Ramadhan Kali ini Terasa Beda :-*

Alhamdulillah kali ini kita semua masih dipertemukan dengan salah satu agenda Allah, yakni Ramadhan. Semoga aku, kamu, dan kita semua senantiasa diberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga dapat menunaikan ibadah dengan penuh ke-khusuan. Aamiin.

Piye kabare temans? Masih pada semangat kan? Harus dong! Ingat loh bahwa semangat itu cermin dari kadar keimanan seseorang. Semakin tinggi semangatnya, maka in shaa Allah semakin baik juga kadar keimanannya. Mau tahu kenapa? -_- Cari sendiri ya alasannya… Hehe…

Baca lebih lanjut

Iklan

UPT Bahasa Untad Beri Pelatihan TOEFL pada Mahasiswa

UPT Bahasa Universitas Tadulako (Untad) kembali memberi pelatihan TOEFL pada mahasiswa tingkat akhir secara gratis. Tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika di tahun sebelumnya hanya diperuntukan bagi mahasiswa Untad, kali ini pelatihan TOEFL juga diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Palu.

Baca lebih lanjut

HIMASKI Bakar Semangat Menulis Mahasiswa Untad

Di Auditorium Untad, Sabtu (14/6), Himpunan mahasiswa kimia (HIMASKI) FKIP Untad membakar semangat mahasiswa untuk terjun ke dunia tulis-menulis. Kegiatan yang dinamai dengan seminar dan pelatihan jurnalistik ini bertema “Sekali menulis, sejuta menginspirasi”, Kegiatan tersebut seolah menjadi titik perubahan bagi peserta untuk menjadi seorang penulis pemula.

Hadir sebagai inspirator dan trainer yaitu Dr. Ir. Muhd. Nur Sangadji, DEA (Dosen Untad), dan Mohammad Jafar Bua (Wartawan Trans TV Palu). Kedua pemateri tersebut tidak diragukan lagi kemampuannya dalam memberi motivasi dan trik-trik jitu dalam menulis.

Agenda pertama dalam kegiatan ini yaitu seminar. Seminar berisi materi motivasi menulis yang disampaikan oleh Dr. Nur Sangadji. Dosen jebolan sarjana prancis itu tak henti-hentinya membakar semangat menulis para peserta seminar. Diselingi dengan guyonan-guyonan ringannya, kegiatan ini dibuatnya menjadi sangat menarik sekali dan tidak membosankan. Dr. Nur Sangadji menjelaskan bahwa setiap orang itu mampu menjadi penulis. Kuncinya hanya dua yaitu latihan (practice) dan pengulangan (repeatition). “Bagaimana bisa menulis jika tidak pernah mencoba walau satu kali pun?! So, start to write, and continue to write,” ucapnya.

Dr. Nur Sangadji juga mengatakan bahwa setinggi-tingginya kecerdasan seseorang itu tidak lah berguna jika tidak menulis. Sebab seseorang yang tidak menulis akan tenggelam dalam peradaban. Olehnya itu, ia berpesan kepada peserta seminar agar mulai menulis dan mengirimkan tulisannya ke beberapa Koran di Kota Palu seperti Media Tadulako, Radar Sulteng, dan Mercusuar.

Setelah seminar, kegiatan dilanjutnya dengan agenda pelatihan jurnalistik yang disampaikan oleh Mohammad Jafar Bua. Putra daerah Palu yang pernah mengenyam pendidikan di Ohio University, USA ini, di awal materinya juga memberikan motivasi menulis kepada peserta. Ia mengatakan bahwa orang Palu juga bisa menjadi penulis hebat dan berkiprah di kancah nasional maupun internasional. “Kita sebagai orang Palu harus percaya diri, dan tak henti untuk belajar”. Menurutnya, ketika menulis harus punya passion (hasrat atau keinginan) agar tulisannya menjadi menarik untuk dibaca.

Wartawan yang ke depannya akan berkiprah di Inggris ini juga menjelaskan materi seputar jurnalistik. Isinya lebih kepada materi teknik reportase dan teknik wawancara. Menurutnya, ada tiga metode penting bagi seorang wartawan dalam memperoleh berita, yaitu metode observasi, wawancara, dan riset data.

