Aku dan Mereka

Saban hari terjadi percakapan kayak gini…

A: “Kenapa kamu gigih banget untuk belajar bahasa inggris?”
B: “Berawal dari niat yang amat sederhana sih; Biar kalo aku ketemu bule di luar negeri sono, aku bisa ngejelasin dengan baik kenapa muslim tidak boleh begini dan tidak boleh begitu. Kenapa muslim begini dan begitu. Kenapa muslim wajib berpuasa dan shalat. Kenapa muslim ada yang berjabat tangan dan ada yang tidak dengan lawan jenis. Kenapa perempuan muslim berbeda-beda pakai hijabnya. Hmmm…aku tak mau karena kebodohanku membuat mereka semakin benci dengan islam/muslim”


A: “Lalu kenapa kamu ngebet banget belajar di Amerika? Orang-orang kayak kamu kadang kan paranoid dengan negara itu”
B: “Jika aku bisa belajar di Eropa, lalu kenapa tidak dengan Amerika? Bukan kah semua tempat, di pojok dan terisolir sekalipun semuanya ciptaan-Nya? dan bukan kah belajar itu sebaiknya pada ahlinya? Aku semakin tertantang untuk segera bisa belajar di sana. Bukan sekedar belajar yang dibatasi oleh institusi dan dinding2 akademik, tapi lebih dari itu. Seperti yang ada di Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum dan Rangga. Meskipun novelnya masih bersifat debatable tapi boleh dijadikan referensi. Banyak informasi yang sebelumnya aku tidak tahu, aku jadi tahu. Buku itu bercerita tentang Islam dan Amerika. Bercerita tentang suku Melungeon, Thomas Jefferson dan Al-Qur’an, dan potongan surat An-Nisa yang tertulis di salah satu pintu gerbang fakultas Hukum Harvard USA. Selain itu, novel ini juga mengungkapkan fakta bahwa Christophorus Colombus sebenarnya bukan penemu benua Amerika. Tertulis bahwa jauh sebelumnya, berkisar 300 ratusan tahun sebelum Colombus datang ke Amerika, benua itu telah dihuni oleh orang Indian, orang-orang bertubuh tegap berbalut jubah, berhidung mancung, dan berkulit merah – yang diperkirakan muslim. Ku juga dikejutkan dalam jurnal pelayarannya Colombus, ia melihat adanya kubah masjid yang indah di Selat Gibara. Hal itu menjadi bukti bahwa islam hadir di Amerika jauh sebelum Colombus datang.
Ingin rasanya aku melakukan edisi tas ransel lagi. Selain belajar, ku ingin melakukan wisata religi.”
A: “Kamu nggak merasa tersindir, ketika teman-temanmu bilang ‘Ih Amrik itu kan negaranya orang Yahudi’. Pemerintahnya anti islam juga?”
B: “Berasa sedih juga sih. Tapi menurutku sih, negara Amerikanya gak boleh dibenci. Toh penghuninya juga kan banyak muslimnya juga meskipun minor. Hanya mungkin, aku perlu berhati-hati aja di sana.
A: “Hati-hati loh di sana islamfobianya tinggi. Hati-hati juga kena diskriminasi”
B: “Di Amerika, meskipun islamfobia tinggi tapi menempati posisi lebih tinggi dibanding Eropa dalam hal jumlah masyarakatnya yang masuk islam semenjak kejadian black Tuesday 9 september 2001. Di sini justru yang membuat aku tertantang. Tertantang bagaimana hidup di zona tak nyaman. Tertantang bagaimana menerapkan teori damai yang selama ini kupelajari hingga ke Tokyo dan Hiroshima. Aku merasa bahwa toleransi dan diversity akan benar2 terasa manis jika berada pada zona tak nyaman – ketika kita menjadi kaum minoritas. Tapi, satu yang senantisa ku panjatkan padaNya, semoga Allah selalu melindungi dan senantiasa mmberikan keberkahan.”
A: “Jadi sudah fix ini lanjut ke sana?”
B: “Belum fix 😀 . Mungkin orang-orang menganggapku bermimpi terlalu tinggi. Tapi sakarepmu 😀 Selagi mimpi belum berbayar, aku kan brmimpi setinggi-tingginya. Saat ini aku lagi berjuang – belajar bahasa bule orang sono, dan juga lagi proses daftar beberapa kampus. Kalo kampus Amerika; Purdue University, Ohio University, dan University of Minnesota.
Ada juga beberapa kampus cadangan; Lund University Swedia, dan Monash University Australia”
A: “Jadi kapan lanjutnya?”
B: “Agustus 2017. tapi kalo gak mepet waktunya mungkin februari 2017”
A: “Good luck, semoga diberi kemudahan. Amerika, Swedia, dan AUstralia ketiga-tiganya bagus. Tinggal menunggu ketetapanNya saja, dimana nanti DIA menempatkanmu. Pasti ada kejutaan dimana pun itu!

_END_

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s