Forum Indonesia Muda (FIM) 16, 2 Mahasiswa Untad Siap Lakukan Perubahan

Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) tak henti-hentinya menunjukan prestasi yang gemilang baik di kancah nasional maupun internasional. Kali ini dua mahasiswa Untad terpilih sebagai delegasi untuk mengikuti event bergengsi tingkat nasional, Forum Indonesia Muda (FIM) 16. Mereka adalah Moh.Tofan Saputra dan Fuji Nur Aninda. Bersama 128 pemuda lainnya, mereka mengikuti FIM di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta mulai Rabu (30/4) sampai Minggu (4/5). Ketika ditemui awak MT pasca kegiatan, baik Tofan maupun Fuji mengakui siap melakukan perubahan yang lebih banyak lagi. Tentunya berawal dari perubahan diri sendiri menjadi lebih baik lagi, kemudian melakukan perubahan terhadap lingkungan sekitar.

FIM 16 mengusung tema “Character Building and Leadership Lifeskill Training : Pemuda Penggerak Perubahan”. Panitia mengharapkan bahwa jebolan program ini dapat memiliki modal berupa pemahaman karakter diri dan orang lain, serta memiliki wawasan kepemimpinan yang baik sehingga siap terjun di masyarakat sebagai penggerak perubahan.

Kegiatan FIM 16 yang didesain oleh panitia selama kegiatan sangat lah menarik. Peserta disuguhkan dengan materi-materi kepemimpinan, problem solving, pengembangan diri, psikologi, kepemudaan, pendidikan karakter, kewirausahaan, media, dan kepenulisan. Tak ketinggalan, ada sesi outbound, penampilan seni budaya, dan diskusi kelompok. Menariknya kegiatan ini mampu menghadirkan tokoh-tokoh hebat sebagai pemateri kegiatan, seperti Anies Baswedan, Prof. Rhenald Kasali, Gita Iriawan, Budiman Sujatmiko, Elly Risman, Ahmad Heryawan, Masril Koto, dan lain-lain. Hal Itu lah yang paling berkesan bagi Tofan saat mengikuti FIM 16. “Saya sempat berjabat tangan dan bertanya langsung kepada Pak Anies dan Prof.Rhenald Kasali saat mereka menyampaikan materi. Senang rasanya bisa bertemu mereka, sebab mereka orang-orang yang ingin saya jumpai sejak lama,” ujar mahasiswa jurusan budidaya perairan itu.

Untuk tembus menjadi peserta FIM 16, Fuji Nur Aninda mengakui bahwa mereka harus bersaing dengan ribuan peserta. Ada 1.208 orang yang mendaftar dan memasukan berkas dengan lengkap, namun hanya 130 orang yang dipilih panitia untuk dapat berpartisipasi di FIM 16.

Bagi Tofan dan Fuji, pengalaman selama mengikuti FIM 16 merupakan pengalaman yang sangat luar biasa dan tidak terlupakan. Banyak pelajaran baru yang mereka dapatkan. “Selama ini saya hanya bisa menggerutu dan demo saja, tanpa aktualisasi. Selama ini saya hanya berbicara namun tidak memberi kontribusi untuk Indonesia,” ucap Fuji. “Melalui FIM ini membuat saya berpikir bahwa Indonesia membutuhkan kami. Indonesia needs youth to empower and to improve this nation become better,” tambah mahasiswi program studi pendidikan bahasa inggris ini. Begitu pula yang dialami oleh Tofan. Salah satu pelajaran yang Tofan dapatkan yaitu bahwa sebelum seseorang mengenal orang lain, ia perlu mengenal dirinya sendiri. “Selama ini, kita sibuk mengurus orang lain, tapi kita lupa untuk look in pada diri kita sendiri. Kita harus lihat ke dalam diri kita sendiri. Pahami kepribadian diri sendiri, baru membantu orang lain” jelas Tofan. Pnq

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s