Selain itu, Mohammad Jafar Bua juga memaparkan perbedaan penting antara wawancara dengan percakapan biasa. Menurutnya, wawancara memiliki tujuan yang pasti yaitu menggali permasalahan yang ingin diketahui untuk disampaikan kepada khalayak pembaca (media cetak), pendengar (radio), atau pemirsa (televisi). Tambahnya, wawancara yang dilakukan wartawan juga berbeda dengan penyidik perkara (interrogator). “Wartawan tidak memaksa tetapi membujuk orang agar bersedia memberikan keterangan yang diperlukan,” jelas pemilik blog www.jgbua.com itu. Pnq

Peringatan Isra Mi’raj 1435H, FOSMA Untad Ajak Mahasiswa Renungi Nilai-nilai dalam Shalat

Forum silaturrahim mahasiswa (FOSMA) Universitas Tadulako mengadakan peringatan isra mi’raj 1435 Hijriyah, Jum’at (6/6). Peringatan hari besar islam ini diikuti oleh mahasiswa penerima bidikmisi Untad. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rosmawati, S.Sos., M.Si selaku Pembina FOSMA yang juga merupakan dosen FISIP Untad. Tema yang diusung dalam kegiatan ini yaitu “dengan kegiatan isra mi’raj kita wujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam shalat”.

Baca lebih lanjut

Forum Indonesia Muda (FIM) 16, 2 Mahasiswa Untad Siap Lakukan Perubahan

Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) tak henti-hentinya menunjukan prestasi yang gemilang baik di kancah nasional maupun internasional. Kali ini dua mahasiswa Untad terpilih sebagai delegasi untuk mengikuti event bergengsi tingkat nasional, Forum Indonesia Muda (FIM) 16. Mereka adalah Moh.Tofan Saputra dan Fuji Nur Aninda. Bersama 128 pemuda lainnya, mereka mengikuti FIM di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta mulai Rabu (30/4) sampai Minggu (4/5). Ketika ditemui awak MT pasca kegiatan, baik Tofan maupun Fuji mengakui siap melakukan perubahan yang lebih banyak lagi. Tentunya berawal dari perubahan diri sendiri menjadi lebih baik lagi, kemudian melakukan perubahan terhadap lingkungan sekitar.

Baca lebih lanjut

Kuliah Umum Pendidikan Matematika, Prof. Widodo Anjurkan Mahasiswa Untad Harus Lebih Berkompetensi

Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad) sukses menyelenggarakan kuliah umum, Jum’at (25/4) di Auditorium Untad. Kegiatan yang diketuai oleh Dosen Pendidikan Matematika, Drs. Gandung Sugita, M.Si ini diikuti peserta sebanyak 430 orang yang berasal dari kalangan mahasiswa, guru, dan dosen.

Baca lebih lanjut

ON MIPA – PT Tahap Wilayah 2014; Satu Mahasiswa Untad Lolos ke Tahap Nasional

Sebanyak 28 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) mengikuti Olimpiade Nasional MIPA tingkat Perguruan Tinggi (ON MIPA – PT) tahap wilayah, mulai Senin (21/4) sampai Selasa (22/4). Mereka berkompetisi sesuai bidang masing-masing, yaitu bidang matematika, fisika, kimia dan biologi. Delegasi Untad di bidang matematika yaitu Sukri, Destria Pitaloka, Faisal Susanto, Wahyu Listanto, Melati Putri, Miftha Huljannah, dan Ana Puji Lestari. Untuk bidang fisika yaitu Agung D. Wijaya, Muh.Sutrisno, Hardiyanti Buna, Galih Kurniawan, Fazri Mangendre, Abd.Basit Pateda, dan Sitti Hajrah. Untuk bidang kimia yaitu Arsyad, Harry Mara, Firmansyah, Christianto Pasunu, I Nengah J., Vivi Dia, dan Eka Lilis. Terakhir untuk bidang biologi yakni Putu Satya, Indri Pratiwi, Dhini Arwindah, Rifka, Nur Herjayanti, Listya Susmhita, dan Jumra Nadilla. Dari seleksi tahap wilayah tersebut diumumkan oleh DIKTI, Selasa (29/4) bahwa Agung Danu Wijaya pada bidang fisika lolos ke Tahap berikutnya. Ia menjadi satu-satunya mahasiswa Untad yang lolos ke tahap nasional.

Baca lebih lanjut