Sinkronisasi IQ, EQ, dan SQ dalam pendidikan Harmoni dalam Mewujudkan Generasi yang cerdas dan Berbudi Luhur

wallpaperASTAGA2Penerapan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosi (EQ), dan kecerdasan Spritual (SQ) sangatlah penting dalam dunia pendidikan. 3 unsur tersebut saling memiliki keterikatan antara satu sama lain. Sehingga 3 unsur tersebut harus memiliki porsi yang seimbang di dalam diri seseorang. Serta IQ, EQ, dan SQ merupakan 3 unsur yang harus benar-benar diperhatikan oleh setiap orang untuk mencapai masa depan yang sukses dan mulia.

Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam dunia pendidikan bisa direalisasikan dalam kurikulum 2013 yang saat ini tengah dijalankan oleh pengemban pendidikan. Di sini penulis memberikan salah satu langkah kongkrit agar IQ, EQ, dan SQ dapat diterapkan secara maksimal.

Agar peserta didik dapat menyeimbangkan IQ, EQ, dan SQ maka salah satu caranya yakni dengan menerapkan pendidikan harmoni dalam dunia pendidikan.  Pendidikan harmoni merupakan sintesis pedagogik dari pendidikan damai dan pendidikan multikultural. Tujuan pendidikan ini adalah untuk mengembangkan karakter kontekstual dari potensi fitrah manusia sebagai mahluk individu, mahluk sosial, dan sekaligus sebagai mahluk Tuhan YME. Ada 3 kompetensi nilai harmoni yang harus dicapai pada setiap individu. Pertama, harmoni diri berupa tanggung jawab, keyakinan pada ajaran agama, dan kepercayaan. Kedua, harmoni sesama berupa penghargaan, kejujuran dan kepedulian. Ketiga, harmoni alam berupa sikap ramah lingkungan (Mahfudz, 2013).

Nilai-nilai yang diperoleh dalam pendidikan harmoni tentu selaras dengan tujuan pendidikan nasional. Dalam pendidikan harmoni, baik IQ, EQ, dan SQ sudah barang tentu dapat diraih secara keseluruhan. Tinggal bagaimana baik pendidik maupun peserta didik dapat memaksimalkannya, dengan cara mensinkronkan IQ, EQ, dan SQ dalam pendidikan harmoni.

Saat ini pendidikan harmoni baru diterapkan di beberapa sekolah saja seperti sekolah dasar yang ada di Poso dan Tentena (di Kota penulis, Kota Palu). Padahal pada kenyataannya, konsep pendidikan ini telah diterapkan oleh pihak-pihak di luar negeri, dan hingga pada akhirnya Pemerintah Kabupaten Poso yang telah menerapkan konsep pendidikan ini telah meraih juara 2 pada kegiatan Indonesian MDG’s Award (IMA) dalam kategori pendidikan harmoni yang dilaksanakan di Bali. Olehnya itu, besar harapan penulis bahwa konsep ini dapat diterapkan secara maksimal oleh semua sekolah/universitas yang tak hanya di Sulawesi Tengah namun melebar luas ke daerah lainnya. Dengan begitu akan lahir ke depannya generasi-generasi yang cerdas dan berbudi luhur. Generasi yang cinta diri, cinta sesama cinta lingkungan dan cinta Tuhannya.

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s