Mungkin kah Dia Jodohku?

Jodoh. Satu hal yang sangat menarik untuk diperbincangkan.
Apalagi buat kamu-kamu yang berumur 20 tahun ke atas, terkadang sudah bercenat-cenut. Di pikiran kemungkinan berbayang2 tanda tanya besar, “Siapa kah jodohku?”

Atau mungkin saat-saat ini hatimu sedang terusik dengan seorang ikhwan/akhwat sholeh/sholehah. Dan mungkin kalian berjumpa dengannya belum lama ini. Dan mungkin setiap orang baru yang kalian temui, berpikir dalam hati, “Oh Tuhan, mungkin kah ini jodohku?”.

Kita pribadi mungkin punya kriteria tersendiri buat jodoh masa depan kita. Misal yang akhwat menginginkan pasangan dengan kriteria; Sholeh, mapan, dan tampan.
Jadi jika ada yang datang tidak sesuai kriteria itu, mungkin ditolaknya.

Ada mungkin ikhwan-ikhwan yang sudah diincar-incarnya yang menurutnya cocok dijadikan jodoh masa depan. Misal; tampan, pekerjaannya dokter, dan sholeh.
Tapi yang jadi pertanyaan besar adalah “Mau kah si ikhwan dengan si akhwat tadi?” Hehe belum tentu. Meskipun ada istilah tidak ada yang tidak mungkin.

Di sini saya cuma mau kasih kesimpulan bahwa; ketika berekspektasi yang tinggi terhadap jodoh masa depan kita, perlunya kita melihat kembali atau berkaca diri kita sendiri “siapa diri kita?”
“Sudah sholehah kah kita? Shingga menginginlan calon yang sholeh?”
“Untuk akhwat; Cantik kah kita, sehingga menginginkan pasangan yang ganteng kayak pemain korea?” | woy bercermin dong. Wkwk
“Utk Pekerjaan. Kita yang bekerja sebagai serabutan, maux pilih yang setara dokter dll?!” | ingat bu, para Pak dokter juga punya kriteria loh. Hehe.

Di sini saya cuma mau bilang bahwa tak hanya agama saja yang sederajat, tapi terkadang perlu juga direnungkan derajat yang sama dalam pekerjaan, dan tampang.
Meski pun ada kata yang tak mungkin. Tapi ya saya rasa cuma hanya ada di filem-filem aja ada orang kaya dan tampan yang menikah dengan perempuan miskin dan biasa-biasa saja.

sudah sunnahtullah kalo manusia ingin yang bagus2, indah2, dan baik2 di keinginannya. Tapi jangan sampai itu menghalangi kalian untuk mendapatkan jodoh masa depan. *Ah, ini mah aslinya nasehat buat saya pribadi 😆😅😅
Eh nggak kok, saya mah gak minta yang macem2. *peace.

Oiya sempat beberapa hari yang lalu berjumpa dengan salah satu sahabat saya. Saya mencoba menanyai keputusannya kenapa dia menikah.
Dan gimana dia menerima ikhwan itu.
Saya: “Ukhti A, kenapa memilih dia?”
A: “Saya cuma memberi syarat ke ikhwanx, cukup aktif ke depannya ngaji di kajian/liqo’/majelis/tarbiyah dan rajin shalat ke Masjid saja, itu cukup.
Selanjutnya, temui orangtuaku”.

Dan alhamdulillah proses pernikahan dan selanjut2nya dimudahkan…

Sahabat saya itu, di tengah pernikahanx tentu ada kebahagiaan dan ujiannya juga. Intinya, jika pondasi agama kita bagus, insya Allah apapun yang dihadapi, bawa terus Allah dalam hidup, insya Allah smuanya kan berkah…

#Jangan mupeng atau baper ya baca tulisan ini. Hehe.
Jika masih lama berjumpa dengan jodoh masa depan, satu sisi Allah ngasih waktu buat kita utk memperbaiki diri.
Yang shalatx masih bolong2, yuk genapkan. Yang belum punya kelompok kajian belajar agama, yuk gabung *asal jangan ke GAFATAR ya. Hehe…
Yang belum bisa mandiri atau punya penghasilan, yuk rajin mengais rejeki.
Yang masih menunggu, harap bersabar. Hehe. Kalo ada tetangga yang nyeletuk kayak gini, “Eh umurmu sudah berapa? Mana pacarmu? Kok gak pernah lihat. Atau mungkin Kapan nikah?”
Hehe cukup jawab dengan senyum dan bilang pada mereka ” Tunggu saja undangannya ya…” Hehe *peace

Cukup jaga diri dan hatimu. Jaga Allah. Insya Allah dia kan menjaga jodoh masa depanmu dengan sebaik mungkin.
For muslimah, jika saat ini hatimu sedang meleleh melihat ikhwan sholeh, cukup hilangkan atau simpan cinta itu dengan baik. Jangan kau umbar. Jika kau umbar, bisa saja yang merusak hati ikhwan itu. Kau yang menjerumuskannya ke jalan yang salah. Syukur2 kalo fixed menikah, lah kalau nggak, kan bawaaanx ngePHPin dan sakit hati.

For muslimah, please deh, jangan BAPER kalo ngobrol dengan ikhwan. Please deh jangan terlalu intensif. Jaga izzahmu sebagai muslimah.
Yakin aja, perempuan yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik. Dan begitu sebaliknya.

Allah lah sang pemilik hati. Mintalah jodohmu padaNya. Jika engkau muslimah sudah tertaut pada satu ikhwan, cukup minta padaNya ikat hati kalian dengan pernikahan yang suci. Jika tidak, optimis saja bahwa akan ada ikhwan yang lebih baik untukmu sebagai jodoh masa depanmu. *Beberapa ustadzah bilang sih, gak usah nyebut2in nama. Tapi jika sudah punya “stok” calon, hehe..beberapa sahabat bilang; boleh katanya menyebutkan nama, asal jangan BAPER. Hehe…

@SDIT Palu, 9 February 2016.
Menunggu jam mengajar tiba.
Menunggu jodoh masa depan 😜

4 thoughts on “Mungkin kah Dia Jodohku?

  1. Bagus banget Artikelnya ,,, maksih bnayak kak,,,,
    oiya kapan Massage ku mau di Respon nhie,, pengen chat n sharing masalah Mimpi” ku yang gag jauh beda dengan kakak

  2. cie yang sekarang bicara udah masalah jodoh, ups lupa dah cukup umurkan ya hehe
    insyaAllah cepet jodohnya dan dapat yang terbaik Aamiin

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s