Antara Show off dan Berbagi Inspirasi itu apa Beti?

DSC_4782Apakah antara show off (pamer) dan berbagi inspirasi itu beti alias beda-beda tipis? Menurut teman-teman gimana? Bagaimana pendapatnya juga mengenai tulisan-tulisan di blog ini? Apa begitu terkesan pamer atau menurut kalian justru bisa memetik hikmah dan mengambil inspirasinya?

Ada beberapa teman di sosmed yang menganggap saya terlalu show off dan terlalu excited dalam menanggapi atau mendapati sesuatu. Entah gaya tulisan saya yang sedikit lebay, atau karena sinkronisasi dan tersalurnya energi dalam jiwa saya menuju tulisan-tulisan itu begitu super dahsyat😀😀 . Jujur saya akui bahwa jikalau energi motivasi saya meletup-letup dan tak saya salurkan ke orang lain atau ke dalam sebuah tulisan, rasanya jiwa dan raga saya mau meledak. *Suer😀 Bisa diumpakan seperti “full battery” pada HP yang terus di-cas namun tak pernah lepas dari kontak listrik dan tak pernah digunakan energinya buat nelpon atau sms atau sekedar mencet-mencet😀 , bisa jadi bisa jadi menggembung tuh baterai.
Jika saya berada dalam sikon memiliki semangat yang menggelora dan tak berbagi ke orang lain, jujur pula saya katakan saya merasa menjadi orang yang paling merugi dan tak bahagia. Saya ingin apa yang saya rasakan dapat pula dirasakan oleh orang lain. Begitu prinsip saya.

Terkadang pula ada yang menganggap saya terlalu heboh, terlalu berlebih😀 Hehe entah mereka memandang dari kacamata mana😀😀 Contohnya seperti blog ini, saya mau nulis ini kek, itu kek sebenarnya sah-sah saja. Itu terserah saya. Itu adalah kebebasan saya. Mau gaya bahasa yang lebay, yang romantis, agamis, de es be. Itu terserah saya. WOng itu ide dari kepala saya. Sah-sah saja saya berpendapat. *Emang masalah buat loe?😀 Yang punya blog siapa, yang ngelarang siapa. Kalau mau, bikin lah. hehe. Menurut saya, mau nulis apa aja itu boleh-boleh saja yang penting tidak melanggar SARA. Bener nggak sobat?😉🙂 Yang sepakat like tulisan ini hihi…

Emang sih, antara pamer dan berbagi inspirasi kadang beti. Kadang salah kaprah. Beda-beda tiap orang memandangnya. Tiap insan punya kacamata yang berbeda-beda. Ada yang suka dan ada yang nggak suka, bahkan tak sedikit pula yang anggap masa bodoh atau netral.

Pernah suatu ketika saya mendapati komentar teman begini, “Saya nggak mau pajang2 foto pas saya di Luar negeri, takutnya terkesan ria dan sombong” dll komentar serupa. Dari pendapat seperti itu, ada dua sisi yang ingin saya katakan. Pertama, satu sisi emang benar apa yang dikatakan olehnya. Ia menjaga diri agar terhindar dari sifat riya dan sombong. Karena mungkin dia nggak bisa membentengi diri ketika menimpa hal itu. Kedua, sisi lainnya. Emang seperti apa sih foto yang dipajang? Lebay banget kah?😀 Emang tiap hari ganti2 foto profil kah? Emang tiap hari share2 foto seperti mejeng di depan mobil kah? Mejeng di depan rumah mewah kah? Emang fotonya terkesan banget pamernya? emang status2nya terkesan pamer juga kah? Wallahu a’lam. Hanya Allah yang tahu hati-hati kita.

Dari hal tersebut saya pernah baca ilmunya bahwa kadang seseorang yang berniat baik justru terlalu mudah dijegat niat baiknya itu oleh setan. Sering kali setan menghasut diri kita seperti kalimat-kalimat berikut:
“Udah… nggak usah shalat sunnah di masjid, daripada ntar kamu dianggap sok pamer dan sok alim”
“Udah… nggak usah dilebarin jilbabnya, ntar orang bilang kamu sok alim dan sok hebat banget. Mending perbaiki dulu hatimu,”
“Udah…nggak usah terlalu sok menginspirasi dan sok bermanfaat, belum tentu mereka juga suka denganmu,”
“Udah…nggak usah sok berdakwah-dakwah dan sok beri ceramah-ceramah, toh ilmumu kan baru kemarin sore”
dan berbagai hasutan lainnya dari setan, yang menjadikan kita enggan untuk beramal, yang menjadikan kita berhenti berbuat baik. Kita sudah terperangkap di awal oleh godaan setan.

Kalau menurut saya, hasutan dari setan itu mesti kita lawan. Kita harus pandai-pandai dalam menyeting niat awal kita. Kita mesti set “lillahi ta’ala”, semata-mata karena Allah, semata-mata karena ridha-Nya. Setingan niat awal tersebut selayaknya tetap istiqomah hingga di akhir. Nah bagaimana jika pada akhirnya niat kita mulai cenderung riya? Maka langkah awal yang harus teman-teman lakukan adalah “beristigfar” sebanyak-banyaknya kepada Allah. Berkontemplasi kembali, sekuat-kuat tenaga untuk mengembalikan niat kita pada awalnya, yakni lillahi ta’ala. Ya mungkin di hati terbesit keraguan, namun kita tetap harus banyak berdzikir, karena boleh jadi rasa keraguan dan kewas-wasan itu datangnya dari setan. Terlepas dari itu semua, intinya kita berusaha sekuat tenaga untuk melakukan yang terbaik. Ketika kita sudah berusaha, sisa akhirnya Allah yang kan menentukan. Allah yang dapat menilai dan memberikan penghargaan yang terbaik buat hambaNya.

Di sisi lain pula, kita tak boleh takabur. Kita harus bisa menerima masukan dan nasehat dari orang-orang buat kita untuk menjadi lebih baik ke depannya. Namun jangan terlalu hiraukan, komentar-komentar orang yang suka membunuh karakter kita. Karena sejatinya ibarat seperti pohon,  makin tinggi pohon tersebut maka makin banyak angin yang akan mengguncangnya. Akan makin banyak rintangan, namun di balik itu juga kehadiranmu sebagai pohon boleh jadi menjadi tempat berteduh yang paling menyejukan bagi mahluk-mahluk di bawahnya. Semoga dapat menjadi pohon yang semakin tinggi, rindang, lebat daun dan buahnya. Aamiin🙂

#Akhir kata, mohon maaf apabila ada tulisan-tulisan saya yang kurang berkenan di hati pembaca. Karena sesungguhnya saya masih belajar nulis. Belajar dalam meramu tulisan agar dapat dihidangkan menjadi tulisan yang super duper lezat. Mohon doanya😉

2 thoughts on “Antara Show off dan Berbagi Inspirasi itu apa Beti?

  1. teori tekniknya salah besar, “full battery” pada HP yang terus di-cas namun tak pernah lepas dari kontak listrik dan tak pernah digunakan energinya buat nelpon atau sms atau sekedar mencet-mencet😀 , bisa jadi bisa jadi menggembung tuh baterai.
    itu salah, di karenakan baterei yg mengembung faktor utamanya yaitu karena saat di charge, juga di gunakan,
    klo yg di isi terus menerus, klo sudah penuh, secara otomatis di adaptornya menghentikan arusnya atw bisa di katakan tidak mencharge lagi,

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s