2 Mahasiswa Untad Ikuti IYD Camp di Makassar

IYD Camp di MakassarDua mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) mengikuti Indonesian Youth Dialogue (IYD) Camp di Hotel Lan Antang, Makassar. Kedua mahasiswa itu yakni Djodi Firmansyah (FKIP Prodi Pendidikan Bahasa Inggris 2013) dan Moch.Rizky Anas (FAPETKAN jurusan Peternakan 2013). IYD Camp berlangsung selama tiga hari, mulai 11 s.d. 13 Maret 2014.

Menurut Djodi Firmansyah, untuk dapat mengikuti IYD Camp, sebelumnya terlebih dahulu ia melewati seleksi berkas. Ia mengakui telah mendaftar IYD Camp di Denpasar namun tidak lolos. Tak patah arang, selanjutnya ia pun mendaftar kembali pada program IYD Camp di Makassar, dan akhirnya dinyatakan lolos seleksi.

IYD Camp di Makassar merupakan salah satu rangkaian IYD road show. Selain di Makassar, kegiatan tersebut juga dilaksanakan di berbagai kota besar lainnya yaitu Sentani, Palangkaraya, Medan, Semarang, dan Denpasar. Hadirnya IYD Camp ini bermula dari sikap kontribusi yang tinggi dari para alumni program Study of the U.S. Institutes (SUSI) khususnya pada program Religious Pluralism in America (RPA) 2013. Para mahasiswa Indonesia yang telah mengenyam program SUSI RPA di Amerika ini akhirnya menggagas komunitas IYD Camp di beberapa kota.

Dialog Pemuda Indonesia (Indonesian Youth Dialogue) Camp adalah komunitas pemuda yang mengedepankan dialog sebagai alat komunikasi dalam meningkatkan pemahaman dan kerja sama antar pemuda di seluruh Indonesia. Tujuan utama kegiatan ini yaitu untuk menumbuhkan semangat Bhineka Tunggal Ika (Unity in Diversity).

Kegiatan yang bertema “Elevate your Life” ini berisi rangkaian kegiatan yang menarik, di antaranya adalah dialog (Talk show) bersama para tokoh yang ahli di bidangnya, diskusi kelompok, dan kunjungan ke berbagai komunitas minoritas yang ada di Makassar.

Menurut Moch. Rizky Anas, banyak manfaat yang diperolehnya ketika menjadi peserta IYD Camp di Makassar. “Di IYD Camp, saya mendapatkan ilmu yang sebelumnya belum pernah saya dapatkan di tempat lain. Kami diajarkan untuk saling berdialog, dan percaya diri dalam menyampaikan pendapat,” tuturnya.

Begitu pula dengan yang dirasakan oleh Djodi Firmansyah, ia sangat bersyukur bisa mengikuti IYD Camp. “Saat dialog ketika membahas tentang keyakinan dan agama merupakan situasi yang amat menegangkan. Tapi karena ini ajang dialog bukan ajang debat, maka sikap yang terbaik untuk menyikapinya adalah saling pengertian dan menghargai, bukan saling menjatuhkan atau mengalahkan. Sebab kita hidup dalam keberagaman,” jelas mahasiswa yang aktif di LDK UPIM ini. pnq

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s