ISIC 2013: Dua Mahasiswa Untad Memperkenalkan Budaya Sulteng di London

PENGALAMAN ISIC 2013

Para peserta ISIC 2013 saat malam penutupan kegiatan di Gedung Edmond J. Safra Lecture Theatre, King’s College London (FOTO: Pujiati Sari/MT)

Dua mahasiswa Universitas Tadulako berkesempatan untuk mempresentasikan makalahnya di ajang bergengsi ISIC 2013. Mereka adalah Pujiati Sari dan Andi Rizky Hardiansyah. Keduanya tercatat sebagai mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Matematika. Keduanya merupakan satu tim pemakalah dari makalah yang usulkan. Judul karya yang dipresentasikan yaitu “Educational game ‘Adventure of Yojo’ based Role Playing Game (RPG) as a creative solution to preserve culture of Central Sulawesi”. Lewat sebuah permainan edukasi berbasis PRG, keduanya mencoba mengenalkan khasanah kebudayaan Sulawesi tengah.

Indonesian Scholars International Convention (ISIC) atau Temu Ilmiah Internasional Mahasiswa Indonesia (TIIMI) merupakan konferensi internasional bagi mahasiswa Indonesia baik S1, S2, dan S3 yang sedang menempuh studi di berbagai belahan dunia. ISIC merupakan event tahunan yang telah terselenggara untuk ke-13 kalinya dan diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) United Kingdom. ISIC dilaksanakan di King’s College London, University of London, UK pada tanggal 9 s.d. 11 November 2013. Selain dihadiri presenter, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai speaker ternama, para undangan, dan mahasiswa yang ada di Eropa.

Dalam ISIC, dipilih 30 pemakalah terbaik yang diundang ke London. Selama dua hari pertama, semua pemakalah melakukan presentasi sesuai  jadwal yang telah ditetapkan. Dalam presentasi paper, ada tiga kelas yang masing-masing diisi oleh dua pemakalah. Setiap kelas berisi dua orang penilai (reviewer), para undangan dan penonton.

Saat itu mahasiswa Untad mendapatkan kesempatan di hari pertama, di panel session 2 untuk memaparkan makalahnya. Mereka diberikan waktu 15 menit untuk memaparkan isi makalahnya, kemudian dilanjutkan 15 menit untuk sesi tanya jawab yang terbuka untuk forum. Percakapan dilakukan sepenuhnya menggunakan bahasa inggris.

Selesai presentasi, berbagai pertanyaan dan masukan datang dari forum. Beberapa penanya mengatakan bahwa sangat tertarik dengan game “Adventure of Yojo” yang telah dibuat oleh mahasiswa Untad. Awal ketertarikan mereka saat melihat video singkat tentang permainan tersebut yang diputar selama 3 menit. Salah satu penanya juga memberikan masukan tentang instrument atau musik yang digunakan hendaknya dibuat sendiri dan lebih beraneka ragam lagi agar game lebih menarik. Selanjutnya penilaian dari tim reviewer mengatakan bahwa memperkenalkan kebudayaan daerah melalui sebuah game merupakan cara yang menarik.

“Cara yang sangat menarik ketika kebudayaan dapat diperkenalkan dalam sebuah game. Namun yang perlu dikaji kembali sebenarnya bagaimana sebuah game yang bersifat edukasi itu? Sedangkan kita lihat bahwa seorang anak menjadi malas belajar karena fokus bermain game. Apalagi kalau anak sudah kecanduan game,” Kata salah satu penilai. “Jadi seolah kontradiksi istilah game edukasi itu. Sebenarnya saya bukan ahlinya di bidang pendidikan, akan tetapi kiranya anda dapat menelaah lebih lanjut mengenai istilah game edukasi itu,” tambahnya.

