HIMASKI Bakar Semangat Menulis Mahasiswa Untad

Di Auditorium Untad, Sabtu (14/6), Himpunan mahasiswa kimia (HIMASKI) FKIP Untad membakar semangat mahasiswa untuk terjun ke dunia tulis-menulis. Kegiatan yang dinamai dengan seminar dan pelatihan jurnalistik ini bertema “Sekali menulis, sejuta menginspirasi”, Kegiatan tersebut seolah menjadi titik perubahan bagi peserta untuk menjadi seorang penulis pemula.

Hadir sebagai inspirator dan trainer yaitu Dr. Ir. Muhd. Nur Sangadji, DEA (Dosen Untad), dan Mohammad Jafar Bua (Wartawan Trans TV Palu). Kedua pemateri tersebut tidak diragukan lagi kemampuannya dalam memberi motivasi dan trik-trik jitu dalam menulis.

Agenda pertama dalam kegiatan ini yaitu seminar. Seminar berisi materi motivasi menulis yang disampaikan oleh Dr. Nur Sangadji. Dosen jebolan sarjana prancis itu tak henti-hentinya membakar semangat menulis para peserta seminar. Diselingi dengan guyonan-guyonan ringannya, kegiatan ini dibuatnya menjadi sangat menarik sekali dan tidak membosankan. Dr. Nur Sangadji menjelaskan bahwa setiap orang itu mampu menjadi penulis. Kuncinya hanya dua yaitu latihan (practice) dan pengulangan (repeatition). “Bagaimana bisa menulis jika tidak pernah mencoba walau satu kali pun?! So, start to write, and continue to write,” ucapnya.

Dr. Nur Sangadji juga mengatakan bahwa setinggi-tingginya kecerdasan seseorang itu tidak lah berguna jika tidak menulis. Sebab seseorang yang tidak menulis akan tenggelam dalam peradaban. Olehnya itu, ia berpesan kepada peserta seminar agar mulai menulis dan mengirimkan tulisannya ke beberapa Koran di Kota Palu seperti Media Tadulako, Radar Sulteng, dan Mercusuar.

Setelah seminar, kegiatan dilanjutnya dengan agenda pelatihan jurnalistik yang disampaikan oleh Mohammad Jafar Bua. Putra daerah Palu yang pernah mengenyam pendidikan di Ohio University, USA ini, di awal materinya juga memberikan motivasi menulis kepada peserta. Ia mengatakan bahwa orang Palu juga bisa menjadi penulis hebat dan berkiprah di kancah nasional maupun internasional. “Kita sebagai orang Palu harus percaya diri, dan tak henti untuk belajar”. Menurutnya, ketika menulis harus punya passion (hasrat atau keinginan) agar tulisannya menjadi menarik untuk dibaca.

Wartawan yang ke depannya akan berkiprah di Inggris ini juga menjelaskan materi seputar jurnalistik. Isinya lebih kepada materi teknik reportase dan teknik wawancara. Menurutnya, ada tiga metode penting bagi seorang wartawan dalam memperoleh berita, yaitu metode observasi, wawancara, dan riset data.

Selain itu, Mohammad Jafar Bua juga memaparkan perbedaan penting antara wawancara dengan percakapan biasa. Menurutnya, wawancara memiliki tujuan yang pasti yaitu menggali permasalahan yang ingin diketahui untuk disampaikan kepada khalayak pembaca (media cetak), pendengar (radio), atau pemirsa (televisi). Tambahnya, wawancara yang dilakukan wartawan juga berbeda dengan penyidik perkara (interrogator). “Wartawan tidak memaksa tetapi membujuk orang agar bersedia memberikan keterangan yang diperlukan,” jelas pemilik blog www.jgbua.com itu. Pnq

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s