JECC, Nur Sangadji: “Do not think what you speak, but speak what you think”

JECC 2

Senin, (20/1), Pemateri kali ini yakni Ibu Ida, dosen Untad yang pernah berkarir dan bermukim di canada. Suami beliau orang canada

JECC atau Juanda English Conversation Club merupakan perkumpulan untuk belajar bahasa inggris yang beralamatkan di Jalan Juanda No.77, Palu. Pertama kali JECC dicetuskan oleh Dosen Pertanian Untad, Dr. Nur Sangadji, DEA. Bersama rekannya, Arthur yang berprofesi sebagai pengusaha, club bahasa inggris ini tetap aktif setiap minggunya sejak tahun 2012. Jadwal pertemuannya setiap hari Senin pukul 20.10 WITA.

Ide awal lahirnya JECC, menurut Dr. Nur Sangadji, ia miris ketika melihat mahasiswa Untad tidak mahir berbahasa inggris. Padahal bahasa inggris merupakan kunci sukses seseorang dalam berkarir di masa depan.  Lanjut menurutnya, lahirnya JECC ini terinspirasi oleh sosok paruh baya di Prancis, yang meski umurnya yang tidak muda lagi, orang itu bersemangat mengajak yang lainnya untuk belajar bahasa inggris di komunitasnya. Selain itu, inspirasi lainnya, beliau selalu berkata “Sambil mengutuk kegelapan, mari kita sama-sama menyalakan lilin!”. Menurutnya pula untuk mengubah dunia tidak perlu dari hal yang besar dan sulit, cukup ubah dulu dari hal yang kecil yakni dari diri sendiri agar menjadi sosok yang lebih baik. Olehnya itu, setiap orang perlu meningkatkan potensinya dalam berbahasa inggris.

Tatkala memasuki ruangan berukuran sekitar 4 x 6 meter, awalnya wartawan MT mengira English club ini akan terkesan kaku, mengingat banyak dosen dan pegawai yang ikut. Namun, dugaan itu tertepis karena pada kenyataannya club tersebut tak pernah lepas dengan canda dan tawa sebagai selingannya. Alhasil peserta tak pernah bosan untuk mengikuti kegiatan itu.

Setiap pertemuan, English club didominasi oleh mahasiswa Untad dari berbagai fakultas. Bahkan banyak juga yang alumni Untad, serta tak ketinggalan pula siswa/i SMA. Ini menjadi bukti bahwa saat ini bahasa inggris adalah kebutuhan semua orang. Di JECC, ada peserta yang mahir berbahasa inggris (expert), dan ada pula yang masih pemula. Kesemua itu bukan menjadi penghalang untuk belajar. Setiap peserta tak boleh timbul rasa minder dan merasa hebat, karena semuanya sama yaitu sama-sama belajar.

Di JECC setiap minggunya dihadiri oleh pemateri dari berbagai kalangan. Sebagian besar diisi oleh dosen/mahasiswa Untad yang pernah belajar di Luar negeri. Setelah sesi penyampaian materi, selanjutnya para peserta dipersilahkan untuk bertanya atau berbagi pendapat kepada pemateri dan forum. Kemudian setelah sesi tanya jawab selesai, moderator akan menyimpulkan setiap materi dan memberikan kritik dan saran mengenai grammer semua peserta.

Ketika memasuki area English club, Dr. Nur Sangadji selalu mendorong setiap pesertanya untuk berbahasa inggris (speak up). Ia mengatakan bahwa setiap peserta harus berani berbahasa inggris. “Do not think what you speak, but speak what you think”, Tutur dosen alumni Prancis ini. Menurutnya, saat berbahasa inggris, tak perlu persoalkan tata bahasa (grammer). Peserta cukup berani mengucapkan tanpa banyak berpikir. Peraturan keras yang harus dipatuhi oleh pesera yaitu “Do not speak Indonesia language!”. Alhasil setiap peserta yang keceplosan berbicara Indonesia, langsung ditegur oleh Dr. Nur Sangadji. Dengan demikian setiap peserta akan berupaya sekuat tenaga untuk berbahasa inggris. Pnq

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s