Satu Pembahasan yang Tak Berujung: “Cinta atau Rasa Suka”

IMG-20131020-WA0000Ehem tumben bahas tentang soal ini. Hehe…
Selagi anda dan saya manusia normal, hal yang satu ini pasti tak kan pernah absen dalam kehidupan kita. Hayo ngaku deh? Yang tertawa atau senyum-senyum sendiri berarti merasa. hehe…

“Cinta atau rasa suka” adalah hal yang manusiawi. Entah itu kepada Ayah, kepada Ibu, guru, alam, harta, dan lain sebagainya. Namun yang akan menjadi pembahasan kali ini adalah “Cinta atau rasa suka” kepada lawan jenis. Uhuk-uhuk😀😀 Sudah saatnya saya membahas hal yang beginian. Hal yang harus kita pahami bersama. Hal yang seharusnya ada solusi terbaiknya.

Di jaman sekarang, kebanyakan orang beranggapan bahwa  “cinta atau rasa suka” harus direalisasikan dalam agenda khusus yang namanya “PACARAN”. Astagrifullah padahal pacaran itu gerbang kemaksiatan yang membawa pada perzinahan besar. Sebenarnya jika ada dua orang yang saling mencintai, maka solusi terbaiknya adalah menikah. Namun terkadang ada-ada saja yang menjadi penghalang bagi mereka untuk melakukan ibadah itu, entah pihak keluarga yang kurang sepakat karena dianggap belum cocok untuk menikah, atau keduanya belum maksimal persiapannya untuk mewujudkannya. Kalau jadinya begitu, alangkah lebih baik keduanya saling menjauh. Yang cewek jangan mau di-PHPin sama yang cowok. Dan yang cowok jangan suka mempermainkan perasaan si cewek.

ISLAM mengajarkan kepada kita untuk melakukan ta’aruf dan melarang pacaran, jika ingin menikah. Sedang jika belum bisa menikah disunnahkan untuk berpuasa daud. Itu semua agar menjaga kehormatan setiap muslim agar senantiasa istiqomah di Jalan-Nya.

Pernah suatu ketika saya ditanya sama dosen saya, “Masa sih cantik-cantik begini gak punya pacar?” (*Suerr ini yang bilang cantik itu dosen gue. hehe :-p ). Langsung saja saya nelen ludah, gak enak gitu.
Saya pun menjawab, “Iya Bu…Saya gak punya pacar,” jawab dengan jawaban seolah memelas.
Yah, ibu itu tak paham bahwa dalam kamus hidup saya itu tak ada yang namanya pacaran, kecuali pacaran setelah menikah. Saya tak bisa menjelaskan kepadanya panjang lebar. Mungkin jawaban yang cukup rasional baginya adalah “Saya mau fokus kuliah, Bu,” jawabku lagi.

Itu salah satu contoh kasus kecil di kehidupan saya, betapa aneh bagi sebagian orang, dimana orang yang gak pacaran itu seolah aneh, gak gaul dan gak keren. Bahkan ada sebagian Ibu yang menyuruh anak gadisnya pacaran agar gak dianggap kuper. Astagfirullah. Syukurnya ibu saya bukan tipe seperti itu, malah ibu saya itu ngedukung saya untuk tidak pacaran, dan fokus untuk kuliah. Alhamdulillah love you, Ibu. Alhamdulillah untuk saat ini, cinta saya masih untuk kedua orang tua. Belum kemana-mana. Hehe…

Oke back to Laptop. Nah kira-kira apa jadinya jika tiba-tiba tumbuh rasa cinta kepada lawan jenis? Hayooo ngaku yang pernah ngalamin. Upss, maaf to the point😀
Well, itu manusiawi. Namun bila belum tepat waktunya, jangan sampai rasa itu diumbar kepada orangnya. Cukuplah kita sendiri dan Allah yang mengetahuinya. Beristigfarlah berkali-kali, jangan sampai setan berhasil mengelabuimu. Tunggulah hingga waktunya tiba, saat Allah akan memberikan jodoh terbaik pada kita.

Oh iya, pernah suatu ketika sahabat saya bercerita, “Bisa jadi si A belum dipertemukan dengan jodohnya si B, karena emang Allah belum ngizinin baginya untuk bertemu. Si A belum pantas dan belum sejajar dengan si B. Soalnya si B sudah berada pada posisi puncaknya, sudah tinggi. Sedang si A masih sangat jauh, dan perlu waktu yang lama untuk memantaskan diri. Olehnya itu si A, tiap harinya mulai memperbaiki diri, mulai memantaskan diri. Ibadah-ibadah yang belum pernah atau jarang dilakukan sebelumnya, kini mulai rutin. Dan hingga pada akhirnya mereka dipertemukan oleh Allah,” Subhanallah🙂
Dan ternyata, misal, si A yang baru merutinkan ibadah sedekah beberapa bulan saja, ternyata telah dilakukan oleh si B beberapa tahun yang lalu. Subhanallah🙂 Finally, keduanya telah pantas menurut Allah🙂 RencanaNya sangat indah yaaaaaa >_<😀

Well, tetaplah jaga diri kita. Jaga pandangan, jaga hati dan pikiran. Jangan terlalu intens berkomunikasi dengan yang bukan muhrim. APalagi buat para akhwat *Termasuk ane😀, Semoga tetap terjaga kehormatan dengan baik. Jaga izzah! Sekali lagi, jika sudah terlanjut rasa itu hadir, cukup ada 2 cara, lanjutkan ke jenjang pernikahan, atau enyahkan rasa itu secepatnya. Cukup Allah yang tahu akan hal itu🙂
Cukuplah berdoa pada-Nya. Mungkin doa dari saya ini bisa teman-teman gunakan. *Suerrr it’s work, #Ehhh.

Ya Rabb, cukup aku dan engkau yang tahu hadirnya rasa cinta ini. Tetap jernihkanlah cintaku, yang mana cinta suciku hanya teruntuk suamiku kelak. Jika Dia adalah jodohku, pertemukanlah kami kembali di saat yang tepat. Di saat kami benar-benar sudah pantas bagi keduanya. Namun jika bukan dia jodohku, aku percaya bahwa engkau kelak akan menghadiahkanku sesosok Imam  TERBAIK buatku. Sesosok imam yang ketika aku sedih, dia menentramkan hatiku dengan kesabarannya. Dan ketikaku senang, dia senantiasa mengajakku tuk bersyukur. Dan jatuh bangun dalam mengarungi kerasnya hidup ini, bersama akan dilalui penuh suka cita semata-mata hanya beribadah kepadaMu,” Aamiin…

#Edisi berbagi tentang cinta. Satu kata yang tak kan pernah habisnya kalau dibahas :-p
Smoga cinta yang lahir dari diri-diri kita adalah cinta yang halal, bukan cinta yang makhruh apalagi haram. Semoga kita semua tetap istiqomah di Jalan-Nya. Semoga Allah senantiasa memudahkan langkah-langkah kita dalam mewujudkan segala CITA dan CINTA🙂🙂 Mari memantaskan diri buat jodoh terbaik kita.

2 thoughts on “Satu Pembahasan yang Tak Berujung: “Cinta atau Rasa Suka”

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s