BRM FMIPA Untad, Bumikan Budaya Keilmiahan Lewat P3KTI

P3KTI

Saat penyampaian materi ketiga oleh Drs. I Gede Surata, M.Si (bagian tengah) (FOTO: Pujiati Sari/MT)

Salah satu visi Universitas Tadulako (Untad),  yaitu pada tahun 2020 Untad unggul dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penelitian. Untuk mewujudkan visi tersebut, baik pihak dosen, staf maupun mahasiswa Untad diharapkan dapat melakukan berbagai penelitian. Khusus di tingkat mahasiswa Untad, semangat dan budaya keilmiahan masih sangat rendah. Hanya ada segelintir mahasiswa saja yang minat dalam bidang keilmiahan . Atas dasar itulah Badan Riset Mahasiswa (BRM) FMIPA Untad menyelenggarakan Pelatihan Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (P3KTI) di Auditorium Teknik, Sabtu (28/9).

Secara resmi kegiatan P3KTI dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Asmadi Weri,SH.,MH., Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa dengan dilaksanakannya kegiatan P3KTI tersebut, harapannya semoga banyak mahasiswa yang minat dalam bidang keilmiahan. Dengan begitu, dalam beberapa tahun ke depannya, semoga  Untad dapat menjadi pusat riset di Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang bertema “Asah Ide dan kreativitas Meneliti, Solusi Membangun Negeri” ini menghadirkan 4 pemateri yang ahli di bidangnya. Hadir sebagai pemateri  dalam kegiatan tersebut yakni  Prof. Ir. Marsetyo, M.Agr.Sc.,Ph.D. (Sekretaris International Office Untad), Dr.Life.Sc. I Nengah Suwastika, M.Sc., M.Life.Sc. (Kepala UPT. Sumber Daya Hayati Sulawesi Tengah), Drs. I Gede Surata, M.Si. (Kepala UPT.Perpustakaan Untad), dan Ir. H. Burhanuddin Nasir, MP. (Dosen Pembina PKM Dikti).

Pemateri pertama, Prof. Ir. Marsetyo, M.Agr.Sc.,Ph.D, menyajikan materi yang berjudul “Apa itu riset dan bagaimana memulai penelitian yang baik”.  Pada materi tersebut beliau memberikan pengantar bahwa jika seseorang atau sebuah institusi ingin dikenal dunia, maka bidang penelitian  harus menjadi hal yang diunggulkan. Selanjutnya beliau menjelaskan pengertian riset, dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam meneliti.  “Seorang peneliti yang baik, sangat dianjurkan untuk membaca berbagai referensi baik referensi buku maupun jurnal. Semakin banyak referensi yang dibaca, maka semakin mudah seorang peneliti untuk menentukan dalam penelitiannya, apakah ia menemukan sesuatu yang baru (novelty) atau hanya sekedar mereview data yang telah dipublikasi,” paparnya.

Pemateri kedua, Dr.Life.Sc. I Nengah Suwastika, M.Sc., M.Life.Sc., memaparkan materi tentang  kiat menulis artikel untuk jurnal akademik nasional dan International. Di awal pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia masih sangat rendah dalam hal publikasi jurnal. Hal tersebut terbukti dari beberapa data yang disajikan oleh pemateri. Selain itu, pemateri juga menerangkan bahwa tingkat kesejahteraan sesuatu negara dipengaruhi oleh tinggi dan rendahnya penelitian yang dilakukan di negara tersebut.  Hal ini karena dalam sebuah penelitian, seorang peneliti dapat memecahkan masalah yang ada pada masyarakat. Dengan demikian, secara berangsur-angsur kehidupan masyarakat menjadi sejahtera.

I Nengah Suwastika juga menjelaskan bahwa setiap panduan dalam pembuatan jurnal memiliki syarat dan ketentuannya masing-masing. “Setiap panduan dalam pembuatan jurnal ada perbedaannya. Semuanya punya syarat dan ketentuannya masing-masing . Olehnya itu, ikutilah secara detail setiap perintah yang ada di panduannya, karena itu akan mempengaruhi terbit atau tidaknya artikel anda,” jelasnya.

Drs. I Gede Surata, M.Si sebagai pemateri ketiga membawakan materi tentang pengenalan dan pemanfaatan jurnal elektronik sebagai referensi dan media publikasi ilmiah. Kepala UPT. Perpustakaan Untad ini mengenalkan kepada peserta, berbagai fasilitas baru yang ada di perpustakaan Untad.  Beliau menganjurkan kepada mahasiswa Untad untuk sering berkunjung ke website perpustakan Untad, www.perpus.untad.ac.id. Di situs tersebut, mahasiswa dapat melihat katalog yang berisi daftar buku terbaru yang ada di perpustakan Untad. Di situs itu pula, mahasiswa dapat mengecek tanggal peminjaman buku.

Dalam pelatihan, I Gede Surata juga menyampaikan bahwa ada 3 jenis jurnal elektronik yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh akademika Untad, baik dosen maupun mahasiswa. 3 Jurnal elektronik tersebut berisi beragam jenis bidang penelitian, yang asalnya juga dari berbagai negara. Bagi yang ingin mengakses jurnal tersebut, dipersilahkan datang ke perpustakaan Untad untuk mengambil Username dan password-nya.

“Selagi bisa diakses gratis, olehnya itu baik mahasiswa maupun dosen dapat memanfaatkan sebaik mungkin fasilitas jurnal elektronik ini,” himbau I Gede Surata kepada para peserta.

Pemateri terakhir, Ir. H. Burhanuddin Nasir, MP. membahas materi tentang Pengenalan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan strategi penulisan proposal PKM menuju PIMNAS 2014. Menurut Burhanuddin Nasir, mahasiswa dapat mengikuti PKM sesuai minatnya karena PKM memiliki beragam jenis bidang. Jenis bidang PKM yaitu Penelitian (PKM-P), Kewirausahaan (PKM-K), Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M), Karsa Cipta (PKM-KC), Teknologi (PKM-T), Gagasan Tertulis (PKM-GT), dan Artikel Ilmiah (PKM-AI).

Menurut pemaparannya, tahun ini pendaftaran proposal PKM dilakukan secara online melalui website Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SIM-LITABMAS) yaitu http://simlitabmas.dikti.go.id. Untuk informasi lengkap mengenai PKM ini, silahkan unduh panduan PKM yang ada di website SIM-LITABMAS tersebut. Pnq

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s