakarta. Aku meninggalkan segalanya. Sungguh amat berkesan hidupku selama 3 minggu itu.

Aku belajar banyak hal. Dari Visya, Eva, mbah, mbak Dian, Risty, Bhekty, Kak shafa, dan seluruh orang2 yang kutemui di Jakarta. Semoga aku.bisa berjumpa kembali dengan mereka. Aamiin

Juga Kepada pemulung. Kepada para peminta-minta. Kepada para pengamen. Dan kepada penjual kaki lima. Aku berterima kasih karena aku belajar banyak dari mereka. Pernah suatu ketika aku melihat seorang bapak yang smpe tengah malam berjualan gorengan. Di pundaknya bergantungan kayu yang kiri dan kanannya ada barangnya. Yang satunya ada kompor bersama wajan yang berisi minyak goreng panas. Di atasnya masih terlihat jelas kue yang di gorengnya. Beliau berjalan sambil menggoreng. Sambil berjalan sambil mengetuk2 sesuatu dan berteriak menawarkan jualannya itu. Luar biasa ya perjuangan seorang ayah mencari nafkah hingga di malem hari. Kadang melihat begituan hatiku jadi cepat tersentuh. Aku jadi ingat ayahku. Aku jadi ingat ibuku. Yang bersusah payah berjuang buatku…

anyway Kabar terbaiknya, sebelum ke bandara soeta alhamdulillah aku udah punya tiket ke London. Alhamdulillah. Terima kasih buat teman2 yang sudah membantu…

@Bandara BalikPapan.
Lagi transit nih. Alhamdulillah Im go back to Palu now. Bismillah
#Blogging via HP ala PNQ…
3 November 2013

5 thoughts on “3 Minggu jadi “Gelandangan” di Jakarta

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s