30 paper terbaik ISIC 2013 telah dinilai dan diberi masukan oleh para dosen Indonesia yang berkiprah di dunia Internasional. Pada tahun ini, Board of Reviewers diketuai Dr. Dessy Irawati Rutten, Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional . Menurut Dr. Dessy, paper yang telah diikutsertakan di ISIC nantinya akan ditinjau kembali oleh Tim penilai, dan akan dimasukan ke dalam jurnal internasional. “Butuh waktu sekitar 1 sampai 2 tahun untuk menilai papernya, dan kami akan memasukannya ke jurnal internasional buat paper yang terbaik,” jelasnya.

Selain kegiatan konferensi paper, selama dua hari pertama kegiatan ISIC diselingi dengan lomba debat berbahasa inggris dan penyampaian materi dari berbagai speaker ternama dari UK maupun Indonesia. Tak kalah serunya, di malam harinya juga (9/11) para peserta ISIC dapat mengikuti Gala Culture Night yaitu pertunjukan budaya Indonesia yang ditampilkan oleh pelajar Indonesia di UK.

Pada penyampaian materi oleh beberapa keynote speaker, telah hadir Prof. David Charles dari University of Strathclyde, yang menyampaikan materi tentang University engagement with the community.

“Universitas-universitas harus bergabung dan berkontribusi untuk komunitas-komunitas di sekitarnya,” ujar Prof. David Charles. “Dengan adanya university engagement, komunitas di sekitar lokasi universitas dapat semakin maju, dan dampak baiknya sendiri akan kembali ke universitas tersebut”, ujarnya lagi.

Selanjutnya pemateri kedua yaitu Dr. Indra Cahya Uno dari University of Indonesia yang menyampaikan materi tentang faktor-faktor yang menyebabkan pekerja tidak siap menghadapi perubahan dapat berimbas pada perilaku tidak produktif dari pekerja. Kemudian hadir pula Wilbur Ramirez dari BBC membahas tentang “BBC’s The Thoughest Place to be a Binman”. Wilbur bercerita tentang pengalamannya menjadi seorang pemulung sampah di Jakarta.

Di hari kedua, para pembicara berikutnya yaitu Jay Arya Putra Singgih membahas materi tentang bisnis. Kemudian hadir pula Rizal Djaafara dari Bank of Indonesia, membahas tentang politik dan ekonomi. Selanjutnya Prof. TM Fauzi Soelaiman MSME memaparkan tentang “Education Atache”. Terakhir Steve Buckle yang merupakan head of higher education british council Indonesia, membahas materi tentang bentuk kerja sama perguruan tinggi antara Indonesia dan UK. Beliau memaparkan berbagai beasiswa dan kesempatan belajar di UK.

Selama dua hari peserta ISIC mengikuti serangkaikan konferensi, ada banyak ilmu dan pengalaman baru yang didapatkan. Selanjutnya di hari ketiga (11/11), para peserta melakukan kunjungan ke salah satu kampus terbaik di UK yaitu Oxford University di kota Oxford. Mereka mengunjungi berbagai tempat menarik di sana, salah satunya Gedung Dining hall, yang pernah dijadikan salah satu tempat syuting dalam film Harry Potter.

Pujiati dan Rizky selaku delegasi Untad mengatakan sangat senang sekali dapat mengikuti seluruh rangkaian ISIC 2013. “Senang rasanya diberikan kesempatan untuk mengikuti ISIC 2013. Bagi saya ini bukan hanya sekedar konferensi  saja, tapi berasa studi banding ke London, karena banyak manfaat yang telah saya dapatkan selama kegiatan. Di sini saya bisa merasakan atmosfer belajar orang Eropa, merasakan musim gugur 3 derajat celcius, belajar kebudayaan dan tentunya bertambah networking internasional, sehingga mudah jika ingin melanjutkan studi di Eropa,” tutur Puji.

Rizky menambahkan bahwa ia sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dalam mempersiapkan keberangkatan ke London. “Terima kasih kepada pihak Untad dan seluruh pihak yang telah membantu kami dalam mempersiapkan keberangkatan ke London. Semua pengalaman yang kami dapatkan di London, insya Allah akan kami bagi ke teman-teman yang lain sehingga dapat memotivasi yang lainnya juga agar dapat mengikuti kegiatan serupa di kemudian hari,” kata Rizky. Pnq

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s